Ahad, 28 Januari 2018

7041. DO'A RASULULLAH KETIKA MENDAPATI SEBUAH MASALAH YANG BERAT (DO'A KURB). La Ilaha Illallahul Azimul Halim, La Ilaha Illallahu Rabbul Arsyil Azhim, La Ilaha Illallah Rabbus Samawati wa Rabbul Ardhi wa Rabbul Arsyil Karim. Ertinya: “Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Pemilik ‘arsy yang agung. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah pemilik langit, pemilik bumi dan pemilik ‘arsy yang mulia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ﺑِﺴْــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ

ماشاءالله

سبحان الله

الله اکبر

    سُبْحَانَ اللَّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيّدنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلۓِ سَيّدنَا مُحَمَّدٍ الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن

Allah berfirman yang bermaksud; “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS: Al Imran 3:185) 


أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

بسم الله الرحمن الرحيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، 

وعلى آله وصحبه أجمعين
.
Do'a Sahabat

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

DO'A RASULULLAH KETIKA MENDAPATI SEBUAH MASALAH YANG BERAT (DO'A KURB). 

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَلِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ رَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

La Ilaha Illallahul Azimul Halim, La Ilaha Illallahu Rabbul Arsyil Azhim, La Ilaha Illallah Rabbus Samawati wa Rabbul Ardhi wa Rabbul Arsyil Karim. 

Ertinya: “Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Pemilik ‘arsy yang agung. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah pemilik langit, pemilik bumi dan pemilik ‘arsy yang mulia.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Kejarlah Akhirat maka Dunia akan mengikutimu - Ustadz Adi hidayat. 


Dunia Itu Hanya Senda Gurau. 

Ilustrasi. Foto: Adam/Islampos

Oleh: Ana Syahidah
Mahasiswi STEI SEBI-Depok

MANUSIA tinggal di dunia hanya untuk waktu yang singkat. Di sini, ia akan diuji, dilatih, kemudian meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat di mana ia akan tinggal selamanya.

Harta benda serta kesenangan di dunia, walaupun diciptakan serupa dengan yang ada di akhirat, sebenarnya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan karena harta benda dan kesenangan tersebut ditujukan hanya agar manusia mengingat akhirat.

Akan tetapi, orang yang ingkar tidak akan mampu memahami kenyataan ini sehingga mereka berprilaku seakan-akan segala sesuatu di dunia ini miliknya.

Hal ini memperdaya mereka karena semua kesenangan di dunia ini bersifat sementara dan tidak sempurna, tidak mampu memuaskan manusa yang diciptakan untuk keindahan kesempurnaan abadi, yaitu Allah. Allah menjelaskan betapa dunia merupakan tempat sementara yang penuh kekurangan.

Allah menggambarkan kehidupan dunia ini sebagai senda gurau dan permainan belaka.

Sementara kehidupan akhirat sebagai kehidupan yang sebenarnya. Artinya, Allah mengkondisikan kita untuk memandang dunia dengan santai tidak terlalu serius. Karena di dunia ini tidak ada keadaan yang benar-benar bisa dikatakan bahagia atau sebaliknya sedih.

Di dunia ini tidak ada keberhasilan hakiki maupun kegagalan sejati. Segala sesuatu di dunia ini bersifat fana alias sementara. Kadang seseorang bahagia kadang seseorang sedih. Kadang ia berhasil kadang ia gagal. Itulah dunia dengan segala tabiat sementaranya.

Sebaliknya dengan kehidupan dunia, kehidupan akhirat merupakan kehidupan sejati. Tidak ada orang berbahagia di akhirat untuk jangka waktu singkat saja. Dan tidak ada pula yang mengalami penderitaan sementara saja, kecuali Allah menghendaki selain itu.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu  menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al-Hadid: 20)

Allah menghendaki agar orang bertaqwa memandang kehidupan akhirat dengan penuh kesungguhan karena di sanalah kehidupan sejati akan dijalani manusia.

Sedangkan terhadap dunia Allah menghendaki orang bertaqwa agar berlaku profesional saja dan tidak berlebihan dalam meraih keberhasilannya. Sebab kehidupan dunia ini Allah gambarkan sebagaitempat dimana orang sekadar bermain-main dan bersenda-gurau.

Namun dalam kehidupan kita ini kebanyakan orang malah sangat serius bila menyangkut urusan kehidupan dunia. Mereka siap mengerahkan tenaga, pikiran, dana dan waktu untuk menggapai keberhasilan duniawinya. Sedangkan bila menyangkut urusan akhirat mereka hanya mengerahkan tenaga dan waktu sisa. Jika hal ini terjadi kepada kaum non-Muslim alias tidak beriman kita tentu bisa maklumi.

Tapi di dalam zaman penuh fitnah ini tidak sedikit saudara Muslim yang kita saksikan bertingkah dan berpacu merebut dunia laksana kaum non-Muslim. Allah memang menggambarkan bahwa kaum yang tidak beriman sangat peduli dan paham akan sisi material kehidupan dunia ini. Namun mereka lalai dan tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kehidupan akhirat.

Saudaraku, sungguh kehidupan dunia ini sangat tidak pantas kita jadikan ajang perebutan dan perlombaan. Sebab menang di dunia pada hakikatnya hanyalah menang yang menipu. Demikian pula sebaliknya, kalah di dunia hanyalah kalah yang menipu.

Saat manusia diperlihatkan surga dan neraka di akhirat kelak, sadarlah ia betapa naifnya perlombaan merebut keberhasilan dunia ini dibandingkan dengan kenikmatan hakiki dan abadi surga yang jauh labih patut ia kejar dan usahakan semaksimal mungkin.

Siapa yang lupa bahwa dunia  merupakan tempat sementara dan siapa yang tidak memperhatikan ayat-ayat Allah, tetapi merasa puas dengan permainan dunia dan kesenangan hidup, menganggap memiliki diri mereka sendiri, serta menuhankan diri senidri, Allah akan memberikan hukuman yang berat.

Al-Quran menggambarkan keadaan orang yang demikian, “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Naaziat: 37-39). []

RNUNGAN ini adalah kiriman pembaca Islampos. Isi dari RENUNGAN di luar tanggung jawab redaksi Islampos. Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. 


Sumber: 

Perjalanan.........roh jasad.
KEADAAN SESEORANG KETIKA DALAM KUBUR.
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Rasulullah s.a.w bersabda: “Apabila si mati dikuburkan.., datanglah kepadanya dua Malaikat hitam legam, lagi biru (matanya), salah satu di antaranya disebut dengan nama “Munkar” dan yang satulagi disebut dengan nama “Nakir”, (lalu keduanya mendudukan si mati itu setelah dikembalikan rohnya ke dalam jasadnya) kemudian mereka menyoalnya:”Apa yang pernah engkau katakan mengenai orang ini (Muhammad s.a.w)?” (dan pada satu riwayat oleh Abu Daud:
Mereka bertanya kepadanya: “Apa yang engkau pernah sembah?” Maka kalau Allah memberi hidayah pertunjuk kepadanya, ia akan menjawab dengan berkata: “Aku menyembah Allah!” Kemudian ia ditanya lagi: “Apa yang engkau pernah katakan mengenai orang ini (Muhammad s.a.w)?”
(Dan pada satu riwayat yang lain, oleh Abu Daud juga: Mereka menyoalnya dengan berkata: “Siapa Tuhanmu?” Ia menjawab: “Tuhanku ialah Allah!” Mereka bertanya lagi: “Apa agama mu?” Ia menjawab: “Agamaku ialah Islam!” Mereka bertanya lagi: “Siapa dia orang yang telah diutuskan dalam kalangan kamu)?” Maka kalau si mati seorang yang beriman, ia akan menjawab dengan berkata: “Orang itu (Muhammad s.a.w) ialah hamba Allah dan RasulNya, aku mengetahui serta meyakini bahawa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan bahawa sesungguhnya Muhammad itu ialah hamba Allah dan RasulNya!”
Mereka berkata kepadanya: “Kami sedia mengetahui bahawa engkau mengakui yang demikian”;
(Dan pada satu riwayat oleh Abu Daud bahawa Baginda s.a.w bersabda: “Lalu diseru oleh penyeru dari langit katanya: “Sungguh benar hamba-Ku, maka bentangkanlah kepadanya satu hamparan dari Syurga, dan pakaikanlah dia pakaian dari Syurga, serta bukakanlah baginya sebuah pintu ke Syurga”.
“Rasulullah s.a.w bersabda lagi: “Lalu datang kepadanya sebahagian dari bau Syurga dan keharumannya ); kemudian dilapangkan kuburnya seluas tujuh puluh hasta persegi, dan diberikan cahaya yang menerangi kuburnya; kemudian dikatakan kepadanya: “Tidurlah!” Lalu ia berkata: “Bolehkah aku balik kepada keluargaku supaya dapat aku ceritakan kebaikan halku?”
Dua Malaikat itu berkata kepadanya: “Tidurlah seperti tidurnya pengantin yang tidak dibangkitkan dari tidurnya melainkan sekasih-kasih ahlinya; Demikianlah halnya sehingga ia dibangkitkan Allah dari tempat baringnya itu.
Jika si mati itu seoarang munafik, ia menjawab pertanyaan Malaikat itu dengan katanya: “Aku dengar orang berkata demikian, maka aku pun turut berkata sama; aku tidak tahu benarkah atau tidak”. Lalu dua Malaikat itu berkata: “Memang kami tahu engkau berkata demikian”;
(dan menurut satu riwayat oleh Abu Daud: “Lalu diseru oleh penyeru dari langit katanya: “Sesungguhnya orang itu berdusta maka bentangkanlah kepadanya satu hamparan dari Neraka, dan pakaikanlah dia dari Neraka, serta bukakanlah baginya sebuah pintu ke Neraka”.
Rasulullah s.a.w. bersabda lagi: “Lalu datang kepadanya sebahagian dari bahang Neraka dan udara panasnya) kemudian diperintahkan bumi supaya mengapitnya lalu bumi mengapitnya sehingga berselisih tulang-tulang rusuknya, maka tinggallah ia dalam azab itu terus menerus ke masa Allah bangkitkan dia dari kuburnya.”.
Dari...
sipolan .........
PERJALANAN ROH SELEPAS KEMATIAN.......
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib RA berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad SAW keluar menghantar jenazah seorang sahabat Ansar, maka ketika sampai ke kubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad SAW duduk dan kami duduk di sekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung di atas kepala kami, sedang Nabi Muhammad SAW mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian baginda SAW mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur." Nabi Muhammad SAW mengulangi sebanyak 3 kali."
Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk di depannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikul maut dan duduk dekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah SWT dan redhaNya."
Nabi Muhammad SAW bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum di atas bumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh malaikat Muqarrabun, dibawa naik ke langit yang atas hingga sampai ke langit ketujuh, maka Allah SWT berfirman: "Catatlah suratnya di Illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan di dalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya."
Maka kembalilah roh ke jasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya"
Maka terdengar suara: "Benar hambaKu, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju ke syurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata." Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah SWT kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera aku bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat, maka turun kepadanya malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk di mukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikul maut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah."
Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai di langit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya.
Kemudian Nabi Muhammad SAW membaca ayat yang bermaksud:." Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."
Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam Sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu begitu sahaja sebagaimana ayat yang bermaksud: "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin ke dalam jurang yang curam."
Kemudian dikembalikan roh itu ke dalam jasad di dalam kubur, lalu didatangi oleh dua malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu"
Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaKu, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya. Kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."
Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah RA berkata: "Nabi Muhammad SAW bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut didatangi oleh malaikat dengan membawa sutera yang berisi misik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diredhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keredhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa ke Illiyyin.
Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oleh malaikat yang membawa kain bulu yang di dalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ke tempat yang rendah hina dan seksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan di atas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa ke Sijjin."
Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar RA berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran cukup untuk menerangi jika tidak maka Allah SWT memberikan kepadanya nur cahaya penerang yang menyerupai terangnya matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas.
Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk ke dalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan seksa neraka itu setiap pagi dan petang."......
Wallahu'alam........
Cttn ......
KE MANA ROH SETELAH MENINGGALKAN JASAD. PERJALANAN ROH SETELAH MENINGGALKAN JASAD.
Apabila ruh sudah berpisah dari tubuh, ia berada di alam yang dinamakan Barzakh, dan ia tidak akan mampu sama sekali untuk kembali ke alam dunia semula sama ada dalam keadaan baik atau buruk.
Dakwaan Roh pulang kembali ke rumahnya setelah hari-hari tertentu adalah TIDAK BENAR. Tidak kiralah sama ada roh itu dalam keadaan baik atau buruk. Manakala jika benar kelihatan mahkluk seperti si mati dan kendengaran suara-suara menangis, maka pandangan Ulama adalah ia hanyalah angkara Jin dan Syaitan yang menyerupai si mati dan gangguan mereka, tidak lebih dari itu.
Bukti bahawa Roh tidak boleh kembali berdasarkan dalil berikut :-
Firman Allah ertinya : " Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka ( orang kafir) dia berkata : " Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal yang soleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak (jawapan Allah), sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya sahaja (janji kosong) . Dan di hadapan mereka ada DINDING (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan" ( Al-Mu'minuun : 99-100).
Imam Mujahid (Tabien dan anak murid Ibn Abbas r.a) dan Ibn Zaid berkata tentang ayat ini : "Barzakh adalah seperti satu tembok yang menghalang orang yang mati kembali ke dunia."
Firman Allah ertinya : "Allah SWT memegang jiwa (ruh) ketika matinya (seseorang) dan memegang jiwa(ruh) orang yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.." ( Az-Zumar : 42 ).
Melalui ayat ini, jelas bahawa roh berada di dalam pegangan Allah SWT dan Allah tidak membenarkan sama sekali Roh untuk kembali ke dunia, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat sebelum ini,
Terdapat juga ulama berpandangan bahawa roh orang yang telah mati boleh bertemu dengan roh orang hidup ketika mereka sedang tidur (melalui mimpi). (Ar-Ruh, Ibn Qayyim, ms 20). Bagaimanapun, tiada yang berpandangan roh tersebut boleh bertemu dengan orang hidup semasa sedar mereka. Semua roh yang telah di ambil Allah SWT akan sibuk dengan urusan mereka sama ada baik atau buruk.
Prof Ahmed Azzedine Al-Bayanuny dan Prof. Mohamed Hussin pernah menegaskan bahwa dakwaan orang-orang kristian yang boleh bertemu dengan ruh si mati dengan teknik jampian kahs adalah penipuan yang menggunakan Jin dan syaitan. Ia bukannya ruh yang sebenar. ( Rujuk Al-Iman Bil Malaika dan Al-Ruhiya al-Haditha)
Destinasi Roh Selepas Mati.
Ulama berbeza pandangan dalam menentukan tempat tinggal Roh selepas mati seperti berikut (Rujuk Syarh Al-‘Aqidah At-Tohawiyah, Tahqiq Syuaib Arnout, 2/613-614, cet Muasassah ar-Risalah) :-
a) Roh Mukmin di dalam Syurga dan Roh Kafir di dalam Neraka.
b) Kedua-duanya di dalam kubur mereka, dan Roh Mukmin di bukakan taman Syurga serta memperolehi nikmatnya dan Kafir di bukakan lubang azab neraka.
c) Roh Mukmin di alam tinggi (‘illiyyin) di langit ketujuh dan Kafir di ‘Sijjin' di dunia yang ketujuh terbawah.
d) Roh para Shuhada' (mati syahid) berada di Syurga dan Roh seluruh Mukmin lain berada di kuburan mereka. (pandangan Imam Ibn Abd Al-Barr)
Antara dalil dalam hal destinasi roh selepas kematian ini ada diterangkan di dalam hadith
" Roh yang Mukmin dalam keadaan burung-burung yang bergantungan di pokok-pokok di dalam Syurga, sehinggalah Allah mengembalikannya kepada jasadnya pada hari dibangkitkannya." (Ibn Majah, no 1449 ; Ahmad, no 15716 12/315 cet Dar al-Hadis; Sohih menurut Ibn Hibban no. 743, Syuaib Arnaout dan Ahmad Syakir)
Berdasarkan sebuah hadith lain, apabila seorang Mukmin itu mati rohnya akan dibawa naik ke langit sehingga sampai ke langit ke tujuh, maka berkata Allah SWT : Tuliskan buku hambaku ini di ‘illiyyin' (tempat yang tinggi) dan kemudian dikembalikannya ke jasadnya kembali dan di datangi pula oleh dua Malaikat ... (Ringkasan Hadith riwayat Ahmad, Abu Daud no 4753, Sohih menurut al-Hakim, Syuaib Arnaout dan Ahmad Syakir)
Manakala Roh si jahat dan Kafir pula juga di bawa naik ke langit dengan bau yang amat busuk dan digelar dengan nama yang terburuk dan apabila sampai di langit, maka tidak dibukakan pintu langit kemudian Nabi SAW membacakan ayat 40 dari Surah al-A'raf . Kemudian Allah SWT mengarahkan agar dtuliskan namanya di dalam ‘Sijjin' (neraka) kemudian di campakkan Rohnya dan Nabi SAW membacakan firman Allah : " Sesiapa yang syirik kepada Allah, maka adalah seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh" (Al-A'raf : 31) . Kemudian dikembalikan kepada jasadnya, ...kemudian di datangi Malaikat..lalu dibukakan pintu dari neraka, lalu datanglah kepanasannya dan racunnya, dan kuburnya pula menyempit sehingga bersilang rusuknya. (Ringkasan dari Hadith riwayat Ahmad, Abu Daud no 4753, Sohih menurut al-Hakim, Syuaib Arnaout dan Ahmad Syakir)
Berdasarkan ayat Quran juga, ruh si jahat juga akan di azab di dalam alam barzakhnya. Iaitu :
" Api neraka dikenakan kepada mereka (kafir) pada pagi dan petang, manakala di apabila tiba qiyamat mereka di masukkan bersama keluarga Firaun yang dikenakan azab" (Ghafir : 40)
Kesimpulannya, Roh tidak mampu kembali ke alam dunia kerana Barzakh adalah tembok yang menghalangnya, dan Roh mukmin di berikan nikmat di alam barzakh manakala Roh di kafir diazab sehingga kiamat.
Wallahu'alam.




Daftar Isi Al-Quran dan Terjemahan - Silakan Klik untuk membacanya:
  1. Surat Al Fatihah (Pembukaan)
  2. Surat Al Baqarah (Sapi Betina)
  3. Surat Ali 'Imran (Keluarga 'Imran)
  4. Surat An Nisa' (Wanita)
  5. Surat Al Ma'idah (Hidangan)
  6. Surat Al An'am (Binatang Ternak)
  7. Surat Al A'raf  (Tempat Tertinggi)
  8. Surat Al Anfal (Rampasan Perang)
  9. Surat At Taubah (Pengampunan)
  10. Surat Yunus (Nabi Yunus A.S.)
  11. Surat Hud (Nabi Huud A.S.)
  12. Surat Yusuf (Nabi Yusuf A.S.)
  13. Surat Ar Ra'd (Guruh)
  14. Surat Ibrahim (Nabi Ibrahim A.S.)
  15. Surat Al Hijr (Daerah Pegunungan)
  16. Surat An Nahl (Lebah)
  17. Surat Al Israa' (Memperjalankan Di Malam Hari)
  18. Surat Al Kahfi (Gua)
  19. Surat Maryam (Maryam)
  20. Surat Thaha (Thaahaa)
  21. Surat Al Anbiya' (Kisah Para Nabi)
  22. Surat Al Hajj (Ibadah Haji)
  23. Surat Al Mu'minun (Orang Mukmin)
  24. Surat An Nur (Cahaya)
  25. Surat Al Furqaan (Pembeda)
  26. Surat Asy Syu'ara' (Penyair)
  27. Surat An Naml (Semut)
  28. Surat Al Qashash (Cerita)
  29. Surat Al 'Ankabuut (Laba-Laba)
  30. Surat Ar Ruum (Bangsa Rumawi)
  31. Surat Luqman (Luqman)
  32. Surat As Sajdah ((Sujud)
  33. Surat Al Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
  34. Surat Saba' (Kaum Saba')
  35. Surat Fathir (Pencipta)
  36. Surat Yaasiin
  37. Surat Ash Shaffat (Yang Bershaf-Shaf)
  38. Surat Shaad
  39. Surat Az Zumar (Rombongan-Rombongan)
  40. Surat Al Mu'min (Orang Yang Beriman)
  41. Surat Fushshilat (Yang Dijelaskan)
  42. Surat Asy Syuura (Musyawarah)
  43. Surat Az Zukhruf (Perhiasan)
  44. Surat Ad Dukhaan (Kabut)
  45. Surat Al Jaatsiyah (Yang Berlutut)
  46. Surat Al Ahqaaf (Bukit Pasir)
  47. Surat Muhammad (Nabi Muhammad SAW)
  48. Surat Al Fath (Kemenangan)
  49. Surat Al Hujuraat (Kamar-Kamar)
  50. Surat Qaaf
  51. Surat Adz Dzaariyaat (Angin Yang Menerbangkan)
  52. Surat Ath Thuur (Bukit)
  53. Surat An Najm (Bintang)
  54. Surat Al Qamar (Bulan)
  55. Surat Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah)
  56. Surat Al Waaqi'ah (Hari Kiamat)
  57. Surat Al Hadid (Besi)
  58. Surat Al Mujadilah (Wanita Yang Mengajukan Gugatan)
  59. Surat Al Hasyr (Pengusiran)
  60. Surat Al Mumtahanah (Wanita Yang Diuji)
  61. Surat Ash Shaff (Barisan)
  62. Surat Al Jumu'ah (Hari Jum'at)
  63. Surat Al-Munafiqun (Orang-Orang Munafik)
  64. Surat At Taghabun (Hari Ditampakkan Kesalahan-Kesalahan)
  65. Surat Ath Thalaaq (Talak)
  66. Surat At Tahrim (Mengharamkan)
  67. Surat Al Mulk (Kerajaan)
  68. Surat Al Qalam (Pena)
  69. Surat Al Haqqah (Kiamat)
  70. Surat Al Ma'arij (Tempat-Tempat Naik)
  71. Surat Nuh (Nabi Nuh A.S)
  72. Surat Al Jin (Jin)
  73. Surat Al Muzzammil (Orang Yang Berselimut)
  74. Surat Al Muddatstsir (Orang Yang Berselimut)
  75. Surat Al Qiyamah (Hari Kiamat)
  76. Surat Al Insaan (Manusia)
  77. Surat Al Mursalat (Malaikat-Malaikat Yang Diutus)
  78. Surat An Naba´ (Berita Besar)
  79. Surat An Naazi´ (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut)
  80. Surat 'Abasa (Bermuka Masam)
  81. Surat At Takwir (Menggulung)
  82. Surat Al Infithar (Terbelah)
  83. Surat Al Muthaffifiin (Orang-Orang Yang Curang)
  84. Surat Al Insyiqaaq (Terbelah)
  85. Surat Al Buruuj (Gugusan Bintang)
  86. Surat Ath Thaariq (Yang Datang Di Malam Hari)
  87. Surat Al A´Laa (Yang Paling Tinggi)
  88. Surat Al Ghaasyiyah (Hari Kiamat)
  89. Surat Al Fajr (Fajar)
  90. Surat Al Balad (Negeri)
  91. Surat Asy Syams (Matahari)
  92. Surat Al Lail (Malam)
  93. Surat Adh Dhuhaa (Waktu Dhuha)
  94. Surat Alam Nasyrah /Al Insyirah (Bukankah Kami Telah Melapangkan)
  95. Surat At Tiin (Buah Tin)
  96. Surat Al 'Alaq (Segumpal Darah)
  97. Surat Al Qadr (Kemuliaan)
  98. Surat Al Bayyinah (Bukti Yang Nyata)
  99. Surat Al Zalzalah (Goncangan)
  100. Surat Al 'Adiyat (Kuda Perang Yang Berlari Kencang)
  101. Surat Al Qari'ah (Hari Kiamat)
  102. Surat At Takatsur (Bermegah-Megahan)
  103. Surat Al 'Ashr (Masa)
  104. Surat Al Humazah (Pengumpat)
  105. Surat Al Fiil (Gajah)
  106. Surat Quraisy (Suku Quraisy)
  107. Surat Al Ma'un (Barang-Barang Yang Berguna)
  108. Surat Al Kautsar (Nikmat Yang Banyak)
  109. Surat Al Kafirun (Orang-Orang Kafir)
  110. Surat An Nashr (Pertolongan)
  111. Surat Al Lahab (Gejolak Api)
  112. Surat Al Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah)
  113. Surat Al Falaq (Waktu Subuh)
  114. Surat An Naas (Manusia)
....................................

Tiada ulasan: