Rabu, 28 November 2018

Indah. 8732.


6 Facts About Dome of Masjid e Nabawi You Didn’t Know About   
Dome of Masjid e Nabawi is also known as Gunbad e Khizra. There are 6 facts which will amaze you and clarify all the misconceptions about it.
1. The dome kept decorated differently with different ears

People in historical era used to decorate the tomb with silver and gold jewels. As time passed by, all of it was taken off and the grave remained the simple one. No one in the history every decorated the grave but indeed decorated the tomb. Prophet Muhammad PBUH’s grave is 2 cubits long and 41 inches high.

2. Once the Dome of Prophet Mosque was burnt

In 1481, the mosque got stuck with huge fire which almost burnt the dome of Masjid e Nawabi. Furthermore, the walls of inner chamber got affected too, which later had to reconstructed.

3. The Dome was never there, It was constructed in 678 AH
Many people think that the dome of Prophet Muhammad PBUH’s grave was always there, that’s not true!

PROPHET MUHAMMAD MOSQUE FACTS
Photo: Abdullah Shakoor / Pixabay
The dome was first constructed in 678 AH by Al- Naasir Hasan Ibn Muhammad Qalawoon.

4. There are Special people hired for it’s cleaning

People often think that “Ordinary” people like you and me are hired for the cleaning of Chamber, but that is not true!

There are special people assigned to perform this task, Eunuchs from Abyssinia, these people live in isolation and are getting extint. Right now, only five Eunuchs left!

5. Dome’s Window mistake for a grave!

This thing on the top of the dome of Masjid e Nabawi is a window and nothing else.
grave on dome muhammad masjid nabawi
Photo: Life in Saudi Arabia
But sadly a story narrated by Sheikh Al Zubaidi, who says that a person tried to demolish the green dome, and was about to damage it as he stands over it was struck by lightening and killed the man.
dome of masjid e nabawi
Photo: Abdullah Shakoor / Pixabay
When people observed a dead body and wanted to get rid of it, but they couldn’t so a very pious man in Madina was instructed through a dream to bury the body where it is. This story is fake and a complete lie.


6. The dome of Masjid e Nabawi was not always green!
muhammad wallpapers masjid nabwi
Photo: Abdullah Shakoor / Pixabay
The dome of Masjid e Nabwi was never always green,, it was first constructed with wood and used to be of brown color after some time it was changed to White color, then it changed to Blue and Purple and upon the orders from the Sultan of Ottoman it was given green color in 1253 AH.

6 Facts About Dome of Masjid e Nabawi
https://theislamicinformation.com/facts-dome-masjid-e-nabawi/

Layani Nasabah 24 Jam, Mandiri Syariah Kenalkan Fitur Chatbot Aisyah 
 Senin, 26 November 2018 - 23:04 WIB
Layani Nasabah 24 Jam, Mandiri Syariah Kenalkan Fitur Chatbot Aisyah
PT Bank Syariah Mandiri perkenalkan Aisyah (Asisten Interaktif Mandiri Syariah) atau chatbot sebagai customer center virtual yang dapat melayani nasabah 24 jam. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri memperkenalkan Aisyah (Asisten Interaktif Mandiri Syariah) atau chatbot yang berfungsi sebagai customer center virtual yang dapat melayani nasabah selama 24 jam dalam seminggu. Fitur ini akan membantu nasabah dalam memberikan informasi produk dan layanan, promo event, lokasi ATM atau Kantor Cabang, dan lainnya.

Direktur Technology and Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan, Aisyah merupakan salah satu langkah transformasi digital Mandiri Syariah dalam memberikan layanan yang lebih efektif, efisien dan customer-oriented. 

Nantinya, nasabah dapat berkomunikasi dengan Aisyah melalui platform media sosial dan messaging apps seperti Telegram, Facebook Messenger dan livechat di website corporate Mandiri Syariah. Selanjutnya, pengguna harus mengikuti akun resmi Mandiri Syariah di Facebook Messenger, @MandiriSyariahBot untuk Telegram. 

“Aisyah adalah chatbot pertama yang dimiliki bank syariah. Insya Allah, Aisyah bersifat customer-oriented karena memang dibuat semata-mata untuk kemudahan nasabah. Jadi, dengan adanya Aisyah, nasabah Mandiri Syariah dapat menanyakan segala hal yang berhubungan dengan Mandiri Syariah kapanpun dan dimanapun," kata Syafii saat konferensi pers di Jakarta, Senin (26/11/2018). 

Selain itu, peluncuran Aisyah juga untuk ekspansi ke nasabah generasi millennial. Adapun nasabah Mandiri Syariah yang termasuk generasi millennial baru mencapai 23%. Dia melanjutkan, peluncuran fitur ini sebagai aplikasi layanan untuk nasabah Mandiri Syariah didasari oleh adanya perubahan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi saat ini telah memunculkan inovasi sistem pembayaran antara lain sistem pembayaran berbasis quick response code (QR code).

Menurut dia, teknologi sistem pembayaran ini memberi kemudahan bagi nasabah dalam transaksi atau melakukan pembayaran. "Upaya inovasi ini kami lakukan untuk memberi layanan transaksi lebih baik dan lebih mudah bagi nasabah yang akan membawa dampak posisif bagi perbankan syariah sehingga dapat meningkatkan market share perbankan syariah,” jelas Syafii.

Di sisi lain, pengembangan sistem transaksi pembayaran sangat penting bagi perseroan. Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan bank syariah sebagai bank transaksional selain sebagai bank untuk tempat menabung. 

Menurut Syafii, masyarakat modern saat ini sangat tergantung pada media digital. Maka dari itu, perseroan akan terus berupaya untuk meningkatkan layanan digital banking Mandiri Syariah termasuk Mobile Banking Mandiri Syariah. 

Saat ini Mandiri Syariah Mobile Banking hadir dengan fitur lebih lengkap diantaranya dapat digunakan untuk platform IOS, bisa top up saldo emoney dan update saldo emoney bagi ponsel yang memiliki fitur Near Field Communication (NFC), QR pay, pembelian pulsa, token listrik, pembayaran zakat, infaq, sampai dengan cek jadwal sholat. 

Ke depannya, layanan Mandiri Syariah Mobile Banking akan terus dilengkapi dengan fitur-fitur sesuai perkembangan costumer behavior saat ini dan sesuai kebutuhan nasabah dalam melakukan transaksi ke berbagai perusahaan ecommerce.

Sejalan dengan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia dalam meningkatkan keamanan transaksi, efisiensi pembayaran dan kedaulatan pengelolaan keuangan, Mandiri Syariah menerbitkan new design Debit Card Mandiri Syariah yang berteknologi chip. Perseroan menawarkan tiga pilihan jenis kartu yaitu silver, gold dan platinum yang dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah.

Sampai dengan November ini, total Debit Card Mandiri Syariah yang berlogo GPN dan berteknologi chip telah terdistribusi ke nasabah mencapai lebih dari 30% atau sekitar 2,2 juta kartu. "Angka ini lebih cepat dari ketentuan BI yang menetapkan pendistribusian 30% di akhir tahun 31 Des 2018” kata Syafii. Sementara itu, total nasabah Bank Mandiri Syariah kini mencapai 5,4 juta nasabah.

(akr)
Layani Nasabah 24 Jam, Mandiri Syariah Kenalkan...
https://ekbis.sindonews.com/read/1357722/178/layani-nasabah-24-jam-mandiri-syariah-kenalkan-fitur-chatbot-aisyah-1543234043

3 Dokter Spesialis RSUD Pekanbaru Ditahan  Senin, 26 November 2018 - 23:02 WIB
3 Dokter Spesialis RSUD Pekanbaru Ditahan
Tiga dokter spesialis RSUD Pekanbaru ditahan karena terlibat korupsi. Foto Ilustrasi/Dok SINDO
Kasus ini sebelumnya ditangani Polresta Pekanbaru. Namun penanganan di kepolisian tidak dilakukan penahanan. "Kelimanya sudah kita tahan selama 20 hari," tukasnya.PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Riau melakukan penahanan terhadap tiga dokter yang berdinas di Rumah Sakit Umum (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru. Ketiga dokter spesialis itu diduga melakukan korupsi berjamaah pengadaan alat kesehatan.

Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Sri Odit Megonondo mengatakan dalam kasus korupsi berjamaah proyek pengadaan alat kesehatan itu, negara dirugikan Rp240 juta. Ketiga dokter itu adalah drg Masrial, dr‎ Kuswan Ambar Pamungkas dan dr Wili Yulifar

"Ketiganya merupakan spesialis dokter bedah," ucap Odit, Senin (26/11/2018).

Dalam hasil hitungan BPKP Riau, bahwa mereka diduga melakukan mark up alat kesehatan di RSUD milik Pemprov Riau dari tahun 2012 sampai 2013. Dana yang di mark up merupakan proyek pelayanan alat bedah sentral.

"Modusnnya alat-alat kesehatan itu dinaikan harganya," imbuhnya.

Dalam melakukan korupsi berjamaah, ketiga dokter itu melakukan kerja sama dengan pihak penyedia alat kesehatan tersebut. Mereka adalah Muhklis dan Yuni Efriati yang berasal dari pengusaha. 

(rhs)
3 Dokter Spesialis RSUD Pekanbaru Ditahan
https://daerah.sindonews.com/read/1357778/174/3-dokter-spesialis-rsud-pekanbaru-ditahan-1543245133



Tiada ulasan: