ﺑِﺴْــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ
ماشاءالله
سبحان الله
الله اکبر
سُبْحَانَ اللَّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيّدنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلۓِ سَيّدنَا مُحَمَّدٍ الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن
Allah berfirman yang bermaksud; “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS: Al Imran 3:185)
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
بسم الله الرحمن الرحيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين،
وعلى آله وصحبه أجمعين
.
Kisah Syekh Hatim: Pura-Pura Tuli Selama 15 Tahun.
By Abdul Last updated Jan 22, 2018
Abu Abdirrahman Hatim bin Alwan (w. 237 H/751 M), atau lebih dikenal sebagai Syekh Hatim al-Asham seorang syekh yang dikenal zuhud dan penasihat. Asal tahu saja, nama al-Asham di belakangnya berarti Tuli atau orang tuli.
Ternyata, di balik nama al-asham nya tersebut ada cerita menarik dan inspiratif yang harus kita tiru.
Dalam syarh Syu’abul Iman, Syekh Abu Ali ad-Daqqaq (w. 405 H/1015M) menghikayatkan, suatu hari ada seorang wanita yang mendatangi Syekh Hatim. Ia memiliki permasalahan yang hendak diadukan.
Di tengah-tengah pembicaraan, wanita tersebut buang angin—alias kentut. Ia pun kelabakan dengan kejadian memalukannya tersebut di depan sang syekh, ia merasa malu jikalau syekh mengetahuinya.
Namun alih-alih menegur atau menertawakan si wanita tersebut, syekh berpura-pura tak mendengarnya. Ia berperilaku seolah-olah tuli, meski mengetahui dengan jelas kalau si wanita itu kentut.
Dengan kebijaksanaannya, Syekh meminta, “Keraskanlah suaramu hai wanita!”
Dengan perasaan lega, wanita tersebut meneruskan urusannya bersama Syekh tanpa rasa canggung. Ia beranggapan syekh tidak mendengar kentutnya tadi.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Syekh Hatim al-Asham berpura-pura tuli selama kurang lebih 15 tahun selama wanita tersebut hidup. []
Sumber:
By Abdul Last updated Jan 22, 2018
Abu Abdirrahman Hatim bin Alwan (w. 237 H/751 M), atau lebih dikenal sebagai Syekh Hatim al-Asham seorang syekh yang dikenal zuhud dan penasihat. Asal tahu saja, nama al-Asham di belakangnya berarti Tuli atau orang tuli.
Ternyata, di balik nama al-asham nya tersebut ada cerita menarik dan inspiratif yang harus kita tiru.
Dalam syarh Syu’abul Iman, Syekh Abu Ali ad-Daqqaq (w. 405 H/1015M) menghikayatkan, suatu hari ada seorang wanita yang mendatangi Syekh Hatim. Ia memiliki permasalahan yang hendak diadukan.
Di tengah-tengah pembicaraan, wanita tersebut buang angin—alias kentut. Ia pun kelabakan dengan kejadian memalukannya tersebut di depan sang syekh, ia merasa malu jikalau syekh mengetahuinya.
Namun alih-alih menegur atau menertawakan si wanita tersebut, syekh berpura-pura tak mendengarnya. Ia berperilaku seolah-olah tuli, meski mengetahui dengan jelas kalau si wanita itu kentut.
Dengan kebijaksanaannya, Syekh meminta, “Keraskanlah suaramu hai wanita!”
Dengan perasaan lega, wanita tersebut meneruskan urusannya bersama Syekh tanpa rasa canggung. Ia beranggapan syekh tidak mendengar kentutnya tadi.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Syekh Hatim al-Asham berpura-pura tuli selama kurang lebih 15 tahun selama wanita tersebut hidup. []
Sumber:


Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Bismillahirrohmanirrohim.
Bila berkata...
Bila berhujah...
Bila memberi pendapat...
Bila bercerita...
Sama ada secara lisan atau bertulis dan Hindarilah dari membuka aib diri sendiri dan orang lain serta nilai tambahnya Jauhilah diri dari mencela diri sendiri dan mencelakakan orang lain
Jangan kedekut.
Maksudnya jangan sesekali kedekut untuk berbuat baik kepada diri sendiri.
Aamiin Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim Ya Rob...
Wassalamu.