ﺑِﺴْــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ
ماشاءالله
سبحان الله
الله اکبر
سُبْحَانَ اللَّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيّدنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلۓِ سَيّدنَا مُحَمَّدٍ الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن
Allah berfirman yang bermaksud; “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS: Al Imran 3:185)
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
بسم الله الرحمن الرحيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين،
وعلى آله وصحبه أجمعين
.
Apakah Benar Penghuni Surga Bisa Melihat Allah?
By Abdul Last updated Jan 22, 2018
Ada salah satu firman Allah yang menggambarkan sifat penghuni surga:
“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, kepada Rabb-nya lah mereka melihat.” (al-Qiyamah: 22-23)
Di samping itu Rasulullah telah bersabda,
“Sesungguhnya kalian akan dapat melihat rabbmu sebagaimana kamu melihat bulan.”
Para ulama berkata bahwa melihat Allah dimungkinkan secara akal dan wajib secara “nagel” (sesuai urutan riwayat) tanpa disebut tata cara maupun batasannya.
Allah dilihat bukan di suatu tempat atau penjuru.
Firman Allah,
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” (Yunus: 26). Sementara yang dimaksud tambahannya adalah kenikmatan melihat Allah.
Anda Bertanya Islam Menjawab, Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi.
Sumber:
By Abdul Last updated Jan 22, 2018
Ada salah satu firman Allah yang menggambarkan sifat penghuni surga:
“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, kepada Rabb-nya lah mereka melihat.” (al-Qiyamah: 22-23)
Di samping itu Rasulullah telah bersabda,
إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبًّكُمْ عَيْنًا كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ
“Sesungguhnya kalian akan dapat melihat rabbmu sebagaimana kamu melihat bulan.”
Para ulama berkata bahwa melihat Allah dimungkinkan secara akal dan wajib secara “nagel” (sesuai urutan riwayat) tanpa disebut tata cara maupun batasannya.
Allah dilihat bukan di suatu tempat atau penjuru.
Firman Allah,
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” (Yunus: 26). Sementara yang dimaksud tambahannya adalah kenikmatan melihat Allah.
Anda Bertanya Islam Menjawab, Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi.
Sumber:


Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Bismillahirrohmanirrohim.
Bila berkata...
Bila berhujah...
Bila memberi pendapat...
Bila bercerita...
Sama ada secara lisan atau bertulis dan Hindarilah dari membuka aib diri sendiri dan orang lain serta nilai tambahnya Jauhilah diri dari mencela diri sendiri dan mencelakakan orang lain
Jangan kedekut.
Maksudnya jangan sesekali kedekut untuk berbuat baik kepada diri sendiri.
Aamiin Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim Ya Rob...
Wassalamu.