Isnin, 1 Januari 2018

6826. Bani Isra'il mengembara tidak berketentuan tempat tinggalnya.

ﺑِﺴْــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ

Allah berfirman yang bermaksud; “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (QS: Al Imran 3:185)


ماشاءالله



سبحان الله



الله اکبر

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

بسم الله الرحمن الرحيم

Bani Isra'il mengembara tidak berketentuan tempat tinggalnya. 

Tidak kurang-kurang kurniaan Allah yang diberikan kepada kaum Bani Isra'il. 

Mereka telah dibebaskan dari kekuasaan Fir'aun yang kejam yang telah menindas dan memperhambakan mereka berabad-abad lamanya. 

- Telah diperlihatkan kepada mereka bagaimana Allah telah membinasakan Fir'aun, musuh mereka tenggelam di laut. 

- Kemudian tatkala mereka berada di tengah-tengah padang pasir yang kering dan tandus, Allah telah memancarkan air dari sebuah batu dan menurunkan hidangan makanan "Manna dan Salwa" bagi keperluan mereka.

- Di samping itu Allah mengutuskan beberapa orang rasul dan nabi dari kalangan mererka sendiri untuk memberi petunjuk dan bimbingan kepada mereka. 

Akan tetapi kurnia dan nikmat Allah yang susul-menyusul yang diberikan kepada mereka, tidaklah mengubah sifat-sifat mereka yang tidak mengenal syukur, berkeras kepala dan selalu membangkang terhadap perintah Allah yang diwahyukan kepada rasul-Nya.

Demikianlah tatkala Allah mewahyukan perintah-Nya kepada Nabi Musa untuk memimpin kaumnya pergi ke Palestin, tempat suci yang telah dijanjikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menjadi tempat tinggal anak cucunya, mereka membangkang dan enggan melaksanankan perintah itu. 

Alasan penolakan mereka ialah kerana mereka harus menghadapi suku "Kana'aan" yang menurut anggapan mereka adalah orang-orang yang kuat dan perkasa yang tidak dapat dikalahkan dan diusir dengan aduan kekuatan. Mereka tidak mempercayai janji Allah melalui Musa, bahawa dengan pertolongan-Nya mereka akan dapat mengusir suku Kan'aan dari kota Ariha untuk dijadikan tempat pemukiman mereka selama-lamanya.

Berkata mereka tanpa malu, menunjuk sifat pengecutnya kepada Musa: "Hai Musa, kami tidak akan memasuki Ariha sebelum orang-orang suku Kan'aan itu keluar. Kami tidak berdaya menghadapi mereka dengan kekuatan fizikal kerana mereka telah terkenal sebagai orang-orang yang kuat dan perkasa. Pergilah engkau berserta Tuhanmu memerangi dan mengusir orang-orang suku Kan'aan itu dan tinggalkanlah kami di sini sambil menanti hasil perjuanganmu." 

Naik pitamlah Nabi Musa melihat sikap kaumnya yang pengecut itu yang tidak mahu berjuang dan memerah keringat untuk mendapat tempat pemukiman, tetapi ingin memperolehnya secara hadiah atau melalui mukjizat sebagaimana mereka telah mengalaminya dan banyak peristiwa. Dan yang menyedihkan hati Musa ialah kata-kata mengejek mereka yang mengatakan bahawa dada mereka masih belum bersih dari benih kufur dan syirik kepada Allah.

Dalam keadaan marah setelah mengetahui bahawa tiada seorang daripada kaumnya yang akan mendampinginya melaksanakan perintah Allah itu, berdoalah Nabi Musa kepada Allah: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai selain diriku dan diri saudaraku Harun, maka pisahkanlah kami dari orang-orang yang fasiq yang mengingkari nikmat dan kurnia-Mu."

Sebagaimana hukuman bagi Bani Isra'il yang telah menolak perintah Allah memasuki Palestin, Allah mengharamkan negeri itu atas mereka selama empat puluh tahun dan selama itu mereka akan mengembara berkeliaran di atas bumi Allah tanpa mempunyai tempat mukim yang tetap. Mereka hidup dalam kebingungan sampai musnahlah mereka semuanya dan datang menyusul generasi baru yang akan mewarisi negeri yang suci itu sebagaimana yang telah disanggupkan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim a.s.

Pokok cerita tersebut di atas dikisahkan oleh Al-Quran dalam surah "Al-Maidah ayat 20 sehingga ayat 26 sebagaimana berikut:


أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

بسم الله الرحمن الرحيم


20~ Dan {ingatlah} ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikannya kamu orang-orang merdeka dan diberi-Nya kepada mu apa yang belum pernah diberi-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain." 



21~ Hai kaumku, masuklah ke tanah suci {Palestin} yang telah ditentukan oleh Allah bagimu dan janganlah kamu lari kebelakang {kerana takut kepada musuh} maka kamu akan menjadi orang-orang yang rugi. 



22~ Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa sesungguhnya kami tidak sesekali akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya. Jika mereka keluar daripadanya, pasti kami akan memasukinya" 


23~ Berkatalah dua orang di antara orrg-orang yang takut {kepada Allah} yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: " Serbulah mereka melalui pintu gerbang {kota} itu, maka bila kamu memasukinya nescaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu orang-orang yang beriman." 



24~ Mereka berkata: "Hai Musa, kami sesekali tidak akan memasuki selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja." 



25~ Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu." 




26~ Allah berfirman: {Jika demikian} maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun {selama itu} mereka akan berpusing-pusing kebingungan di bumi itu. Maka janagnlah kamu bersedih hati {memikirkan nasib} orang-orang yang fasiq itu." {Al-Maidah: 20 ~ 26}

Sumber:
DIPOSTING OLEH DANISSHA DI 17.56 
http://www.quran30.net/2014/04/surat-al-maaidah-ayat-1-120.html

Daftar Isi Al-Quran dan Terjemahan
Silakan Klik untuk membacanya:

    1. Surat Al Fatihah (Pembukaan)
    2. Surat Al Baqarah (Sapi Betina)
    3. Surat Ali 'Imran (Keluarga 'Imran)
    4. Surat An Nisa' (Wanita)
    5. Surat Al Ma'idah (Hidangan)
    6. Surat Al An'am (Binatang Ternak)
    7. Surat Al A'raf  (Tempat Tertinggi)
    8. Surat Al Anfal (Rampasan Perang)
    9. Surat At Taubah (Pengampunan)
    10. Surat Yunus (Nabi Yunus A.S.)
    11. Surat Hud (Nabi Huud A.S.)
    12. Surat Yusuf (Nabi Yusuf A.S.)
    13. Surat Ar Ra'd (Guruh)
    14. Surat Ibrahim (Nabi Ibrahim A.S.)
    15. Surat Al Hijr (Daerah Pegunungan)
    16. Surat An Nahl (Lebah)
    17. Surat Al Israa' (Memperjalankan Di Malam Hari)
    18. Surat Al Kahfi (Gua)
    19. Surat Maryam (Maryam)
    20. Surat Thaha (Thaahaa)
    21. Surat Al Anbiya' (Kisah Para Nabi)
    22. Surat Al Hajj (Ibadah Haji)
    23. Surat Al Mu'minun (Orang Mukmin)
    24. Surat An Nur (Cahaya)
    25. Surat Al Furqaan (Pembeda)
    26. Surat Asy Syu'ara' (Penyair)
    27. Surat An Naml (Semut)
    28. Surat Al Qashash (Cerita)
    29. Surat Al 'Ankabuut (Laba-Laba)
    30. Surat Ar Ruum (Bangsa Rumawi)
    31. Surat Luqman (Luqman)
    32. Surat As Sajdah ((Sujud)
    33. Surat Al Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
    34. Surat Saba' (Kaum Saba')
    35. Surat Fathir (Pencipta)
    36. Surat Yaasiin
    37. Surat Ash Shaffat (Yang Bershaf-Shaf)
    38. Surat Shaad
    39. Surat Az Zumar (Rombongan-Rombongan)
    40. Surat Al Mu'min (Orang Yang Beriman)
    41. Surat Fushshilat (Yang Dijelaskan)
    42. Surat Asy Syuura (Musyawarah)
    43. Surat Az Zukhruf (Perhiasan)
    44. Surat Ad Dukhaan (Kabut)
    45. Surat Al Jaatsiyah (Yang Berlutut)
    46. Surat Al Ahqaaf (Bukit Pasir)
    47. Surat Muhammad (Nabi Muhammad SAW)
    48. Surat Al Fath (Kemenangan)
    49. Surat Al Hujuraat (Kamar-Kamar)
    50. Surat Qaaf
    51. Surat Adz Dzaariyaat (Angin Yang Menerbangkan)
    52. Surat Ath Thuur (Bukit)
    53. Surat An Najm (Bintang)
    54. Surat Al Qamar (Bulan)
    55. Surat Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah)
    56. Surat Al Waaqi'ah (Hari Kiamat)
    57. Surat Al Hadid (Besi)
    58. Surat Al Mujadilah (Wanita Yang Mengajukan Gugatan)
    59. Surat Al Hasyr (Pengusiran)
    60. Surat Al Mumtahanah (Wanita Yang Diuji)
    61. Surat Ash Shaff (Barisan)
    62. Surat Al Jumu'ah (Hari Jum'at)
    63. Surat Al-Munafiqun (Orang-Orang Munafik)
    64. Surat At Taghabun (Hari Ditampakkan Kesalahan-Kesalahan)
    65. Surat Ath Thalaaq (Talak)
    66. Surat At Tahrim (Mengharamkan)
    67. Surat Al Mulk (Kerajaan)
    68. Surat Al Qalam (Pena)
    69. Surat Al Haqqah (Kiamat)
    70. Surat Al Ma'arij (Tempat-Tempat Naik)
    71. Surat Nuh (Nabi Nuh A.S)
    72. Surat Al Jin (Jin)
    73. Surat Al Muzzammil (Orang Yang Berselimut)
    74. Surat Al Muddatstsir (Orang Yang Berselimut)
    75. Surat Al Qiyamah (Hari Kiamat)
    76. Surat Al Insaan (Manusia)
    77. Surat Al Mursalat (Malaikat-Malaikat Yang Diutus)
    78. Surat An Naba´ (Berita Besar)
    79. Surat An Naazi´ (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut)
    80. Surat 'Abasa (Bermuka Masam)
    81. Surat At Takwir (Menggulung)
    82. Surat Al Infithar (Terbelah)
    83. Surat Al Muthaffifiin (Orang-Orang Yang Curang)
    84. Surat Al Insyiqaaq (Terbelah)
    85. Surat Al Buruuj (Gugusan Bintang)
    86. Surat Ath Thaariq (Yang Datang Di Malam Hari)
    87. Surat Al A´Laa (Yang Paling Tinggi)
    88. Surat Al Ghaasyiyah (Hari Kiamat)
    89. Surat Al Fajr (Fajar)
    90. Surat Al Balad (Negeri)
    91. Surat Asy Syams (Matahari)
    92. Surat Al Lail (Malam)
    93. Surat Adh Dhuhaa (Waktu Dhuha)
    94. Surat Alam Nasyrah /Al Insyirah (Bukankah Kami Telah Melapangkan)
    95. Surat At Tiin (Buah Tin)
    96. Surat Al 'Alaq (Segumpal Darah)
    97. Surat Al Qadr (Kemuliaan)
    98. Surat Al Bayyinah (Bukti Yang Nyata)
    99. Surat Al Zalzalah (Goncangan)
    100. Surat Al 'Adiyat (Kuda Perang Yang Berlari Kencang)
    101. Surat Al Qari'ah (Hari Kiamat)
    102. Surat At Takatsur (Bermegah-Megahan)
    103. Surat Al 'Ashr (Masa)
    104. Surat Al Humazah (Pengumpat)
    105. Surat Al Fiil (Gajah)
    106. Surat Quraisy (Suku Quraisy)
    107. Surat Al Ma'un (Barang-Barang Yang Berguna)
    108. Surat Al Kautsar (Nikmat Yang Banyak)
    109. Surat Al Kafirun (Orang-Orang Kafir)
    110. Surat An Nashr (Pertolongan)
    111. Surat Al Lahab (Gejolak Api)
    112. Surat Al Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah)
    113. Surat Al Falaq (Waktu Subuh)
    114. Surat An Naas (Manusia)
      ............................

      6825. Semalam Dr Mahathir mempersoal mengapa tiada golongan mufti tidak memperbetulkan kenyataan PAS.


      ﺑِﺴْــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ


      Allah berfirman yang bermaksud; “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (QS: Al Imran 3:185)


      ماشاءالله



      سبحان الله



      الله اکبر

      أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

      بسم الله الرحمن الرحيم

      Isu kafir: 

      Mufti diam kerana 

      campur tangan politik, kata Hadi


      Oleh Wan Anis Ilyani Wan Mohammad Azhar

      KUALA LUMPUR: PAS mempertahankan tindakan berdiam diri mufti dalam isu kafir-mengkafir sekitar tahun 1980-an dahulu kerana campur tangan politik dalam urusan pentadbiran negara.

      Presidennya, Datuk Seri Abdul Hadi Awang berkata demikian menjawab kritikan Pengerusi Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), Tun Dr Mahathir Mohamad terhadap golongan mufti yang gagal menegur PAS dalam isu mengkafirkan sesiapa yang tidak menyertai parti itu.

      "Sepatutnya dalam sistem pemerintahan demokrasi, sistem pemisahan kuasa antara legislatif, eksekutif dan kehakiman.. apa yang berlaku adalah campur tangan politik terhadap pengurusan pentadbiran.
      "Menyebabkan hakim dipecat, ketua polis negara bertindak dengan cara yang tidak tepat, mufti pun hendak dipaksa. Daripada mereka bercakap lebih baik mereka diam di masa itu, lebih selamat. Itu suasana ketika itu, itu dari segi pemerintahan negara yang perlu kita jelaskan," katanya di sidang media selepas merasmikan Kempen Penambahan Ahli PAS 'Pilihanku 2.0', di ibu pejabatnya, hari ini. 

      Terdahulu, Dr Mahathir pada semalam mempersoal mengapa tiada golongan mufti tidak memperbetulkan kenyataan PAS, yang didakwa mengkafirkan sesiapa yang tidak menyertai parti berkenaan.

      Berucap di pentas perhimpunan agung PPBM, Dr Mahathir berkata: "Mereka berdiam seribu bahasa, seolah-olah mereka setuju dengan pendapat parti PAS. Kalau mereka setuju dengan PAS, mereka tak masuk PAS maka mereka juga kafir."

      Bekas perdana menteri itu merujuk kepada Amanat Hadi yang mencetuskan peristiwa Memali pada 19 November 1985, yang menyebabkan pengikut-pengikut Ibrahim Libya merancang kononnya menggunakan pemberontakan bersenjata untuk menjatuhkan kerajaan.

      "Dr Mahathir pakar perubatan, bukan ahli hukum syarak. Oleh kerana perkara itu berkait dengan hukum syarak dan agama, dia tak boleh memaksa orang yang ahli dalam ilmu syariat untuk ikut beri fatwa mengikut kemahuannya. Saya rasa langkah mufti mengambil sikap yang begitu di zaman itu, zaman yang tidak ada pemisahan kuasa," selar Hadi.

      Peristiwa Memali tercetus pada 19 November 1985 iaitu pada era pemerintahan Dr Mahathir, ekoran tindakan pihak keselamatan mahu menahan seorang guru agama, Ibrahim Mahmud atau lebih dikenali sebagai Ibrahim Libya atas dakwaan mengancam keselamatan negara.

      Pertempuran antara pihak keselamatan dengan penduduk kampung akhirnya mengorbankan 18 orang termasuk guru agama itu beserta empat anggota polis, dengan berpuluh-puluh yang lain tercedera serta penahanan beratus-ratus orang.

      PAS sebelum ini mengkritik Dr Mahathir kerana menyebabkan perpecahan orang Melayu serta meminggirkan isu-isu kepentingan Islam.  

      PAS menafikan ia mengkafir orang Melayu yang tidak menyokong perjuangannya dan menuduh Dr Mahathir sebagai menyebarkan fitnah



      Sumber:
      DIALOG RAKYAT: Isu kafir: Mufti diam kerana campur tangan politik, kata Hadi
      .

      6824. “Kleptokrasi” – perkataan baharu yang punya implikasi mengejutkan.

      ﺑِﺴْــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ

      Allah berfirman yang bermaksud; “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (QS: Al Imran 3:185)


      ماشاءالله



      سبحان الله



      الله اکبر

      أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

      بسم الله الرحمن الرحيم

      “Kleptokrasi” – perkataan baharu yang punya implikasi mengejutkan. 

       DATUK AKHBAR SATAR December 31, 2017 9:48 am
      Beberapa tahun dahulu, Transparency International telah menamakan presiden Indonesia, Suharto sebagai pemimpin dunia paling korup 20 tahun lalu, yang mencuri antara US$15 bilion hingga US$35 bilion. 

      Beliau mengatasi pemimpin kleptokrat Filipina Ferdinand Marcos yang merompak antara US45 bilion hingga US$10 bilion. Negara-negara ini menderita di bawah pemerintahan peribadi kleptokrat, pemerintah yang korup, melaksanakan polisi ekonomi yang tidak cekap dan menggunakan helah serta tipu daya untuk mengembungkan poket mereka melalui usaha-usaha yang tidak sah. 

      Secara mudah, ‘klepto’ bermakna “pencuri” dan “krasi” bermakna “perintah”. Jadinya, secara literal “kleptokrasi” bermakna “diperintah oleh pencuri”

      Ia adalah satu istilah yang dipakai ke atas kerajaan yang memiliki sifat-sifat seperti berikut:

      a) Suatu pemerintahan apa sahaja jenis kerajaan, dengan mereka yang berkuasa mengekploitasi serta mencuri sumber negara.

      b) Mereka yang berkuasa menggunakan kuasa serta kedudukan rasminya untuk kepentingan peribadi atau mencuri daripada rakyat, dan cuba mengekalkan kuasa menerusi rasuah, pertembungan dan nepotisme;

      c) Sebuah kerajaan yang dikuasai oleh pemimpin-pemimpin yang tidak beretika, berpura-pura jujur, walhal pada realitinya bersikap sangat tamak dan terlibat dengan rasuah;

      d) Mengenakan pelbagai cukai atau beban kewangan ke atas rakyat dan syarikat-syarikat perniagaan;

      e) Memperlakukan khazanah negara seolah-olah akaun bank mereka;

      f) Mengekploitasi harta umum dan menggunakannya untuk kegunaan sendiri atau untuk kebanggan seperti menggunakan dana untuk projek-projek yang tidak sesuai, yang kadang-kadang melibatkan lebih banyak pemberian komisyen secara tidak sah.

      g) Seorang pemimpin kerajaan yang mengamalkan kronisme dan nepotisme akan memberikan kontrak dan jawatan besar dalam kerajaan kepada saudara mara atau kawan rapat, bukannya kepada mereka yang mempunyai kewibawaan dan daya saing; projek dicipta pada peringkat dasar dengan alasan utama untuk mengalirkan keluar wang daripada perbendaharaan, dengan sedikit kewajaran dan kesesuaian untuk projek berkenaan, sekali gus menafikan rakyat dan negara memanfaatkan sumber, yang sangat diperlukan seperti perumahan, sekolah, hospital dan jalan-jalan kampung.

      Sejarah padat dengan kisah-kisah mengenai apa yang terjadi kepada pemimpin-pemimpin yang korup ini. Akhirnya, kebanyakan pemimpin yang korup sebegini akan disingkirkan, ditangkap, dibunuh atau dipenjarakan. Yang paling buruk, pasangan mereka, anak-anak, cucu dan ahli keluarga menderita kerana dihina untuk beberapa generasi.

      Kadang-kadang perjalanannya agak panjang tetapi pepatah “jenayah pasti berbayar” yang juga terpakai kepada pemimpin kleptokrat pada akhirnya sentiasa terbukti benar sama ada sekarang atau di akhirat nanti. Semua ahli politik yang memilih jalan ini perlu menanya diri sama ada mereka bersedia dan bersiap untuk menghadapi akibat-akibat perlakuan jahat mereka itu.

      * Penulis adalah Presiden Transparency International Malaysia.
      Terjemahan bebas: AKMAL HAZIQ

      Fitnah yang dijaja oleh madet selama puluhan tahun...

      Sampai ke hari ini dia masih menjaja fitnah yang sama....masih berfahaman yg sama....tapi puak2 pan, pkr dan dap sudah amat yakin bahawa madet telah berubah....
      Sebenarnya bukan madet yg berubah...tapi puak2 pkr, pan dan dap tu yg berubah....depa seolah2 sudah nampak jawatan2 yg bakal disandang dalam kerajaan apabila menang pilihanraya dgn bantuan madet...apakah ia akan berlaku???....
      Bbrp hari lepas, heboh berita mengatakan bahawa madet telah melobi untuk anak kesayangannya bertanding atas tiket bn...tapi bagi aku maklumat itu tidak berapa tepat sebab maklumat yg aku perolehi sedikit berbeza... cuma aku rasa tak perlu aku dedahkan di sini kerana aku nk tengok sejauh mana tingkah puak2 ppbm dan umno ini....
      Berbalik kpd fitnah madet ini....tidak habis-habis dia membawa isu yg sama....dia sekarang adalah pembangkang, tapi pernahkah dengar dia serang umno sepertimana dia serang PAS???....dia hanya serang batang tubuh najib semata-mata...dia hanya fokus kpd pentadbiran najib sahaja....
      madet cuba utk kaitkan mufti dalam isu ini seolah2nya para mufti yang merupakan penasihat agama kpd para sultan tidak memainkan apa2 peranan....sedarkah bahawa di zaman madet, para mufti telah dinafikan hak depa utk bersuara???...malah dihalang sama sekali menjalankan amanah mengikut peruntukan undang-undang yg telah ditetapkan....
      contoh paling aula iaitu kes pemecatan Sohibussamahah almarhum Dato Ishak Baharom telah dipecat gara-gara mengambil tindakan ke atas acara pertandingan ratu cantik yg disertai oleh peserta beragama Islam....kes ini telah mendapat tentangan madet hingga membawa pemecatan almarhum sebagai Mufti Negeri Selangor.... almarhum kemudiannya aktif di dalam GERAK yg ditubuhkan oleh almarhum Ust Fadzil Noor dan dilantik sebagai anggota Majlis Syura Ulama PAS, tindakan madet seterusnya mengharamkan almarhum Dato Ishak berceramah di seluruh Selangor....
      Di zaman madet, mana2 suara khususnya suara Islam termasuk dari kakitangan kerajaan tidak dibenarkan mengatasi mahupun mengkritik madet dan kerajaan....sudah pasti tindakan bakal dikenakan....
      Tidak cukup dgn menafikan hak para mufti, mana2 penceramah bebas yang walaupun tidak bercakap atas pentas politik, tetapi dirasakan menggugat kedudukan madet...semuanya digam dari muncul dlm mana2 siaran tv atau radio....itu semua adalah jasa madet yg turut diwarisi oleh najib pada hari ini....
      Nikmat Allah yang manakah kamu dustakan???...
      Alfaqir Ilallah Ppk
      12 Rabi'ul Akhir 1439H

      Sumber:
      “Kleptokrasi” – perkataan baharu yang punya implikasi mengejutkan – Malaysia Dateline
      wabillahi: Fitnah yang dijaja oleh madet selama puluhan tahun...

      Daftar Isi Al-Quran dan Terjemahan
      Silakan Klik untuk membacanya:

        1. Surat Al Fatihah (Pembukaan)
        2. Surat Al Baqarah (Sapi Betina)
        3. Surat Ali 'Imran (Keluarga 'Imran)
        4. Surat An Nisa' (Wanita)
        5. Surat Al Ma'idah (Hidangan)
        6. Surat Al An'am (Binatang Ternak)
        7. Surat Al A'raf  (Tempat Tertinggi)
        8. Surat Al Anfal (Rampasan Perang)
        9. Surat At Taubah (Pengampunan)
        10. Surat Yunus (Nabi Yunus A.S.)
        11. Surat Hud (Nabi Huud A.S.)
        12. Surat Yusuf (Nabi Yusuf A.S.)
        13. Surat Ar Ra'd (Guruh)
        14. Surat Ibrahim (Nabi Ibrahim A.S.)
        15. Surat Al Hijr (Daerah Pegunungan)
        16. Surat An Nahl (Lebah)
        17. Surat Al Israa' (Memperjalankan Di Malam Hari)
        18. Surat Al Kahfi (Gua)
        19. Surat Maryam (Maryam)
        20. Surat Thaha (Thaahaa)
        21. Surat Al Anbiya' (Kisah Para Nabi)
        22. Surat Al Hajj (Ibadah Haji)
        23. Surat Al Mu'minun (Orang Mukmin)
        24. Surat An Nur (Cahaya)
        25. Surat Al Furqaan (Pembeda)
        26. Surat Asy Syu'ara' (Penyair)
        27. Surat An Naml (Semut)
        28. Surat Al Qashash (Cerita)
        29. Surat Al 'Ankabuut (Laba-Laba)
        30. Surat Ar Ruum (Bangsa Rumawi)
        31. Surat Luqman (Luqman)
        32. Surat As Sajdah ((Sujud)
        33. Surat Al Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
        34. Surat Saba' (Kaum Saba')
        35. Surat Fathir (Pencipta)
        36. Surat Yaasiin
        37. Surat Ash Shaffat (Yang Bershaf-Shaf)
        38. Surat Shaad
        39. Surat Az Zumar (Rombongan-Rombongan)
        40. Surat Al Mu'min (Orang Yang Beriman)
        41. Surat Fushshilat (Yang Dijelaskan)
        42. Surat Asy Syuura (Musyawarah)
        43. Surat Az Zukhruf (Perhiasan)
        44. Surat Ad Dukhaan (Kabut)
        45. Surat Al Jaatsiyah (Yang Berlutut)
        46. Surat Al Ahqaaf (Bukit Pasir)
        47. Surat Muhammad (Nabi Muhammad SAW)
        48. Surat Al Fath (Kemenangan)
        49. Surat Al Hujuraat (Kamar-Kamar)
        50. Surat Qaaf
        51. Surat Adz Dzaariyaat (Angin Yang Menerbangkan)
        52. Surat Ath Thuur (Bukit)
        53. Surat An Najm (Bintang)
        54. Surat Al Qamar (Bulan)
        55. Surat Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah)
        56. Surat Al Waaqi'ah (Hari Kiamat)
        57. Surat Al Hadid (Besi)
        58. Surat Al Mujadilah (Wanita Yang Mengajukan Gugatan)
        59. Surat Al Hasyr (Pengusiran)
        60. Surat Al Mumtahanah (Wanita Yang Diuji)
        61. Surat Ash Shaff (Barisan)
        62. Surat Al Jumu'ah (Hari Jum'at)
        63. Surat Al-Munafiqun (Orang-Orang Munafik)
        64. Surat At Taghabun (Hari Ditampakkan Kesalahan-Kesalahan)
        65. Surat Ath Thalaaq (Talak)
        66. Surat At Tahrim (Mengharamkan)
        67. Surat Al Mulk (Kerajaan)
        68. Surat Al Qalam (Pena)
        69. Surat Al Haqqah (Kiamat)
        70. Surat Al Ma'arij (Tempat-Tempat Naik)
        71. Surat Nuh (Nabi Nuh A.S)
        72. Surat Al Jin (Jin)
        73. Surat Al Muzzammil (Orang Yang Berselimut)
        74. Surat Al Muddatstsir (Orang Yang Berselimut)
        75. Surat Al Qiyamah (Hari Kiamat)
        76. Surat Al Insaan (Manusia)
        77. Surat Al Mursalat (Malaikat-Malaikat Yang Diutus)
        78. Surat An Naba´ (Berita Besar)
        79. Surat An Naazi´ (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut)
        80. Surat 'Abasa (Bermuka Masam)
        81. Surat At Takwir (Menggulung)
        82. Surat Al Infithar (Terbelah)
        83. Surat Al Muthaffifiin (Orang-Orang Yang Curang)
        84. Surat Al Insyiqaaq (Terbelah)
        85. Surat Al Buruuj (Gugusan Bintang)
        86. Surat Ath Thaariq (Yang Datang Di Malam Hari)
        87. Surat Al A´Laa (Yang Paling Tinggi)
        88. Surat Al Ghaasyiyah (Hari Kiamat)
        89. Surat Al Fajr (Fajar)
        90. Surat Al Balad (Negeri)
        91. Surat Asy Syams (Matahari)
        92. Surat Al Lail (Malam)
        93. Surat Adh Dhuhaa (Waktu Dhuha)
        94. Surat Alam Nasyrah /Al Insyirah (Bukankah Kami Telah Melapangkan)
        95. Surat At Tiin (Buah Tin)
        96. Surat Al 'Alaq (Segumpal Darah)
        97. Surat Al Qadr (Kemuliaan)
        98. Surat Al Bayyinah (Bukti Yang Nyata)
        99. Surat Al Zalzalah (Goncangan)
        100. Surat Al 'Adiyat (Kuda Perang Yang Berlari Kencang)
        101. Surat Al Qari'ah (Hari Kiamat)
        102. Surat At Takatsur (Bermegah-Megahan)
        103. Surat Al 'Ashr (Masa)
        104. Surat Al Humazah (Pengumpat)
        105. Surat Al Fiil (Gajah)
        106. Surat Quraisy (Suku Quraisy)
        107. Surat Al Ma'un (Barang-Barang Yang Berguna)
        108. Surat Al Kautsar (Nikmat Yang Banyak)
        109. Surat Al Kafirun (Orang-Orang Kafir)
        110. Surat An Nashr (Pertolongan)
        111. Surat Al Lahab (Gejolak Api)
        112. Surat Al Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah)
        113. Surat Al Falaq (Waktu Subuh)
        114. Surat An Naas (Manusia)
          ............................