Memaparkan catatan dengan label Islam dan Afghanistan. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Islam dan Afghanistan. Papar semua catatan

Jumaat, 30 November 2018

Taliban sebagai benteng terakhir Afghanistan dari perompakan hasil bumi oleh kuasa jahat asing. 8757.


30 Warga Tewas Akibat Serangan AS, NATO Salahkan Taliban


Foto: Peta Provinsi Helmand
KIBLAT.NET, Helmand – Misi Dukungan NATO di Afghanistan telah meluncurkan penyelidikan serangan udara AS yang mematikan dua hari lalu yang menewaskan setidaknya 30 jiwa.
Mayor Bariki Mallya, juru bicara misi, mengatakan bahwa serangan udara di distrik Garmsir provinsi Helmand dilakukan oleh pasukan AS atas permintaan pasukan Afghanistan yang mengejar militan Taliban yang dipersenjatai dengan senapan mesin berat.
“Untuk membela diri, pasukan darat disebut serangan udara. Setelah pemogokan, ada ledakan sekunder di dalam suatu senyawa. Pada saat pemogokan, pasukan darat tidak mengetahui adanya warga sipil di dalam atau di sekitar kompleks; mereka hanya tahu bahwa Taliban adalah kami yang membangun gedung itu sebagai posisi bertarung,” katanya.
Dia kemudian mengklaim bahwa Taliban menggunakan warga sipil, terutama anak-anak, sebagai perisai manusia.
Noor Ullah, seorang penduduk distrik itu, mengatakan bahwa dua pria lansia, empat wanita dan sejumlah anak kecil kehilangan nyawa mereka dalam serangan udara AS ini.
Pada hari Rabu (28/11/2018), Tolo News melaporkan bahwa setidaknya 30 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan udara. Otoritas provinsi mengklaim 15 Taliban tewas dalam insiden itu.
Ini adalah insiden kedua dari semacam itu di provinsi yang sama. Awal pekan ini, operasi udara dan darat serupa menyebabkan 16 orang, kebanyakan anak-anak, terluka di daerah Baba Ji Helmand.
Korban sipil dalam serangan udara telah menunjukkan lonjakan yang tajam, meningkat 52 persen dalam enam bulan pertama tahun 2018 dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 149 warga sipil tewas dan 200 terluka pada paruh pertama tahun 2018.
Sumber: World Bulletin
Redaktur: Ibas Fuadi
30 Warga Tewas Akibat Serangan AS, NATO Salahkan Taliban - Kiblat
https://www.kiblat.net/2018/11/30/30-warga-tewas-akibat-serangan-as-nato-salahkan-taliban/

SIGAR: Taliban Sekarang Lebih Kuat dari Sejak Tahun 2001


Foto: Taliban
KIBLAT.NET, Kabul – Penguasaan pasukan keamanan Afghanistan terhadap ibu kota Kabul telah merosot dalam beberapa bulan terakhir, selain menderita kerugian tinggi dalam perang melawan Taliban.
Misi NATO pimpinan AS di Afghanistan, Resolute Support, Rabu (31/10/2018) merilis angka yang menunjukkan pasukan Afghanistan menguasai atau mempengaruhi 55,5 persen kota.
“Angka itu turun 0,7 persen dari kuartal sebelumnya,” demikian menurut otoritas pengawasan terkemuka pemerintah AS tentang rekonstruksi Afghanistan (SIGAR). Angka ini menandai tingkat terendah sejak catatan pertama kali disimpan pada November 2015.
SIGAR menambahkan bahwa 12 persen distrik Kabul berada di bawah kendali atau pengaruh Taliban, dengan 32 persen dianggap “diperebutkan”.
Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump mengungkap strategi perang baru Afganistan untuk menguatkan kembali ribuan pasukan di sana.
AS telah bertempur di Afghanistan sejak 2001, yang menjadi perang terpanjang Amerika. AS memiliki sekitar 15.000 tentara yang dikerahkan.
Meskipun AS tahun lalu setuju untuk mengklasifikasikan jumlah korban Afghanistan, lebih dari 5.000 telah tewas setiap tahun menurut angka SIGAR yang diterbitkan.
Tetapi SIGAR masih mengakui dalam laporan terbarunya bahwa jumlah korban tewas adalah yang tertinggi yang pernah terjadi.
“Dari periode 1 Mei hingga data terkini pada 1 Oktober 2018, jumlah rata-rata korban (pasukan Afghanistan) yang diderita adalah yang terbesar yang pernah terjadi selama periode seperti itu,” katanya.
Laporan itu juga mencatat bahwa Taliban sekarang menguasai lebih banyak wilayah daripada kapan saja sejak 2001.
Awal pekan ini, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan lebih dari 1.000 pemuda Afghanistan tewas atau terluka pada bulan Agustus dan September.
Sumber: Alaraby
Redaktur: Ibas Fuadi
SIGAR: Taliban Sekarang Lebih Kuat dari Sejak Tahun 2001 - Kiblat
https://www.kiblat.net/2018/11/02/sigar-taliban-sekarang-lebih-kuat-dari-sejak-tahun-2001/

Afghanistan: Senjata Taliban Lebih Unggul dari Pasukan Pemerintah


Foto: Pejuang Taliban terus menggelorakan jihad mengusir penjajah dan pemerintah boneka Afghanistan
KIBLAT.NET, Kabul – Wakil Perdana Menteri Afghanistan, Muhammad Muhaqqiq, mengatakan bahwa gerakan Taliban Afghanistan lebih unggul dalam hal senjata dan peralatan militer daripada pasukan pemerintah yang didukung internasional. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, Sputnik, pada Senin (26/11).
“Taliban lebih unggul dalam hal senjata, dan dukungan yang saya tidak tahu siapa yang memberi dukungan itu, sementara pemerintah Afghanistan yang didukung oleh masyarakat internasional tidak memiliki keunggulan ini,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, Taliban memiliki peralatan untuk melihat di kegalapan malam, senjata laser, senapan sniper canggih dan peralatan tempur lainnya untuk pertempuran darat. Banyak pasukan kami menderita kerugian akibat senjata-senjata itu. Mereka memiliki kelimpahan di semua bidang.
Ia menambahkan bahwa pasukan internasional dan AS di Afghanistan saat ini sudah kelelahan dan tidak memiliki lagi motivasi untuk berperang. Mereka sedang mencari cara untuk keluar dan melarikan diri dari Afghanistan.
“Mereka (AS) tidak memiliki semangat untuk berperang dan hanya fokus melindungi kota-kota besar. Mereka tidak menyadari situasi di Afghanistan. Posisi mereka saat ini bagaimana menarik diri sementara Taliban terus bergerak,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Afghanistan merupakan Negara terkorup di dunia. Korupsi terjadi di semula lini, terutama militer. Beberapa bulan lalu, sebuah laporan menunjukkan para jenderal Afghanistan membuat nama fiktif dalam daftar prajurit aktif untuk mendapatkan kucuran gaji bulanan.
Selama ini Taliban mendapat senjata dari rampasan perang. Seperti diketahui, gerakan itu telah bertempur selama belasan tahun sehingga tidak menutup kemungkinan senjata-senjata canggih itu didapat dari tangan musuh.
Sumber: Sputnik
Redaktur: Sulhi El-Izzi
Afghanistan: Senjata Taliban Lebih Unggul dari Pasukan Pemerintah
https://www.kiblat.net/2018/11/27/afghanistan-senjata-taliban-lebih-unggul-dari-pasukan-pemerintah/

Pemimpin Taliban Seru Rakyat Afghanistan Shalat Istisqa’


Foto: Mullah Haibatullah Akhunzadah, pemimpin Taliban
KIBLAT.NET, Kabul – Pemimpin Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Haibatullah Akhunzadah, Selasa (30/10), menyeru umat Islam Afghanistan menggelar Shalat Istisqa’ atas bencana kekeringan yang menimpa Negara itu. Kekeringan telah mengancam gagal panen dan matinya hewan ternak.
“Kami wasiatkan kepada seluru warga untuk menggelar Shalat Istisqa’ dan meminta hujan,” kata Akhunzadah dalam taujihnya kepada rakyat Afghanistan yang dipublikasikan melalui Channel Telegram.
Ia juga mengimbau rakyat untuk banyak beristighfar dan bertaubat. Karena kedua hal tersebut termasuk penyebab turunnya hujan seperti disebutkan dalam QS. Hud: 52.
Kelaparan dan kekeringan, imbuhnya, merupakan ujian dari Allah kepada para hambanya. Bencana ini juga pernah dialami oleh Rasullah dan para sahabatnya di tahun enam hijriyah.
Kemudian, Rasullah memerintahkan umat Islam menggelar Shalat Istisqa’. Mereka memohon dengan merendahkan diri dan menggelar shalat dua rekaat berjamaah serta memperbanyak istighfar dan taubat sampai kemudian Allah menurunkan hujan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Negara Afghanistan kita dan Negara tetangga mengalami kekerangan dan kelaparan. Tak ada air untuk ladang dan sawah. Kekeringan telah mengancam ternak dan sawah. Orang-orang dan hewan mengalami banyak persoalan akibat hujan tidak turun dan kekeringan.
“Untuk itu, umat Islam harus memperhatikan seluruh syarat Istisqa, memperbanyak taubat dan istighfar dan menundukkan diri pada Allah sampai Allah memberi rahmatnya, menurunkan hujan yang menumbuhkan tumbuhan dan mengairi ternak,” tutupnya.
Sumber: El-Emaraa
Redaktur: Sulhi El-Izzi
Pemimpin Taliban Seru Rakyat Afghanistan Shalat Istisqa'
https://www.kiblat.net/2018/10/31/pemimpin-taliban-seru-rakyat-afghansitan-shalat-istisqa/

Pakistan Bebaskan Mantan Orang Nomor Dua Taliban


Foto: Para pejuang Taliban/ilustrasi
KIBLAT.NET, Islamabad – Pemeritah Pakistan dikabarkan membebaskan mantan orang nomor dua Taliban, Mulla Abdul Ghani Pradar. Pembebasan pemimpin senior pejuang itu setelah Islamabad bermusyawarah dengan AS.
Harian onine Al-Araby Al-Jadid, Rabu (24/10), melansir dari sumber senior di dalam gerakan Taliban, mengatakan bahwa Pradar dibebaskan dari salah satu penjara di dekat ibukota Islamabad. Ia dipindahkan ke hotel di kota Karashi dan akan dilepas 10 hari mendatang.
Akan tetapi, sumber lain menyebutkan wakil pendiri gerakan Taliban itu sudah berada di hotel beberapa hari lalu dan dibebaskan pada Rabu.
Kabar ini beredar setelah beberapa hari lalu media sosial dan sebagian media Pakistan meramaikan berita pembebasan Pradar. Namun saat itu belum ada konfirmasi dari pihak resmi.
Menurut sumber, pembebasan Pradar terjadi sebagai hasil pembicaraan antara pemimpin Pakistan dan utusan AS untuk rekonsiliasi, Zalmay Khalilzad. Pembicaraan itu digelar di Pakistan saat Khalilzad berkunung ke Negara itu.
Pembebasan Pradar merupakan tuntutan paling penting yang diminta pemerintah Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Kabul melihat, Pradar termasuk pemimpin senior Taliban yang mendukung negosiasi dan memiliki pengaruh luas.
Pradar sebelumnya menjabat wakil Mulla Umar, pendiri Taliban. Ia ditangkap oleh pasukan keamanan Pakistan di kota Karachi pada 2010.
Sementara itu, belum ada komentar resmi dari Taliban terkait pembebasan ini.
Sumber: Al-Araby Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi
Pakistan Bebaskan Mantan Orang Nomor Dua Taliban
https://www.kiblat.net/2018/10/25/pakistan-bebaskan-mantan-orang-nomor-dua-taliban/

Hoaks, Jubir Taliban Sebut Ulama Korban Serangan Kabul ‘Murtad’


Foto: Potret sekolah di bawah kekuasaan Taliban.
KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan atau Taliban diterpa isu hoaks terkait serangan pada pertemuan Maulid Nabi di dalam hotel Uranoos di Kabul. Lewat akun Twitter palsu, jubir Taliban mengklaim serangan dan menyebut ulama yang ikut perayaan dengan “murtad”.
Menurut Taliban, pihak intelijen Kabul yang membuat akun dan pernyataan tersebut dengan cara mengambil screen shot halaman twitter dari juru bicara Imarah Islam, Zabihullah Mujahid kemudian mengeditnya.
“Kami menolak fabrikasi dan penipuan ini dan meminta media untuk menghindari berkolaborasi dengan plot intelijen musuh dan menahan diri dari menyebarkan hal itu,” kata Taliban.
“Frase dan kata-kata yang digunakan dalam gambar photoshopped bukan frase media Imarah Islam atau kata-kata yang digunakan oleh juru bicara kami.”
Kata yang dimaksud berbunyi “ulama murtad pemerintahan Kabul diserang”. Taliban mencatat bahwa para ulama terbunuh dalam serangan tidak terkait dengan pemerintahan Kabul, tetapi mereka adalah ulama Afghanistan biasa yang tinggal di Kabul, memiliki Imamah, mengajar pekerjaan, mengajar dan menginstruksikan orang-orang dalam hal-hal terkait Syariah dan telah mengadakan pertemuan dalam kapasitas pribadi.

Pernyataan jubir Taliban yang sudah diedit
“Frasa dan pernyataan Imarah Islam yang diterbitkan selama delapan belas tahun tidak pernah menggunakan kata ‘murtad’ untuk menggambarkan orang-orang yang terkait dengan pemerintahan Kabul,” jelas Taliban.
Taliban mengatakan bahwa gambar editan photoshop awalnya di-tweet dari akun yang dibuat pada hari yang sama dan hanya memiliki dua pengikut. “Beberapa orang menggunakan penipuan dan tipuan ini untuk mencoba dapat mendorong irisan antara bangsa dan Mujahidin dan merugikan pemikiran umum,” kata Taliban.
Taliban menyakini bahwa upaya-upaya seperti itu tidak akan dapat menyesatkan warga Afghanistan dan membangkitkan kecemasan mereka. Kelompok itu kemudian meminta agar media dapat memahami tidak larut untuk mengabarkan isu-isu semacam itu.
Sumber: Alemarah
Editor: M. Rudy
Hoaks, Jubir Taliban Sebut Ulama Korban Serangan Kabul 'Murtad' - Kiblat
https://www.kiblat.net/2018/11/22/hoaks-jubir-taliban-sebut-ulama-korban-serangan-kabul-murtad/

Helikopter Militer Afghanistan Nabrak Gunung, Dua Pejabat Tinggi Tewas


Foto: Ilustrasi
KIBLAT.NET, Furah – Sebuah helikopter militer Afghanistan jatuh di barat daya Negara itu pada Rabu (31/10). Helikopter tersebut mengangkut sejumlah pejabat penting.
Menurut keterangan sejumlah pejabat Afghanistan yang dihimpun Reuters, heli tersebut mengangkut sebanyak 25 orang, termasuk Kepala Dewan Daerah dan komandan militer senior yang perperan kunci dalam operasi menghadapi Taliban di provinsi Furah. Seluruh penumpang tewas.
Juru bicara pemerintahan daerah Furah, Nashir Mahri, mengatakan bahwa helikopter tersebut merupakan satu dari dua helikopter yang berkonvoi. Kedua pesawat itu lepas landas dari provinsi Furah menuju provinsi Herat.
Menurut keterangannya, salah satu helikopter kehilangan kendali dalam kondisi jarak pandang minim sehingga menabrak gunung.
Di antara penumpang adalah Nekmatollah Khalil, wakil komandan Korps Angkatan Darat di Wilayah Barat, dan Farid Bekhtwar, kepala Dewan Daerah Farah. Mahri mengatakan bahwa para korban lainnya adalah para tentara dan anggota dewan serta para kru.
Bakhtwar adalah komandan militer inti dalam perang menghadapi pejuang Taliban untuk mengamankan kota Farah pada Mei lalu. Saat itu, Taliban mengepung kota tersebut dan mengancam merebut ibukota provinsi tersebut.
Pejuang Taliban mengatakan bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter tersebut.
Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi
Helikopter Militer Afghanistan Nabrak Gunung, Dua Pejabat Tinggi Tewas
https://www.kiblat.net/2018/11/01/helikopter-militer-afghanistan-nabrak-gunung-dua-pejabat-tinggi-tewas/

Sabtu, 3 November 2018

Apa yang ada dengan Afghanistan. Keganasan berlesen oleh USA. 8582.


Asalnya Afghanistan adalah wilayah paling damai sebelum kehadiran pengganas berlesen. Dewasa ini Afghanistan dikaitkan dengan Taliban. Di Malaysia ada tidak sedikit pihak yang mencemuh keberadaan Taliban di Afghanistan. Sadisnya yang mengaku Islam yang bergaya sedemikian. Nauzubillahminzalik. Kehadiran Amarika Syarikat dengan bala tenteranya lebih kepada Keganasan berlesen (negara sebenar pendukung terorisme) berasaskan kepada penipuan/tipu daya/helah/muslihat dan sudah pasti berniat jahat. 

Peristiwa 11 September 2011 di New York hanyalah peristiwa rekaan untuk dijadikan punca untuk dunia menghalalkan keganasan Tentera USA di Negara Islam seperti di Afghanistan, Iraq dan Libya. Badan Dunia menghalalkan keganasan USA untuk mencari dan membalas dendam terhadap pemimpin-pemimpin Islam dan orang-orang Islam yang sukar dikalahkan tanpa adanya alasan dan sebab musabab yang sengaja direka-reka. 

USA sebenarnya lebih kepada proksi atau kambing hitam kejahatan yahudi laknatullah melalui jutawan-jutawan bangsa yahudi laknatullah, zionis dan iluminati. Afghanistan kaya dengan uranium, bahan untuk membuat bom nukliar. Ini sebenarnya yang yahudi laknatullah inginkan. 



Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam”Sabtu, 26 Agustus 2017 - 09:30 WIB
Artikel PERTAMA
Bagian dari agenda AS-NATO dalam Perang Afghan pada akhirnya hanya untuk mengambil alih kepemilikan cadangan gas alam, bukan terorisme  
THE NATION  Tentara Amerika Serikat di Afghanistan. 

Konsentrasi tertinggi prajurit NATO di Afghanistan diiringi dengan konsentrasi tertinggi opium …. Situasi itu menyebabkan keraguan terkait misi anti-teroris dan mengarah pada kesimpulan mengenai konsekuensi bencana atas delapan tahun lamanya [pasukan koalisi menetap] di Afghanistan.” ~Kepala Pusat Pelayanan Federal Obat-obatan Rusia Viktor Ivanov, Januari 2010~

Oleh: Prof Michel Chossudovsk Pengantar 

Pasukan AS dan NATO menginvasi Afghanistan hampir 16 tahun lalu pada Oktober 2001. Dan telah menjadi sebuah perang yang terus-menerus ditandai dengan  penjajahan militer AS. Pembenarannya ialah “counter-terorisme”. Afghanistan ditetapkan sebagai sebuah negara yang mendukung terorisme, yang diduga bertanggungjawab karena menyerang Gedung WTC di Amerika, 11 September, 2011 atau dikenal dengan 9/11. Perang di Afghanistan terus digembor-gemborkan sebagai sebuah perang balasan terhadap serangan 9/11. Tentara AS masih ada dan ditempatkan di Afghanistan hingga kini.
Argumen resmi yang digunakan oleh Washington dan NATO untuk menginvasi dan menduduki Afghanistan di bawah “doktrin keamanan kolektif” ialah bahwa serangan 11 September 2001 merupakan sebuah “serangan bersenjata” yang tidak dideklarasikan “dari luar negeri” oleh kekuatan asing tak bernama; yaitu Afghanistan. USA juga dapat dan berjaya merosakan minda sebahagian besar pemimpin-pemimpin Islam dengan mempercayai peristiwa 11.09.2011 adalah kejahatan yang dilakukan oleh pihak atas nama Islam, khususnya Taliban.  

Namun faktanya menunjukkan, tidak ada satupun pesawat tempur Afghanistan di langit New York, pada pagi 11 September, 2001. 

Terkait 

Artikel berjudul asli ini, pertama kali dipublikasikan pada Juni 2010, menunjukkan “alasan ekonomi sebenarnya” mengapa pasukan AS-NATO menginvasi Afghanistan setelah 9/11.

Di bawah pakta keamanan Afghanistan-AS, yang dibuat berdasarkan poros Asia Obama. Washington dan partner NATOnya telah mendirikan sebuah kehadiran militer permanen di Afghanistan, dengan fasilitas-fasilitas militer berlokasi di dekat perbatasan Barat China. Pakta itu  dimaksudkan supaya AS dapat mempertahankan sembilan markas militer permanen mereka, yang secara strategis terletak di perbatasan China, Pakistan dan Iran serta Turkmenistan, Uzbekistan dan Tajikistan.

Dalam perkembangan baru-baru ini, Presiden Trump dalam pidatonya di Kongres pada 28 Agustus 2017 berjanji untuk “menghancurkan dan meruntuhkan” kelompok-kelompok ‘teroris’ di Suriah dan Iraq serta di Afghanistan berdasarkan sebuah mandat counter-terorisme palsu.

Menurut Foreign Affairs (Majalah terkemuka yang mengulas analisis dan debat mengenai kebijakan luar negeri, politik dan hubungan dunia), “terdapat lebih banyak pasukan militer AS ditempatkan di sana [Afghanistan] daripada di zona pertempuran aktif lainnya” dan mandat mereka ialah mengejar Taliban,  Al-Qaeda dan Ad Daulah Al Islamiyah Fil Iraq wa Syam (ISIS),  yang didukung secara rahasia oleh intelijen AS.

Ada agenda geopolitik dan politik di Afghanistan yang membutuhkan kehadiran permanen tentara-tentara AS.

Selain cadangan gas dan mineralnya yang luas, Afghanistan dikenal memproduksi lebih dari 90 persen suplai opium dunia yang biasa digunakan memproduksi heroin tingkat 4.

Markas militer AS di Afghanistan juga diniatkan untuk melindungi perdagangan narkotik bernilai milyaran. Narkotika, saat ini, merupakan bagian utama dari ekonomi ekspor Afghanistan.

Perdagangan heroin, yang dibangun pada awal Perang Afghanistan-Soviet pada 1979 dan dilindungi oleh CIA, menghasilkan pendapatan tunai di pasar Barat lebih dari $200 miliar pertahun. 

Pengeboman WTC pada 2001 dan invasi Afghanistan telah dihadirkan pada opini publik dunia hanya sebagai sebuah “perang”, perang yang yang dipimpin oleh Taliban dan Al-Qaeda, sebuah perang untuk memberantas “Terorisme Islam” dan mendirikan demokrasi gaya Barat.

Aspek ekonomi dari “Perang Global terhadap Terorisme” (GWOT) sangat jarang disebutkan. “Kampanye counter-terorisme” pasca 9/11 telah mengaburkan tujuan sebenarnya dari perang AS-NATO tersebut.

Perang di Afghanistan merupakan bagian dari sebuah agenda dalam mencari keuntungan: sebuah perang penaklukan ekonomi dan penjarahan, “sebuah perang sumberdaya alam”.


Sementara Afghanistan diakui sebagai poros strategis di Asia Tengah yang berbatasan dengan mantan Uni Soviet, China dan Iran, dan berada di persimpangan jalur pipa dan cadangan gas dan minyak yang besar, kekayaan mineral serta cadangan gasnya yang belum dimanfaatkan  karena belum diketahui oleh publik Amerika, hanya hingga Juni 2010.

Menurut sebuah laporan bersama Pentagon,  Badan Survei Geologi AS (USGS) dan USAID, Afghanistan saat ini dikatakan memiliki cadangan mineral “yang sebelumnya tidak diketahui” dan belum dimanfaatkan, diperkirakan secara otoritatif bernilai satu triliun dollar (New York Times, U.S. Identifies Vast Mineral Riches in Afghanistan – NYTimes.com, 14 Juni, 2010, Lihat juga BBC, 14 Juni 2010).

“Simpanan yang sebelumnya tidak diketahui – termasuk lapisan besi, tembaga, kobalt, emas dan logam industri kritis seperti lithium yang besar – sangatlah besar dan mencakup begitu banyak mineral yang penting bagi industri modern sehingga Afghanistan sewaktu-waktu dapat bertransformasi menjadi salah satu dari pusat pertambangan paling penting di dunia, para pejabat Amerika Serikat mempercayai.

Sebuah memo internal Pentagon, sebagai contohnya, menyatakan bahwa Afghanistan dapat menjadi “Arab Saudinya lithium,” bahan baku utama dalam pembuatan baterai-baterai untuk laptop dan BlackBerry.

Cadangan kekayaan mineral berskala besar Afghanistan ditemukan oleh sebuah kelompok kecil berisi pejabat Pentagon dan beberapa geologis Amerika. Pemerintah Afghanistan dan Presiden Hamid Karzai baru-baru ini diberitahu, pejabat Amerika mengatakan.

Sementara dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun industri pertambangan, potensi tersebut sangat besar sehingga para pejabat dan eksekutif di industri itu percaya bahwa hal tersebut dapat menarik investasi besar bahkan sebelum pertambangan memberi keuntungan, memberikan kemungkinan pekerjaan yang dapat mengalihkan dari generasi perang.*

Rep: Nashirul Haq AR
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !


https://www.hidayatullah.com/spesial/analisis/read/2017/08/26/122247/perang-di-afghanistan-sebuah-perang-sumberdaya-alam.html

Baca Juga Berita Menarik Lainnya!

Terbaru 

Taliban Rebut Markas Pusat Polisi di Faryab, Afghanistan Utara Sabtu, 3 November 2018 09:51

TITIAN
Rifai Surur
Foto: Peta Afghanistan - Faryab 
KIBLAT.NET, Faryab – Pejuang Taliban Afghanistan, Jumat (02/11), dilaporkan merebut markas pusat polisi di provinsi Faryab, Suriah Afghanistan. Kemenangan ini membuat sejumlah kota-kota di Faryab terisolir karena pangkalan itu berada di jalan utama provinsi.

Harian online, Al-Sarq Al-Ausath, melansir dari keterangan sejumlah pejabat pemerintah, melaporkan bahwa pendudukan itu terjadi setelah pertempuran berjam-jam. Sejumlah tentara pemerintah tewas dan belasan lainnya tertawan.

Kepala distrik Daulatabad, Abdurrazaq, mengonfirmasi bahwa serangan itu menargetkan Markas Polisi Aysya, yang terletak antara distrik Shirin Tagab dan Daulatabad. Taliban meluncurkan serangan terkoordinasi pada Kamis malam. Pertempuran sengit berlangsung hingga Jumat pagi dengan mundurnya pasukan pemerintah.

Media lokal Afghanistan, Pajhwak, melaporkan bahwa Taliban menawan sedikitnya 17 polisi dan menguasai empat tank tempur, peluncur roket, senjata lainnya dan juga amunisinya.


BERITA TERKAIT


Menurut pejabat pemerintah lainnya, jatuhnya pangkalan Aysya ke tangan Taliban itu disebabkan tak adanya pasukan bantuan ketika pasukan telah terkepung. Dia mengklaim, sepuluh anggota Taliban tewas dalam pertempuran itu.

Para pejabat itu juga mengkritik angkatan udara Afghanistan yang menolak memberi dukungan udara saat pasukan berjuang menghadang serangan. Padahal, pangkalan sudah menghubungi angkatan udara namun tidak direspon.

Sementara itu, Taliban dalam pernyataannya menegaskan bahwa sedikitnya tiga polisi tewas dan 15 lainnya tertawan. Gerakan tersebut membantah 10 anggota gugur dalam pertempuran tersebut.

BACA JUGA  Helikopter Militer Afghanistan Nabrak Gunung, Dua Pejabat Tinggi Tewas


Kemunduran pasukan pemerintah ini membuat kemarahan para pejabat lokal. Pasalnya, pangkalan Aysya merupakan satu-satunya pangkalan keamanan tersisa di jalan provinsi yang menghubungkan ibukota provinsi Faryab dengan kota-kota besar di pinggiran. Taliban sebelumnya telah merebut markas-markas polisi kecil di sepanjang jalur tersebut.

Menurut keterangan pejabat lokal, kota-kota yang terisolir itu, Khwaja Sabz Bush, Shirin Tagab dan Daulatabad sampai daerah Karam Cole.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausat
Redaktur: Sulhi El-Izzi
Taliban Rebut Markas Pusat Polisi di Faryab, Afghanistan Utara
https://www.kiblat.net/2018/11/03/taliban-rebut-markas-pusat-polisi-di-faryab-afghanistan-utara/



BERITA LAINNYA


Semua persoalan ini bermuara pada praktek lancang media yang menyulap makna mualaf atau hijrah dalam mesin-mesin yang mencetak agama menjadi komoditas semata. Motif media, terlebih media sekular tentu saja bukan hikmah atau perjalanan menuju hidayah mualaf atau pribadi yang hijrah tadi,
 Jum'at, 02/11/2018 22:05   0  

Menegakkan Kalimat Tauhid Adalah Misi Setiap Rasul
 Jum'at, 02/11/2018 20:10   0  

Pemerintah Diminta Tegakkan UU Ormas dalam Kasus Pembakaran Bendera Tauhid
 Jum'at, 02/11/2018 19:53   0  

Untuk menyelesaikan kasus pembakaran bendera tauhid Menko Polhukam akan menginisiasi pertemuan antar ormas Islam
 Jum'at, 02/11/2018 19:34   0  

Aparat Didesak Ungkap Aktor Intelektual Pembakaran Bendera Tauhid
 Jum'at, 02/11/2018 18:48   0  

Aksi Bela Tauhid II di Jakarta
 Jum'at, 02/11/2018 17:11   0  

Delegasi Aksi Bela Tauhid II Bertemu Wiranto
 Jum'at, 02/11/2018 16:40   0  

Bupati Sigi Muhammad Irwan Lapata menghaturkan banyak terima kasih atas kepedulian AQL untuk menguatkan masyarakat Sigi. Sehingga Sigi bisa kembali bangkit dari musibah gempa.
 Jum'at, 02/11/2018 16:01   0  

Tauhid adalah Menjalankan Seluruh Ketentuan Allah
 Jum'at, 02/11/2018 15:50   0  

Kemenag Andalkan Penyuluh Agama Tanggulangi Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme
 Jum'at, 02/11/2018 14:21 

Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam”

Bagian dari agenda AS-NATO dalam Perang Afghan pada akhirnya hanya untuk mengambil alih kepemilikan cadangan gas alam, bukan terorisme 
THE NATION Tentara Amerika Serikat di Afghanistan. (Halaman 2 dari 3) Sambungan artikel PERTAMA | DUA | TIGA
“Ada potensi yang menakjubkan di sana,” Jenderal David H. Petraeus, komandan di Komando Pusat Amerika Serikat, mengatakan… “Terdapat banyak dari itu, pastinya, tetapi saya pikir secara potensial mineral sangat penting,” katanya lagi.
Nilai dari cadangan mineral yang baru-baru ini ditemukan menkerdilkan ukuran ekonomi berantakan serta perang Afghanistan, yang sebagian besar bertumpu pada produksi opium dan perdagangan narkotika serta bantuan dari Amerika Serikat dan negara-negara industri lainnya. Keuntungan kotor produk domestik Afghanistan hanya sekitar $12 miliar.
“Ini akan menjadi tulang punggung ekonomi Afghanistan,” kata Jalil Jumriany, seorang penasihat menteri pertambangan Afghanistan. (New York Times, op. cit.)
Afghanistan, menurut The New York Times, bisa menjadi  “Arab Saudinya lithium”. “Lithium merupakan sebuah sumber daya yang semakin penting, digunakan dalam baterai untuk semua hal dari telefon genggam hingga laptop dan kunci masa depan untuk mobil listrik.”
Saat ini Chile, Australia, China dan Argentina merupakan penyuplai utama lithium ke pasar dunia. Bolivia dan Chile merupakan negara yang diketahui memiliki cadangan lithium terbesar.
“Pentagon telah melakukan Survei lapangan di Afghanistan barat. “Pejabat Pentagon mengatakan analisis awal mereka di satu lokasi di provinsi Ghazni menunjukkan potensi simpanan lithium sebesar yang ada di Bolivia” (U.S. Identifies Vast Mineral Riches in Afghanistan – NYTimes.com, 14 Juni, 2010, lihat juga Lithium – Wikipedia, the free encyclopedia)
Mineral di Afghanistan: “Simpanan yang Sebelumnya Tidak Diketahui”
“Perkiraan” Pentagon yang mendekati satu triliun dollar dari “simpanan yang tidak diketahui” sebelumnya merupakan sebuah tirai yang berguna. Perhitungan satu triliun dollar Pentagon lebih merupakan sebuah angka palsu daripada sebuah perkiraan: “Kami melihat apa yang kami ketahui ada di sana, dan bertanya berapa nilainya hari ini dalam bentuk dollar. Jumlah satu triliun dollar tampak layak diberitakan.” (The Sunday Times, London, 15 Juni 2010).
Selain itu, jumlah dari sebuah studi Survei Geologi AS (yang dikutip di memo Pentagon) mengenai kekayaan mineral Afghanistan telah dibeberkan tiga tahun sebelumnya, pada sebuah Konferensi 2007 yang diorganisir oleh Dewan Dagang Afghanistan-Amerika.
Namun, persoalan kekayaan mineral Afghanistan tidak dianggap topik yang menarik saat itu.
Pengakuan Administrasi AS yang mengatakan baru pertama kali mengetahui kekayaan mineral yang besar Afghanistan setelah dirilisnya laporan USGS 2007 merupakan jelas-jelas sebuah pengalih perhatian. Kekayaan mineral dan sumber daya energi Afghanistan (termasuk gas alam) sudah diketahui baik oleh elit bisnis Amerika dan pemerintah Amerika sebelum perang Soviet-Afghanistan (1979-1988).
Survei geologi yang dilakukan oleh Uni Soviet pada 1970-an dan awal 1980an memastikan adanya cadangan besar tembaga (diantara yang terbesar di Eurasia), besi, biji kromium berkualitas tinggi, uranium, beryl, barit, timbal, seng, fluorspar, bauksit, lithium, tantalum, intan, emas dan perak. (Afghanistan, Mining Annual Review, The Mining Journal, June, 1984).
Survei-survei ini menunjukkan bahwa nilai aktual dari cadangan ini memang bisa lebih besar dari “perkiraan” satu triliun dollar yang dinyatakan oleh studi Pentagon-USGC-USAID.
Seorang pria memeriksa batu biru langka di sebuah toko di Kabul | Pegunungan Afghanistan menyimpan sebanyak $ 1 triliun -$ 3 triliun sumber daya mineral, termasuk lapis lazuli yang terkenal di dunia [AP]
Baru-baru ini, dalam sebuah laporan tahun 2002, Kremlin memastikan apa yang sudah diketahui; “Bukan lagi sebuah rahasia kalau Afghanistan memiliki cadangan sumber daya yang kaya, khususnya tembaga di Aynak, biji besi di Khojagek, uranium, biji polymetalic, minyak dan gas,” (RIA Novosti, 6 Januari, 2002):
“Afghanistan tidak pernah menjadi koloni siapapun – tidak ada orang asing yang pernah “menggali” di sini sebelum tahun 1950-an. Pegunungan Hindu Kush, terbentang, bersama dengan kaki-kaki gunung mereka, di atas daerah yang luas di Afghanistan, merupakan di mana mineral-mineral itu tersimpan. Lebih dari 40 tahun lalu, beberapa lusin penyimpanan mineral telah ditemukan di Afghanistan, dan sebagian besar dari penemuan ini sensasional. Mereka tetap dirahasiakan, tetapi meski begitu beberapa fakta tertentu baru-baru ini diketahui.
Ternyata Afghanistan memiliki cadangan logam ferro dan nonferro serta batu mulia, dan, jika dieksploitasi, mereka akan mungkin menutupi pemasukan bahkan dari industri narkoba. Simpanan tembaga di Aynak di Provinsi Helmand timur Afghanistan dikatakan menjadi yang terbesar di benua Eurasia, dan lokasinya (40 km dari Kabul) membuatnya murah untuk dikembangkan. Simpanan bijih besi di Hajigak di Provinsi Bamian tengah menghasilkan bijih dengan kualitas yang luar biasa tinggi, yang diperkirakan memuat 500m ton. Sebuah simpanan batu bara juga telah ditemukan tidak jauh dari sana.* >>> Bersambung artikel >> DUA | TIGA

Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam”

Bagian dari agenda AS-NATO dalam Perang Afghan pada akhirnya hanya untuk mengambil alih kepemilikan cadangan gas alam, bukan terorisme  
(Halaman 3 dari 3)
Sambungan artikel PERTAMA | DUA | TIGA
Afghanistan disebut-sebut sebagai sebuah negara transit bagi minyak dan gas. Namun, hanya sedikit orang mengetahui bahwa para spesialis Soviet menemukan cadangan gas yang besar di sana pada tahun 1960an dan membangun jalur pipa gas pertama di negara itu untuk menyuplai gas ke Uzbekistan. Pada masa itu, Uni Soviet biasa menerima 2,5 miliar kubik gas Afghanistan setiap tahunnya. Pada periode yang sama, cadangan besar emas, flourit, barit dan marmer onyx yang memiliki sebuah pola yang sangat langka ditemukan.
Namun, medan pegmatit yang ditemukan di Kabul timur merupakan kegemparan yang sebenarnya. Batu delima, beryllium, zamrud dan batu kunzite dan hiddenite tidak dapat ditemukan dimanapun. Endapan batu mulia ini terbentang hingga ratusan kilometer. Juga, bebatuan yang mengandung logam langka beryllium, thorium, lithium dan tantalum tidak kalah penting (digunakan untuk konstruksi pesawat udara dan luar angkasa).
The war is worth waging. … (Olga Borisova, “Afghanistan – the Emerald Country”, Karavan, Almaty, original Russian, translated by BBC News Services, Apr 26, 2002. p. 10, emphasis added.)
Sementara opini publik dipenuhi oleh gambar-gambar negara berkembang tanpa sumber daya yang dilanda perang, kenyataannya malah sebaliknya: Afghanistan merupakan sebuah negara kaya seperti yang dipastikan oleh survei-survei geologi di era Soviet.
Tentara AS di ladang opium Afghan | Markas militer AS di Afghanistan juga diniatkan untuk melindungi perdagangan narkotik bernilai milyaran [Globar Research]
Isu mengenai “cadangan sumber daya yang sebelumnya tidak diketahui” menopang kebohongan itu.
Kebohongan tersebut tidak menyertakan kekayaan mineral luas Afghanistan sebagai penyebab perang yang dapat dibenarkan. Dikatakan Pentagon hanya baru-baru ini mengetahui bahwa Afghanistan merupakan salah satu diantara dari ekonomi-ekonomi mineral paling kaya Dunia, sebanding dengan Republik Demokratik Kongo atau bekas Zaire pada era Mobutu.
Laporan-laporan geopolitik Soviet  telah diketahui. Selama Perang Dingin, semua informasi ini telah diketahui secara detil:
. . . Eksplorasi Soviet yang luas menghasilkan peta geologi dan laporan luar biasa yang mencatat lebih dari 1,400 singkapan mineral, serta 70 lapisan endapan yang layak diperdagangkan … Uni Soviet setelah itu melakukan eksplorasi dan pengembangan sumber daya di Afghanistan senilai lebih dari $650 juta, dengan mengusulkan proyek-proyek termasuk sebuah kilang minyak yang dapat memproduk setengah juta tons per tahun, serta sebuah kompleks peleburan untuk cadangan sumber daya Ainak yang kala itu telah menghasilkan 1,5 juta ton tembaga per tahun. Setelah mundurnya Soviet sebuah analisis Bank Dunia memproyeksikan bahwa produksi tembaga Ainak sendiri terhitung 2 persen dari pasar dunia tahunan. Negara itu juga dikaruniai dengan cadangan batu bara yang besar, salah satunya, lapisan besi Hajigak, di daerah pegunungan Hindu Kush sebelah barat Kabul, dinilai sebagai salah satu endapan bermutu tinggi terbesar di dunia. (John C. K. Daly,  Analysis: Afghanistan’s untapped energy, UPI Energy, 25 Oktober 2008)
Gas Alam Afghanistan
Afghanistan merupakan sebuah jembatan darat. Invasi dan pendudukan 2001 yang dipimpin AS terhadap Afghanistan telah dianalisis oleh kritik-kritik kebijakan luar negeri AS sebagai sebuah sarana untuk mendapatkan kontrol atas koridor transportasi trans-Afghan yang menghubungkan laut Kaspia dengan laut Arab.
Beberapa proyek jalur pipa gas dan minyak trans-Afghan telah dipikirkan termasuk perencanaan proyek pipa TAPI (Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, India) senilai $8 miliar dan memiliki panjang 1900 km., yang akan mengirimkan gas alam Turkmenistan melalui Afghanistan dalam apa yang disebut sebagai sebuah “koridor transit krusial”. (Lihat Gary Olson, Afghanistan has never been the ‘good and necessary’ war; it’s about control of oil, The Morning Call, 1 Oktober 2009).
Ekskalasi militer di bawah perang Af-Pak memiliki hubungan dengan TAPI. Turkmenistan memiliki cadangan gas alam terbesar ketiga setelah Rusia dan Iran. Kontrol strategis atas rute transportasi dari Turkmenistan telah menjadi bagian dari agenda Washington sejak runtuhnya uni Soviet di tahun 1991.
Apa yang jarang dipikirkan dalam geopolitik jalur pipa, ialah bahwa Afghanistan tidak hanya berdekatan dengan negara-negara yang kaya minyak dan gas alam (contohnya Turkmenistan), Afghanistan juga memiliki di dalam wilayahnya cadangan besar gas alam, batu bara dan minyak yang belum dimanfaatkan. Perkiraan Soviet pada 1970an menempatkan “Cadangan gas Afghanistan ‘yang dieksplorasi’ (terbukti dan mungkin) sekitar 5 triliun kaki kubik. Cadangan awal Hodja-Gugerdag ditempatkan lebih sedikit dari 2 triliun kaki kubik.” ( The Soviet Union to retain influence in Afghanistan, Oil & Gas Journal, Mei 2, 1988).
Administrasi Informasi Energy (EIA) AS mengakui pada 2008 bahwa cadangan gas alam Afghanistan “substansial”:
 “Karena Afghanistan utara ialah sebuah ‘perpanjangan selatan dari Asia Tengah yang sangat produktif, gas alam Sungai Amu, ‘Afghanistan ‘telah terbukti, sangat mungkin dan kemungkinan besar cadangan gas alam berkisar diantara 5 triliun kaki kubik. (UPI, John C.K. Daly, Analysis: Afghanistan’s untapped energy, 24 Oktober  2008)
Dari awal perang Afghanistan-Soviet pada tahun 1979, tujuan Washington ialah untuk mempertahankan pijakan geopolitik di Asia Tengah.
Bulan Sabit Emas Perdagangan Obat-obatan
Perang rahasia Amerika, yaitu dukungan mereka pada mujahidiin “Pejuang kebebasan”  juga diarahkan pada pengembangan perdagangan Golden Crescent di apiun, yang digunakan oleh intelijen AS untuk mendanai pemberontakan yang diarahkan pada Soviet.
(Catatanperdagangan Bulan Sabit Emas di opium, saat ini, merupakan pusat dari ekonomi ekspor Afghanistan. Perdagangan heroin, yang dibangun pada awal perang Soviet-Afghanistan pada 1979 dan dilindungi oleh CIA, menghasilkan pemasukan tunai di pasar-pasar Barat lebih dari $200 miliar dollar setiap tahun
Sejak invasi AS 2001, produksi narkotika di Afghanistan telah meningkat lebih dari 35 kali lipat. Pada 2009, produksi opium mencapai 6900 ton, dibandingkan pada 2001 yang hanya kurang dari 200 on. Dalam kasus ini, pendapatan multimiliar dollar yang dihasilkan dari produksi opium Afghanistan sebagian besar terjadi di luar Afghanistan. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perdagangan obat-obatan yang sampai ke ekonomi lokal hanya sekitar 2 miliar pertahunnya.
Kontras dengan perdagangan heroin Dunia mencapai lebih dari $200 miliar  yang dihasilkan dari pembelian opium Afghanistan. (lihat: Michel Chossudovsky, America’s War on Terrorism”, Global Research, Montreal, 2005)
Didirikan pada awal perang Afghanistan-Soviet dan dilindungi oleh CIA, perdagangan narkoba dikembangkan selama bertahun-tahun hingga menjadi usaha bernilai miliaran dollar yang sangat menguntungkan. Hal tersebut menjadi landasan perang tersembunyi Amerika pada tahun 1980an. Hari ini,di bawah pendudukan AS-NATO, perdagangan obat-obatan menghasilkan pendapatan tunai di pasar Barat lebih dari $200 miliar dollar setiap tahun. (Michel Chossudovsky, America’s War on Terrorism, Global Research, Montreal, 2005. Juga Michel Chossudovsky, Heroin is “Good for Your Health”: Occupation Forces support Afghan Narcotics Trade, Global Research, 29 April  2007)
Melalui Perampasan Ekonomi
Media AS, dengan serentak, menguatkan “penemuan baru-baru ini” dari kekayaan mineral Afghanistan serta “sebuah solusi” untuk mengembangkan ekonomi negara yang pecah karena perang itu serta untuk menghapuskan kemiskinan. Invasi dan penjajahan 2001 AS-NATO telah menciptakan panggung untuk kedermawanan para konglomerat pertambangan dan energi Barat.
Perang di Afghanistan merupakan sebuah keuntungan yang mendorong “perang sumberdaya”
Di bawah penjajahan AS dan sekutunya, kekayaan mineral ini direncanakan akan dijarah (setelah negara itu ditaklukkan) oleh tangan-tangan konglomerat pertambangan multinasional.
Menurut Olga Borisova, yang menulis beberapa bulan setelah invasi Oktober 2001, “perang [pimpinan AS] terhadap terorisme [akan bertransformasi] menjadi sebuah kebijakan kolonial yang mempengaruhi sebuah negara yang kaya raya.” (Borisova, op cit).
Bagian dari agenda AS-NATO ialah juga pada akhirnya untuk mengambil alih kepemilikan cadangan gas alam Afghanistan, serta mencegah pengembangan kepentingan energi Rusia, Iran dan China yang berkompetisi di Afghanistan.*
Artikel asli berjudul “The War is Worth Waging”: Afghanistan’s Vast Reserves of Minerals and Natural Gas ini diterbitkan ulang globalresearch.ca
https://www.hidayatullah.com/spesial/analisis/read/2017/08/26/122247/perang-di-afghanistan-sebuah-perang-sumberdaya-alam.html/3

Dengan lebih terperinci, ia keluar dari apa yang hari ini adalah barat laut Pakistan ..... Ada yang kecil masyarakat Yahudi di Afghanistan yang telah berhijrah ke ...
Afghanistan ada pada titik perhubungan-unik di mana banyak peradaban ... di seluruh banyak dariapa yang saat ini Pakistan, dan India utara oleh 1527.
Penamaan · ‎Sejarah · ‎Demografi · ‎Geografi
Di bahasa yang dipertutur di Afghanistan dan Pakistan, Taliban (juga Taleban) ... Ini apa yang taliban katakan mengenai Pendidikan: "Bertentangan dengan ... Taliban bagaimanapun membalas denganmengatakan ada pihak luar yang ...
26 Ogo 2017 - Perang di Afghanistan terus digembor-gemborkan sebagai sebuah perang balasan terhadap serangan 9/11. Tentara AS masih ada dan ...
Anda melawat halaman ini pada 02/11/2018
FOTO: Kebakaran Hebat Hanguskan Pasar Elektronik di Afghanistan · Anggota DPRD Kota .... China Dirikan Pangkalan Militer di AfghanistanApa Tujuannya?
24 Nov 2017 - Lalu, apa penyebab konflik yang melibatkan beberapa kelompok tersebut? ... "Di Afghanistan itu sebenarnya ada lapisan-lapisan konflik dan ...
12 Okt 2016 - Mengembara ke Afghanistan beri anda pengalaman unik tersendiri, nilai ... Semua negara ada keistimewaan tersendiri, dan ini apa yang ...
28 Feb 2018 - Kelompok perlawanan di Afghanistan, Taliban, ditawari menjadi partai ... "Harus adagencatan senjata, Taliban akan diakui sebagai partai politik dan ... Taliban kirim surat terbuka ke Presiden Donald Trump, apa isinya?
5 Apr 2018 - Tudingan ini muncul di tengah apa yang disebut beberapa pengamat ... eksekutifAfghanistan berkata pada Mei 2017 bahwa tidak ada bukti.

22 Sep 2017 - Etnis terbesar di Afghanistan adalah suku Pashtun, jumlah mereka mencapai ... Berbeda dengan Hazara yang ada sekarang, Chahar Aimak ...
9 Feb 2018 - Apa itu?," tanya Sultan Belgium dengan malu-malu di rumahnya yang dingin, dipegunungan Afghanistan, Koridor Wakhan. Wilayah tersebut ...
27 Jul 2018 - TGB menegaskan, apa yang disuarakannya tidak terkait dengan Pilpres 2019. ... “Karena kalau diam ketika ada sentimen keagamaan yang ... kalau keadaan kita sudah seperti Suriahdan Afghanistan, mau bicara apa kalau ...
3 Feb 2018 - Mereka kini berbalik dan mulai menimbang kekalahan macam apa ... Ambisi Amerika memenangkan perang di Afghanistan kini sudah ... "Saya kira sekarang ini tidak ada lagi pengamatyang melihat perang Afghanistan bisa ...
22 Dis 2017 - Pakistan telah menawarkan bantuan kepada Afghanistan untuk ... Ada reaksi keras, reaksi anti Amerika terutama terhadap himbauan Trump pada ... untuk mencari jalan keluar bagi apatampaknya merupakan kemelut. [al] ...
Wi-Fi gratis, kursi yang nyaman, dan hiburan peraih penghargaan ... Apa yang ada di ice · TV live ice · Wi-Fi di pesawat .... Penerbangan ke Afghanistan tiba di negara yang mempesona, yang memulai babak baru ..... Untuk tiket yang dikeluarkan setelah 15 November 2014, ada juga ukuran maksimumuntuk bagasi tercatat ...
18 Feb 2018 - Dan dalam kebijakan Afghanistantidak ada yang baru. ... pertanyaan yang lebih menonjol adalah, bukan apakah perang dapat dimenangkan, ...
Ada yang menganggap puak Taliban di pihak benar benar dan mereka ... Apa yang mereka perjuangkan dan kenapa sesetengah negara tidak ... dari keturunan Pashtun atau Pakhtun dalam bahasa Afghan dan Pathan dalam bahasa Urdu.
17 Apr 2018 - Tindakan bunuh diri Hayat, pengungsi dari Afghanistan di atas, ... penempatan negara ketiga bagi pengungsi yang ada di Indonesia. ... Peraturan Presiden mengenai pengungsi tidakmembahas mengenai apa yang boleh ...
28 Sep 2018 - “Delegasi Afghanistan sudah bersetuju dengan kami untuk membebaskan banduan,” katanya sambil menambah ada antara banduan yang hukuman ringan sudah dibebaskan dan pegawai ... Taliban yang menganggap kerajaan Afghanistan yang diiktiraf di ... Ikut suka Najib nak cakap apa - Dr Mahathir.

Afghanistan (Visa with reference), Equat. ... Sijil Pelalian Demam Kuning perlu dikemukakan semasa ketibaan di Malaysia terhadap warganegara seperti yang ...
24 Jun 2009 - Taliban kini aktif di wilayah Afghanistan dan Pakistan ... dari penangkapan meski adasalah satu operasi pencarian operasi terbesar di dunia, ...
13 Jul 2017 - Bacha Bazi, Prostitusi Anak Terselubung di Afghanistan ... Ada yang minum minuman beralkohol, lainnya asyik menghisap ganja. ... Apakah mereka sedih? Tidak. Mereka justru bercanda bagaimana remaja berparas ...
Dari lokasi-lokasi penerimaan Western Union utama di bawah pun, ada kemungkinan uang tidak dapat diterima di beberapa lokasi penerimaan. Kunjungi situs ...
10 Ogo 2015 - Namun, jika kita melihat lebih dekat, ada motif tersembunyi di balik itu semua. Apakahini merupakan bukti kekalahan Taliban atau kegagalan ...
UNHCR telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1979, saat ini berkantor pusat di ... Berbagai ketentuanyang ada dalam Peraturan Presiden diperkirakan akan ... Saat ini mayoritas pencari suaka tersebut datang dari from Afghanistan dan Somalia. ... apakah status pengungsi diberikan atau tidakkepadanya, beserta dengan ...
Pencari suaka asal Afghanistan terjebak labirin birokrasi, tak ada negara maju yang mau ... Ali dandua anak lainnya tahu sebengis apa Taliban. ... Ali lahir di Iran di sebuah keluarga Hazara yang kabur menghindari kekerasan yang terjadi di ...
Mantan Menlu Afghanistan Sebut Strategi AS di Negaranya Telah Gagal ... situasi keamanan dinegara tersebut, dan masih ada ketidakstabilan di Afghanistan.
APA YANG AKAN DILAKUKAN OLEH APPLE JIKA WARANTI DILANGGAR? ... ada Produk Apple anda memerlukan servis dan, jika yaakan memaklumkan anda .... Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kemboja, Guam, Indonesia, Laos, ...
29 Mei 2015 - Mereka juga ada yang berbicara dengan bahasa Persia, Uzbek, Turkmen. 6. ... Lapangan terbang Kandahar di Afghanistan selatan dianggap sebagai .... Pegawai Inggris segera mengucapkan “Ya Tuhan, apa yang harus ...

Nurul F. Huda - 2004
Yang jelas, dengan apa yang ada padaku.... Aku ingin berfastabigul khairat dengan kalian," suara Hardi terdengar lebih tenang. "Jihad? Afghanistan?