بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ , الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
, الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ , مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ , إِيَّاكَ نَعْبُدُ
وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ , اهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيمَ , صِرَاطَ
الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ , غَيْرِ المَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ
الضَّالِّينَ.
Assalamualaikum w.b.t/السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Munafik dan kafir laknatullah sebenarnya pemberontak dan pengganas.
Islam Agama Ku.
Hukum Memakan Harta Anak Yatim.
Anak yatim yaitu ialah anak yang masih kecil lagi lemah dan
yang kehilangan orang tua yang menanggung penghidupannya. Mereka berhak
mendapatkan pertolongan Allah SWT mengasihi serta memuliakan mereka. Salah satu
di antara rasa belas kasihan yang dianugerahkan oleh Allah kepada mereka ialah,
Allah melarang harta anak yatim dimakan. Siapa saja yang berani memakan harta
anak yatim akan mendapat dosa yang amat besar dan di hari kelak kiamat akan
mendapat siksaan yang pedih.
Allah telah berfirman sehubungan dengan perihal anak-anak
yatim ini : “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta
mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan
harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan
memakan) itu adalah dosa yang besar”. (Q.S. 4 : 2).
Selain itu Allah-pun mengancam dengan siksaan yang keras
kepada orang yang berani memakan harta anak yatim secara dzalim, untuk itu
Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim
secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka
akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. (QS. 4 : 10).
Rasulullah bersabda, memberikan perhatian kepada orang-orang
yang berani memakan harta anak yatim :
اجتنبوا
السبع الموبقات وذكر منها : (اكل مال اليتيم) (رواه البخارى و مسلم
“Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak”.
laluRasulullah SAW menyebut salah satu di antara ialah : “Memakan harta anak
yatim”( Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.).
Pahala menanggung penghidupan anak yatim : Ketika Islam
melarang orang-orang memakan harta anak yatim dengan cara zalim, dari segi lain
Islam meminta perhatian kepada orang-orang yang dibebani memelihara anak-anak
yatim.
Allah berfirman sehubungan dengan hal ini :
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang
seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka
khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka
bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
(QS. 4 : 9).
Ayat tadi menganjurkan kepada orang-orang yang memelihara
anak-anak yatim agar takut kepada Allah dalam hal anak-anak yatim. Janganlah
mereka berani memakan harta anak-anak yatim dengan cara batil. Peliharalah
mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka memelihara anak-anak mereka
sendiri. Dan janganlah berbuat sembarangan terhadap harta anak-anak yatim yang
diserahkan kepada mereka. Mereka harus menjaganya baik-baik, agar jangan sampai
di kala ia mati, akan meninggalkan anak-anak dalam keadaan tak punya
apa-apa.
Bukanlah termasuk perbuatan yang zalim apabila seseorang
wali anak yatim mengambil harta anak yatim yang ada dalam pemeliharaannya,
dengan syarat ia membutuhkannya dan harta yang diambil itu sebagai ganti jerih
payah dalam memelihara. Adapun jika keadaan wali itu serba cukup atau kaya,
maka Islam menganjurkannya agar berbuat ‘Iffah (suci/ tidak mau mengambil harta
anak yatim). Dan barang atau harta yang diambil oleh wali yang miskin harus
dengan perkiraan menurut kebiasaan yang berlaku.
Kemudian Rasulullah SAW memberi semangat kepada orang-orang
yang memelihara anak yatim, bahwa mereka akan diberi pahala yang agung di sisi
Allah. Untuk itu beliau bersabda :
انا
وكافل اليتيم فى الجنة هكذا واشار باصبعيه السبابة والوسطى وفرج بينهما
“Aku dan orang yang memelihara anak yatim dalam surga
seperti ini”, setelah itu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk serta
jari tengahnya sambil merenggangkan kedua jari tersebut”.( Hadits riwayat
Bukhari )
Beliau juga bersabda di lain kesempatan :
خير
بيت فى المسلمين بيت فيه يتيم محسن اليه, وشر بيت فى المسلمين بيت فيه يتيم يساء
اليه (رواه ابن ماجه
“Rumah yang paling baik di kalangan kaum muslimin ialah suatu
rumah yang di dalamnya ada anak yatim dipelihara dengan baik-baik. Dan rumah
yang paling jelek di kalangan muslimin ialah suatu rumah yang di dalamnya ada
anak yatim diperlakukan dengan jelek.( Hadits riwayat Ibnu Majah)”
Alangkah luhurnya apa yang dianjurkan oleh Islam, yaitu kita
harus berlaku hati-hati jangan sampai memakan harta anak yatim, dan kita
dibebani agar menanggung mereka serta memelihara mereka dengan baik-baik
seolah-olah kita memelihara anak-anak kita sendiri. Karena dengan perlakuan yang
baik dari kita, mereka akan merasakan penderitaannya akan hilang dan hatinya
menjadi terhibur, sehingga mereka bisa tumbuh dengan wajar dan kelak mereka
akan bisa menjadi orang-orang yang berguna.
Artikel
Terkait Lainnya
- Sifat Riba (Rentenir) dalam Ajaran Islam
- Dosa Menyuap, Korupsi dalam Ajaran Islam
- Hukum Memakan Harta Anak Yatim
- Sumpah Bohong dalam Islam
- Jangan Buruk Sangka Pada Allah
- Perempuan dan Pria yang Dilaknat
- Pengertian Tamak dan Akibatnya
- Sifat Tercela Membuat Kerusakan Di Bumi
- Menimbun Barang Dagangan/Bahan Kebutuhan Pokok
Sumber: (http://islamiwiki.blogspot.com/2012/03/hukum-memakan-harta-anak-yatim.html) .
"..KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH Kesenangan YANG MEMPERDAYA" [QS. AL 'IMRAN (3):185].
Firman Allah S.W.T., yang bermaksud: Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang yang bukan daripada kalangan kamu (seperti Yahudi, Nasrani, dan Munafiq) menjadi teman karib (yang dipercayai). Mereka tidak akan berhenti berusaha mendatangkan kesusahan kepada kamu. Mereka sukakan apa yang menyusahkan kamu. Telah pun nyata (tanda) kebencian mereka pada pertuturan mulut mereka, dan apa yang tersembunyi oleh hati mereka lebih besar lagi. Sesungguhnya Kami telah jelaskan kepada kamu ayat ayat (Kami), jika kamu memahaminya (memikirkannya).” - [Al Quran Surah Al Imran ayat 118-120] .
Baca Juga:
Firman Allah S.W.T., yang bermaksud: “Perkataan yang baik dan pemberian maaf, lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (Al Baqarah: 263).
Tiada ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Firman Allah S.W.T., yang bermaksud: “Mereka yang berjuang di jalan Kami nescaya Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah berserta orang yang berbuat baik.” (Al Ankabut: 69).
"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS. Yusuf: 86).
Semasa hidup sederhanakanlah kegembiraan. Supaya wujud keseimbangan jiwa dan roh, bila menerima kesedihan yang pasti ditemui juga. Mengingatkan diri sendiri menjadi keutamaaan sebelum mengingatkan orang lain . In Syaa Allah ''palis'' sekali dari sifat-sifat sombong dan keji. Semuanya kerana Allah S.W.T.. Amin Ya Rob. (Peceq Admin).
Perhatian: Pemaparan tajuk-tajuk, gambar-gambar dan segala bagai, adalah pandangan dan pendapat peribadi yang lebih menjurus kepada sikap dan sifat untuk menjadi lebih baik dengan mengamalkan gaya hidup menurut perentah dan larangan Allah S.W.T., antaranya bersikap dengan tiada prasangka, tidak bertujuan untuk kebencian, tidak berkeperluan untuk bersubahat dengan perkara bohong dan tiada kaitan dan berkepentingan dengan mana-mana individu. Jujur., aku hanyalah hamba Allah S.W.T., yang hina dina. BERSANGKA BAIK KERANA ALLAH S.W.T..
Hukum Memakan Harta Anak Yatim.
Anak yatim yaitu ialah anak yang masih kecil lagi lemah dan
yang kehilangan orang tua yang menanggung penghidupannya. Mereka berhak
mendapatkan pertolongan Allah SWT mengasihi serta memuliakan mereka. Salah satu
di antara rasa belas kasihan yang dianugerahkan oleh Allah kepada mereka ialah,
Allah melarang harta anak yatim dimakan. Siapa saja yang berani memakan harta
anak yatim akan mendapat dosa yang amat besar dan di hari kelak kiamat akan
mendapat siksaan yang pedih.
Allah telah berfirman sehubungan dengan perihal anak-anak
yatim ini : “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta
mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan
harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan
memakan) itu adalah dosa yang besar”. (Q.S. 4 : 2).
Selain itu Allah-pun mengancam dengan siksaan yang keras
kepada orang yang berani memakan harta anak yatim secara dzalim, untuk itu
Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim
secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka
akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. (QS. 4 : 10).
Rasulullah bersabda, memberikan perhatian kepada orang-orang
yang berani memakan harta anak yatim :
اجتنبوا
السبع الموبقات وذكر منها : (اكل مال اليتيم) (رواه البخارى و مسلم
“Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak”.
laluRasulullah SAW menyebut salah satu di antara ialah : “Memakan harta anak
yatim”( Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.).
Pahala menanggung penghidupan anak yatim : Ketika Islam
melarang orang-orang memakan harta anak yatim dengan cara zalim, dari segi lain
Islam meminta perhatian kepada orang-orang yang dibebani memelihara anak-anak
yatim.
Allah berfirman sehubungan dengan hal ini :
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang
seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka
khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka
bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
(QS. 4 : 9).
Ayat tadi menganjurkan kepada orang-orang yang memelihara
anak-anak yatim agar takut kepada Allah dalam hal anak-anak yatim. Janganlah
mereka berani memakan harta anak-anak yatim dengan cara batil. Peliharalah
mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka memelihara anak-anak mereka
sendiri. Dan janganlah berbuat sembarangan terhadap harta anak-anak yatim yang
diserahkan kepada mereka. Mereka harus menjaganya baik-baik, agar jangan sampai
di kala ia mati, akan meninggalkan anak-anak dalam keadaan tak punya
apa-apa.
Bukanlah termasuk perbuatan yang zalim apabila seseorang
wali anak yatim mengambil harta anak yatim yang ada dalam pemeliharaannya,
dengan syarat ia membutuhkannya dan harta yang diambil itu sebagai ganti jerih
payah dalam memelihara. Adapun jika keadaan wali itu serba cukup atau kaya,
maka Islam menganjurkannya agar berbuat ‘Iffah (suci/ tidak mau mengambil harta
anak yatim). Dan barang atau harta yang diambil oleh wali yang miskin harus
dengan perkiraan menurut kebiasaan yang berlaku.
Kemudian Rasulullah SAW memberi semangat kepada orang-orang
yang memelihara anak yatim, bahwa mereka akan diberi pahala yang agung di sisi
Allah. Untuk itu beliau bersabda :
انا
وكافل اليتيم فى الجنة هكذا واشار باصبعيه السبابة والوسطى وفرج بينهما
“Aku dan orang yang memelihara anak yatim dalam surga
seperti ini”, setelah itu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk serta
jari tengahnya sambil merenggangkan kedua jari tersebut”.( Hadits riwayat
Bukhari )
Beliau juga bersabda di lain kesempatan :
خير
بيت فى المسلمين بيت فيه يتيم محسن اليه, وشر بيت فى المسلمين بيت فيه يتيم يساء
اليه (رواه ابن ماجه
“Rumah yang paling baik di kalangan kaum muslimin ialah suatu
rumah yang di dalamnya ada anak yatim dipelihara dengan baik-baik. Dan rumah
yang paling jelek di kalangan muslimin ialah suatu rumah yang di dalamnya ada
anak yatim diperlakukan dengan jelek.( Hadits riwayat Ibnu Majah)”
Alangkah luhurnya apa yang dianjurkan oleh Islam, yaitu kita
harus berlaku hati-hati jangan sampai memakan harta anak yatim, dan kita
dibebani agar menanggung mereka serta memelihara mereka dengan baik-baik
seolah-olah kita memelihara anak-anak kita sendiri. Karena dengan perlakuan yang
baik dari kita, mereka akan merasakan penderitaannya akan hilang dan hatinya
menjadi terhibur, sehingga mereka bisa tumbuh dengan wajar dan kelak mereka
akan bisa menjadi orang-orang yang berguna.
Artikel
Terkait Lainnya
- Sifat Riba (Rentenir) dalam Ajaran Islam
- Dosa Menyuap, Korupsi dalam Ajaran Islam
- Hukum Memakan Harta Anak Yatim
- Sumpah Bohong dalam Islam
- Jangan Buruk Sangka Pada Allah
- Perempuan dan Pria yang Dilaknat
- Pengertian Tamak dan Akibatnya
- Sifat Tercela Membuat Kerusakan Di Bumi
- Menimbun Barang Dagangan/Bahan Kebutuhan Pokok
Sumber: (http://islamiwiki.blogspot.com/2012/03/hukum-memakan-harta-anak-yatim.html) .
"..KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH Kesenangan YANG MEMPERDAYA" [QS. AL 'IMRAN (3):185].
Firman Allah S.W.T., yang bermaksud: Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang yang bukan daripada kalangan kamu (seperti Yahudi, Nasrani, dan Munafiq) menjadi teman karib (yang dipercayai). Mereka tidak akan berhenti berusaha mendatangkan kesusahan kepada kamu. Mereka sukakan apa yang menyusahkan kamu. Telah pun nyata (tanda) kebencian mereka pada pertuturan mulut mereka, dan apa yang tersembunyi oleh hati mereka lebih besar lagi. Sesungguhnya Kami telah jelaskan kepada kamu ayat ayat (Kami), jika kamu memahaminya (memikirkannya).” - [Al Quran Surah Al Imran ayat 118-120] .
Baca Juga:
"..KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH Kesenangan YANG MEMPERDAYA" [QS. AL 'IMRAN (3):185].
Firman Allah S.W.T., yang bermaksud: Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang yang bukan daripada kalangan kamu (seperti Yahudi, Nasrani, dan Munafiq) menjadi teman karib (yang dipercayai). Mereka tidak akan berhenti berusaha mendatangkan kesusahan kepada kamu. Mereka sukakan apa yang menyusahkan kamu. Telah pun nyata (tanda) kebencian mereka pada pertuturan mulut mereka, dan apa yang tersembunyi oleh hati mereka lebih besar lagi. Sesungguhnya Kami telah jelaskan kepada kamu ayat ayat (Kami), jika kamu memahaminya (memikirkannya).” - [Al Quran Surah Al Imran ayat 118-120] .
Baca Juga:
Firman Allah S.W.T., yang bermaksud: “Perkataan yang baik dan pemberian maaf, lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (Al Baqarah: 263).
Tiada ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Firman Allah S.W.T., yang bermaksud: “Mereka yang berjuang di jalan Kami nescaya Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah berserta orang yang berbuat baik.” (Al Ankabut: 69).
"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS. Yusuf: 86).
Semasa hidup sederhanakanlah kegembiraan. Supaya wujud keseimbangan jiwa dan roh, bila menerima kesedihan yang pasti ditemui juga. Mengingatkan diri sendiri menjadi keutamaaan sebelum mengingatkan orang lain . In Syaa Allah ''palis'' sekali dari sifat-sifat sombong dan keji. Semuanya kerana Allah S.W.T.. Amin Ya Rob. (Peceq Admin).
"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS. Yusuf: 86).
Semasa hidup sederhanakanlah kegembiraan. Supaya wujud keseimbangan jiwa dan roh, bila menerima kesedihan yang pasti ditemui juga. Mengingatkan diri sendiri menjadi keutamaaan sebelum mengingatkan orang lain . In Syaa Allah ''palis'' sekali dari sifat-sifat sombong dan keji. Semuanya kerana Allah S.W.T.. Amin Ya Rob. (Peceq Admin).
Perhatian: Pemaparan tajuk-tajuk, gambar-gambar dan segala bagai, adalah pandangan dan pendapat peribadi yang lebih menjurus kepada sikap dan sifat untuk menjadi lebih baik dengan mengamalkan gaya hidup menurut perentah dan larangan Allah S.W.T., antaranya bersikap dengan tiada prasangka, tidak bertujuan untuk kebencian, tidak berkeperluan untuk bersubahat dengan perkara bohong dan tiada kaitan dan berkepentingan dengan mana-mana individu. Jujur., aku hanyalah hamba Allah S.W.T., yang hina dina. BERSANGKA BAIK KERANA ALLAH S.W.T..
Tiada ulasan:
Catat Ulasan