Google+ Badge

Isnin, 27 April 2015

5213. Pada masa itulah iblis laknatullah datang mengganggu kita saat Sakaratul Maut. Nauzubillah Minzaliq.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  , الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,  مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ , إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ , اهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيمَ  , صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ , غَيْرِ المَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين
  • TANDA AKHIR SAAT KEMATIAN:

    Akan berlaku sesudah Waktu Asyar di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ia akan turun ke bawah pingang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum.

    Ketika itu hendaklah kita terus megucap Kalimah Syahadah dan berdiam diri menantikan kedatangan Malaikat Maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah yang telah menghidupkan kita dan saatnya mematikan kita.

    Pada masa itulah iblis laknatullah datang mengganggu kita saat Sakaratul Maut. Nauzubillah Minzaliq.

    ***

    “Ya Allah, jadikanlah awal dari urusan ini sebagai kepatutan dan prosesnya merupakan proses yang menyenangkan serta berakhir sebagai keberhasilan” 
    Nostalgic "Tazkirah" Moments
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
     السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



    الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد

    TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.

    7 CARA MENCARI KEBERKATAN HARTA YANG DI ANUGERAHKAN ALLAH.

    Harta benda merupakan amanah dari Allah. Yang wajib kita gunakan pada jalan yang diredhai Allah baik dari cara mencarinya dan membelanjakannya.

    Islam memandang harta benda ini pada 3 perkara;

    1. Harta Adalah Pemberian Allah Kepada Hamba-Nya.

    Segala pemberian Allah adalah nikmat yang pertanggung jawabannya akan dimintai pada hari Kiamat nanti. Allah berfirman dalam Surah At-Takathur, ayat 8:
    ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
    Ertinya:
    "kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”. (QS. At-Takatsur: 8)

    Harta adalah cobaan dan ujian dari Allah terhadap seorang hamba sejauh mana harta tersebut mendekatkan dirinya kepada Allah.

    Allah berfirman dalam Surah Al-Anfal, ayat 28:
    وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
    Ertinya:
    "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar". (QS. Al-Anfal: 28)

    Allah juga menyatakan dalam surah At-Taghabun, ayat 15:
    إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
    Ertinya:
    “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar” (QS. At-Taghabun:15)

    Rasulullah bersabda: “Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari Kiamat hingga dia ditanya tentang umurnya, bagaimana dia menghabiskan (umurnya); tentang ilmunya, bagaimana dia beramal dengan (ilmunya); tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan ke mana dia belanjakan; serta tentang jasadnya, bagaimana dia usangkan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi).

    Rasulullah juga bersabda: “Para fuqara kaum muslimin akan masuk surga selama setengah hari -yaitu lima ratus tahun- sebelum orang-orang kaya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan, An-Nasa’i)

    Dari keterangan ayat-ayat dan hadits-hadits di atas, seorang hamba hendaknya selalu melihat keberadaan harta yang dia miliki.

    Apabila harta bendanya dia pergunakan dalam hal ketaatan, kebaikan, dan amalan-amalan yang mendekatkan dia kepada Allah hal tersebut adalah tanda keberkatan dan kebaikan dari Allah.
    Namun, bila harta tersebut dia pergunakan dalam dosa, kejahatan, dan hal-hal lain yang Allah benci, harta tersebut hanyalah musibah yang menimpanya.

    2. Berkat adalah ketetapan dan kebaikan Ilahi pada sesuatu perkara. Berkat juga bermakna banyaknya kebaikan pada sesuatu serta bertambahnya sesuatu.

    Mencari keberkatan adalah hal yang wajib dituntut oleh setiap muslim dan muslimah, karena Allah telah menyebut nikmat keberkatan ini dalam banyak ayat.

    Para nabi juga memohon keberkatan pada Allah. Juga Rasulullah mengajarkan doa-doa memohon keberkatan dalam perbagai keadaan.

    Pengaruh keberkahan dapat terlihat pada kehidupan manusia sehari-hari. Di antara manusia, ada yang bergelumang harta, tetapi harta tersebut tidak memberi ketenangan kepadanya dan seakan tidak mencukupi keperluannya bahkan tidak membuatnya lebih dekat kepada Allah.

    Sementara itu, ada pula di antara manusia yang berpenghasilan rendah Namun, karena keberkatan dari Allah hal yang sedikit tersebut mencukupi keperluannya serta memberi ketenangan dan kedekatan kepada Allah.

    3. Allah memberikan keberkatan pada harta benda sangatlah banyak jumlahnya. Di antara keberkatan harta benda tersebut ada 7 perkara iaitu:

    a. Dengan Meningkatkan Keimanan Dan Ketakwaan Kepada Allah Dengan Menegakan Perintah Allah Dan Menjauhi Larangan-Nya.

    Allah berfirman dalam Surah Al-Araf, ayat 96:
    وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

    Ertinya:
    "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". (QS. Al-A’raf: 96)

    b. Mencari Harta Dari Sumber Yang Halal.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Siapa saja yang mengambil harta dengan haknya akan diberi berkah pada harta itu. Namun, siapa saya yang mengambil suatu harta tanpa hak, perumpamaannya bagaikan orang yang makan, tetapi tidak pernah kenyang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    c. Mengambil Harta Dengan Jiwa Yang Sakhawah.

    Jiwa yang Sakhawah berarti dia mengambil harta tanpa meminta, bersikap tamak, dan berlebihan dalam menggapai harta tersebut. Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya meminta kepada Rasulullah lalu beliau memberiku, kemudian saya meminta dan beliau memberi, selanjutnya saya meminta dan beliau memberi (lagi). Beliau pun bersabda, ‘Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini hijau lagi manis. Barangsiapa yang mengambil (harta) itu dengan jiwa yang sakhawah, (harta) tersebut akan diberkahi untuknya. Namun, barangsiapa yang mengambil (harta) tersebut dengan jiwa yang berlebihan, (harta) tersebut takkan diberkahi untuknya, seperti orang yang makan, tetapi tidak (pernah) kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    d. Menginfakkan Sebahagian Harta Benda Pada Jalan Allah.

    Allah berfirman dalam surah Saba, ayat 39:
    قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
    Ertinya:
    "Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya". (QS. Saba': 39).

    Rasulullah bersabda: “Sedekah itu tidaklah akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)

    e. Jujur Dalam Melakukan Transaksi, Baik Ketika Membeli, Menjual, Berniaga, Bersyarikat, Ataupun Yang Semisalnya.

    Rasulullah bersabda: “Dua orang yang saling bertransaksi memiliki hak khiyar ‘melanjutkan atau membatalkan akad’ sepanjang keduanya belum berpisah. Apabila keduanya saling berlaku jujur dan transparan, Allah akan memberkati keduanya dalam transaksi mereka. Akan tetapi, jika keduanya saling berdusta dan menyembunyikan, keberkahan akan dihapus pada transaksi mereka berdua.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    f. Memanfaatkan Waktu pagi Dalam Menunaikan Amalan Dan Pekerjaan Yang Baik.

    Rasulullah bersabda: “Ya Allah, berkatilah umatku pada waktu-waktu pagi mereka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah).

    g. Ridha Dengan Taqdir Pembahagian dan pemberian Allah.

    Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah menguji hamba-Nya terhadap segala sesuatu yang Dia berikan kepada (hamba) tersebut. Barangsiapa yang meridhai apa-apa yang Allah bagikan untuknya, Allah akan meridhai hal tersebut untuknya dan melapangkannya. Akan tetapi, barangsiapa yang tidak ridha, dia takkan diberkahi.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi).

    Demikianlah beberapa sebab keberkatan. Tentunya, masih banyak lagi sebab-sebab keberkatan lain yang tidak sempat disebutkan dalam TAZKIRAH hari ini.

    Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberi keberkatan untuk kita semua pada umur, ilmu, harta, dan segala amal perbuatan kita di sepanjang hayat kita di dunia ini. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin

    Wallahu A'lam.
    Doakan istiqamah serta Sehat wal afiat.
    Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

    Catatan:
    ILMU ITU MILIK ALLAH UNTUK DISEBARKAN.
    Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA KITA.
    In Syaa Allah bermanfaat untuk semua Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti.
    Insya-Allah.
    Aamiin



    My Dashboard. 
    IP
    s3v3n

    s3v3n

PERCAKAPAN SEORANG SUAMI DENGAN IBUNYA 

Suami (s) : Assalamualaikum...

Ibu (i) : Waalaikumsalam..

lho nak kok tumben pulang gak bilang bilang mana istrimu??

s: istri di rumah bu, saya gak bilang ke istri kalau mau ke sini hehehe... 

i: lho kenapa? ya gak boleh lho kyak gitu?? 


s: bu saya mau tanya, se sibukitukah jadi ibu rumahtangga?? 


i: kenapa?? kamu ada masalah sama istrimu?? 


s: ya saya bingungaja bu, rumahgak pernah beres, tiap malam mengeluhcapek sedangkan saya yg kerja tiap hari aja biasa aja, yg aneh lagi bu kenapa istri saya tidak pernah berdandan. padahal itu kan di wajib istri harus terlihat cantik di depan suami. saya liat ibu kok biasa aja gak pernah sesibuk istri saya. 


i: nak, dengar ibu baik baik ... pekerjaan ibu rumahtangga memang tidak banyak hanya berkutat pada membersihkanrumah, memasak dan menggurus anak. tapi pekerjaan itu sungguh menguras tenaga dan pikiran. coba liat mana pernah istrimu mengerjakan suatu pekerjaan sampai selesai? 


yg istrimu lakukan pasti mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, karena apabila tidak seperti itu tidak akan selesai selesai. 


s: tetapi kenapa rumahjarang sekali rapi? 


i: karena istrimu lebih memprioritaskan anak-anakmu dari pada segalanya. sedangkan pekerjaan mengurus anak memang sangat menyenangkan tetapi membutuhkankesabaran dan ketelatenan yg ekstra agar anak-anakmu tidak jatuh, tidak nangis dan mendapatkan perhatian yg cukup dari ibunyajadi pantas lah kalau tiap hari istrimu mengeluhcapek. tetapi sesungguhnyahanya di bibir saja dia mengeluhcapek karena sebetulnya dia hanya memancingmuuntuk meminta sedikit perhatianmu di waktu senggangnya ketika buah hati kalian telah tertidur pulas. 


s: tetapi bu, tidak sempatkah dia merawat dirinyasebentar saja. dulu saja sering sekali yg luluranlah, yg facial lah, yg spa lah...


i: he he he ... anakku anakku sejatinya seorang wanita itu sangat suka dimanja. tidak ada wanita manapunyg menolak untukfacial, luluran apalagi spa. tapi kembali lagi. ketika istrimu baru saja membuka perlengkapan tempurnya (baca: kosmetik)tiba tiba terdengar anakmu menangis dan akhirnya tidak jadi lah dia merawat diri. jangankan luluranbagi seorang ibu rumahtangga yg punya anak kecil, guyuran air mandi saja sudah menjadiobat bagi capek yg dia rasakan. jadi jangan sekali kali kau bandingbandingkan istrimu dengam teman kerjamu atau wanita lain yg terlihat begitu cantik dengan polesannya. Dia sudah berkorban merelakanwaktu yg paling dia senangi untukmengurus anak anakmu dan kamu. 


kamu melihat ibu biasa saja karena memang anak ibu sudah besar besat. begitu juga dengan istrimu nanti ketika anak kalian sudah besar dia akan lebih memperhatikan dirinyadan merawat diri lagi. 


INGAT nak pesan ibu bersabarlah. jangan sampai kau tergoda dengan perempuan lain hanya karena istrimu tidak berdandan. Sayangi istrimu, luangkan sedikit waktu untuk mengusir kelelahannya dan kepenatannya.
sekarang pulanglah dan peluk cium istrimu dengan mesra. 


In Syaa Allah bermanfaat.

Tiada ulasan: