Selasa, 19 Februari 2019

Sudah biasa khianat, mereka ingat orang lain pun khianat serupa mereka. 9173.


Pakai Kamera Pengintai, Cina Awasi Pergerakan Jutaan Muslim Uighur di Xinjiang
Selasa, 19 Februari 2019 17:42 
Foto: Pengawasan yang dilakukan SenseNets mendeteksi identitas setiap orang yang tertangkap sistem kamera pengintai
KIBLAT.NET, Urumqi – Data sebuah perusahaan pengawas yang bekerjasama dengan pemerintah Cina bocor. Seorang pakar internet Belanda membongkar aktivitas pengawasan yang dilakukan perusahaan tersebut terhadap 2,5 juta lebih penduduk Xinjiang, wilayah yang dihuni mayoritas etnis muslim Uighur.

Pakar internet asal Belanda Victor Gevers, salah satu pendiri organisasi GDI Foundation, pertama kali mengungkap database milik SenseNets, perusahaan teknologi berbasis pendeteksi wajah. Data tersebut dibiarkan tak terlindungi selama berbulan-bulan, dan berisi informasi tentang nama, nomor kartu identitas, tanggal lahir, dan data lokasi.

Gevers membeberkan informasi tersebut melalui media sosial pada 13 februari 2019. Data yang terungkap menunjukkan 6,7 juta data titik lokasi terkait warga, yang dikumpulkan dalam waktu 24 jam. Lokasi-lokasi tersebut ditandai dengan “masjid”, “hotel”, “warung internet”, dan tempat-tempat lain yang terdeteksi oleh kamera pengintai.

“Ini sepenuhnya terbuka dan siapa pun tanpa otentikasi memiliki hak administratif penuh. Anda bisa masuk dalam database dan membuat, membaca, memperbarui, serta menghapus apa pun,” kata Gevers, seperti dikutip Reuters pada Ahad (17/02/2019).

SenseNets, menurut situs resminya, bekerja sama dengan polisi Cina di sejumlah kota. Perusahaan induknya adalah NetPosa Technologies yang terdaftar di Shenzhen, dan memiliki kantor perwakilan di sebagian besar wilayah Cina, termasuk Xinjiang.
SenseNets dan NetPosa belum memberikan tanggapn terkait temuan ini. Begitu pula dengan pihak berwenang Cina.


Wilayah Xinjiang merupakan tempat bagi jutaan etnis muslim Uighur. Temuan Gevers ini makin memperkuat bukti adanya tekanan yang dilakukan terhadap masyarakat di wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai Turkistan Timur. Tindakan rezim Cina yang memasukkan etnis Uighur ke kamp konstrasi juga menjadi sorotan dunia.

Pemerintah Cina telah meningkatkan pengawasan ketat terhadap warga di Xinjiang dalam beberapa tahun terkahir. Pengawasan tersebut meliputi pemantauan sistem video dan teknologi pemantauan telepon pintar.

Gevers mengatakan sejak menemukan kelemahan sistem milik SenseNets, pihaknya segera memberitahukan kepada perusahaan pengawasan tersebut, sesuai aturan di GDI. Menurutnya, pihak SenseNets tidak merespons pemberitahuan itu, namun menurut pantauannya telah terlihat langkah-langkah sebagai upaya pengamanan database itu.

Sumber: Reuters
Editor: Imam S.
Pakai Kamera Pengintai, Cina Awasi Pergerakan Jutaan Muslim Uighur di Xinjiang - Kiblat

BERITA TERKAIT

TITIAN


Berita sisipan: 

Fenomena Super Snow Moon Akan Terjadi di Indonesia Hari Ini
 19 Feb 2019, 14:01 WIB
BMKG
Imbauan BMKG terkait Super Snow Moon yang akan terjadi hari ini, Selasa (19/2/2019). (Twitter @InfoHumasBMKG)

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena langka Super Snow Moon akan terjadi hari ini, Selasa (19/2/2019) di Indonesia. Fenomena ini disebut Super Snow Moon, di mana posisi Bulan dan Bumi berada pada perigee (posisi terdekat).

Hal tersebut akan mempengaruhi pola pasang air maksimum air laut di Indonesia. Informasi ini seperti dikutip Liputan6.com dari laman Twitter Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG@InfoHumasBMKG.
BACA JUGA

Gempa Hari Ini di Malang Tak Timbulkan Korban Jiwa dan Kerusakan Bangunan
Cuaca Hari Ini: Jakarta Pagi Cerah Berawan
Gempa Magnitudo 5,9 di Malang Juga Dirasakan di Wilayah Lain

"Tahukah Sobat Humas? Jarak terdekat Bulan dan Bumi (Perigee) terjadi pada hari ini 19 Februari 2019 pukul 16.00 WIB. Bagi masyarakat di wilayah pesisir pantai harap waspada terhadap pasang maksimum air laut.#FaktaData #SuperSnowMoon #BMKG," kicau BMKG @InfoHumasBMKG.

Mengingat karena fenomena Super Snow Moon akan mempengaruhi pola pasang air maksimum air laut di Indonesia, BMKG menuliskan wilayah mana saja yang diminta berhati-hati atau waspada.

Wilayah tersebut adalah pesisir utara Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan pesisir Kalimantan Barat.

"Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta bongkar muat di pelabuhan," tulis BMKG melalui pengumuman tertulisnya.

Diminta Waspada



Tak lupa, BMKG pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari fenomena tersebut, serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.

"Demikian informasi (peringatan dini ini) untuk dapat diantisipasi," ujar BMKG.
https://www.liputan6.com/news/read/3898766/fenomena-super-snow-moon-akan-terjadi-di-indonesia-hari-ini

Malam Ini Ada Fenomena Super Snow Moon, Ini Penjelasannya! 
Selasa, 19 Februari 2019 17:06 Reporter : Indra Cahya
Malam Ini Ada Fenomena Super Snow Moon, Ini Penjelasannya!
Supermoon. © Twitter

Merdeka.com - Di Februari ini akan terjadi bulan purnama yang terbesar di sepanjang tahun 2019, dan itu akan terjadi malam ini. Fenomena tersebut adalah Super Snow Moon.

BERITA TERKAIT

Melansir Tekno Liputan6.com yang mengutip CNN, Selasa (19/2/2019), fenomena Super Snow Moon ini terjadi saat bulan berada di orbit paling dekatnya dengan Bumi atau Perigee.

NASA menyebut, jarak antara bulan dengan Bumi saat Super Snow Moon sekitar 583 kilometer. Dengan jaraknya yang begitu dekat dengan Bumi, sinar bulan pun akan makin terang jika dilihat dari Bumi.

NASA menyebutkan bahwa Bulan akan tampak 14 persen lebih besar ketimbang biasanya. Sinar bulan juga bakal 30 persen lebih terang ketimbang hari-hari biasa.

Terkait fenomena ini, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan soal risiko terjadinya laut pasang.

"Tahukah Sobat Humas? Jarak terdekat Bulan dan Bumi (Perigee) terjadi pada hari ini 19 Februari 2019 pukul 16.00 WIB. Bagi masyarakat di wilayah pesisir pantai harap waspada terhadap pasang maksimum air laut. #FaktaData #SuperSnowMoon #BMKG," cuit BMKG di akun Twitter resmi mereka, @InfoHumasBMKG.

Sekadar informasi, orang Amerika dan Eropa menyebut fenomena Super Snow Moon karena pada saat peristiwa ini terjadi, wilayahnya tengah mengalami musim salju yang lebat. Demikian menurut The Old Farmer Almanac.

Selain disebut Super Snow Moon, fenomena Supermoon yang terjadi pada bulan Februari juga disebut sebagai Hungermoon. Pasalnya, di sebagian wilayah yang mengalami musim dingin, mereka kesulitan mendapatkan bahan makanan.

Menariknya, fenomena Super Snow Moon bisa dilihat dari Bumi. Asalkan cuaca dalam keadaan cerah dan bulan terlihat di langit.

Dibandingkan dengan 2018, Supermoon kali ini sungguh berbeda. Pasalnya tahun lalu tidak ada fenomena bulan purnama pada Februari (disebut Black Moon) sehingga selama sebulan penuh tidak ada bulan purnama.

Sebelumnya pada bulan lalu, terdapat fenomenabulan purnama serupa yang disebut Super Blood Wolf Moon.

Sumber: Tekno Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [idc]

Baca Juga:


Tiada ulasan: