Memaparkan catatan dengan label في سبيل الله. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label في سبيل الله. Papar semua catatan

Rabu, 16 Januari 2019

Tiang. Namun setidaknya kita terhibur dengan kata diturunkan. 9045.


Kisah bila Thai dan China dapat tanah. Batu sempadan pun boleh sorok dalam tengah-tengah reban ayam. Mula-mula tambun lebarkan tanah, kemudian pertikai sempadan antara bangsa Selat Tebrau. Kononnya kesemua pulau-pulau kecil di Selat Tebrau milik mereka... Nama-nama pun bertukar dari Bahasa Melayu kepada bahasa mereka untuk menghapus bukti sejarah, selain memusnahkan bahan-bahan sejarah. 

 Antara akibat gerak laku T.Abd Rahman di selatan Singapura dikeluarkan dari Malaysia. Kemudian diikuti Pak Lah dengan Pulau Batu Putih. 

Di Utara T.Abd Rahman nafikan pembebasan Wilayah Islam Selatan Siam (dari Segenting Kra hingga sempadan Siam dengan Tanah Melayu) dari penjajahan puak Thai. Atas nasihat datuknya Raja Thai. Maka Perjanjian Bangkok 1909 terus berkibar megah dengan menafikan hak orang Islam dan Melayu di Wilayah tersebut untuk merdeka. Zaman Najib Malaysia terus mengalah dengan Singapura nama Melayu yang kemudian diinggeriskan jadi Singapore. 

Singapura perlu erti padahnya kalu sombong...

ali allah ditta pada tumpang sekole...? - Seminggu yang lalu
[image: Image may contain: sky and outdoor] *Dr.M menegaskan tidak boleh guna ruang udara Malaysia(Pasir Gudang) untuk mendarat di Selatar.* *Apabila kerajaan Malaysia memutuskan untuk menutup ruang udara Johor, kelam kabut PM Singapore menghantar 2 menterinya tanpa appointment iaitu, Timbalan Perdana Menteri merangkap Menteri Keselamatan Negara Teo Chee Hean dan Menteri Kewangan Heng Swee Kea untuk mengadap Tun Mahathir pada 31 Disember lalu.* *Dr. Mahathir tak nak LAYAN mereka malah MENYURUH kedua2 menteri itu pergi jumpa Menteri lain iaitu Menteri Luar, Datuk Saifuddin.* *Namu... lagi »
Kutu-kutu jalanan, yang berpura-pura sebagai orang perjuangan, tetapi sebaliknya oportunis kelas kambing dan lembu kerbau... 

https://www.facebook.com/1910087299244293/videos/2031150997137922/

Nasib Uighur dan Jerat Investasi Cina di Pakistan 
Selasa, 15 Januari 2019 19:12 
Foto: Proyek pembagunan Koridor Ekonomi Cina-Pakistan (CPEC)

KIBLAT.NET – Pada malam musim dingin yang dingin, Mohammad Hassan Abdul Hameed (34) berjalan menuju restorannya, melewati toko-toko sutra di Pasar Cina yang sibuk di Rawalpindi, Pakistan.

Dia, seperti banyak orang lain, adalah anggota komunitas Uighur yang dianiaya dari provinsi Xinjiang di Cina.

Ayah Abdul Hameed tiba di Rawalpindi 50 tahun yang lalu untuk bekerja di sebuah wisma yang dikhususkan untuk Uighur yang akan ke Arab Saudi untuk pergi haji.

Hari ini, wisma itu dibiarkan menjadi pasar, tidak jauh dari restoran Abdul Hameed. Menurut anggota masyarakat, wisma ditutup atas permintaan Cina pada tahun 2006.

Orang-orang Uighur telah bermigrasi ke Pakistan sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Beberapa bekerja sebagai pedagang dan yang lain melarikan diri dari penganiayaan komunis.

Hari ini, tindakan brutal Cina terhadap komunitas Uighur telah menjadi berita utama di seluruh dunia. Hingga tiga juta orang Uighur diyakini ditahan di kamp konsentrasi yang disebut “kamp pendidikan ulang”, mereka dipaksa untuk meninggalkan Islam.

Di Pakistan, ada sekitar 2.000 warga Uighur, selama beberapa dekade mereka tidak terlaku menampakkan diri, sehingga sangat sedikit orang yang bahkan menyadari kehadiran mereka.

Namun kehadiran mereka di sini tidak luput dari perhatian oleh Cina yang menjadi “saudara besi” Pakistan dengan uluran tangannya saat krisis ekonomi. Menurut masyarakat, Cina telah menekan Pakistan untuk tidak memberikan kritik.

“Mereka ingin menghabisi orang-orang Uighur,” kata Abdul Hameed, merujuk pada orang Cina. “Di sini, kita tidak bisa melakukan apa pun sesuai keinginan kita karena Cina mengejar kita.”

Beijing telah menginvestasikan $ 62 miliar (sekitar Rp875 triliun) untuk pembangunan Koridor Ekonomi Cina-Pakistan (CPEC), yang akan menghubungkan Kashgar di Xinjiang ke pelabuhan Gwadar selatan di Pakistan. Cina juga telah menjanjikan bantuan keuangan kepada negara itu, yang sangat ingin menyelesaikan masalah ekonominya.

Meskipun Pakistan sering menyoroti nasib minoritas Muslim di seluruh dunia, dalam persoalan Uighur, Islamabad tidak ingin membuat marah tetangganya yang kuat.

Keluarga Uighur di Pakistan tahu betul apa yang terjadi di Cina karena banyak anggota keluarga yang masih tinggal di Xinjiang. Sebagian besarnya belum dapat berbicara dengan mereka selama dua tahun terakhir karena ditahan di kamp.

“Dari keluarga kami, 300 orang berada di dalam (kamp-kamp),” kata Abdul Hameed. “Bahkan kakakku ada di dalam.”

Abdul Latif, seorang pedagang sutra, menceritakan saudaranya yang tinggal di Xinjiang. “Tidak ada berita tentang mereka,” katanya.

“Kita tidak bisa menelepon mereka. Jika mereka mendapat telepon dari sini, sekalipun mereka tidak mengangkatnya, setelah beberapa jam polisi akan datang dan bertanya siapa yang menelepon, apa hubungannya dengan mereka, berapa lama sudah mengenal mereka. Hanya dengan alasan ini, mereka akan ditangkap.”

BERITA TERKAIT


BACA JUGA  Kesaksian Muslimah Kazakhstan 16 Bulan Disiksa di Kamp Konsentrasi Cina

“Jika seseorang meninggal, tidak ada yang membaca doa pemakaman,” desahnya. “Ini adalah ketidakadilan, yang bahkan ketidakadilan itu sendiri menjadi malu,” kata Abdul Raheem, pedagang lain, menyela dengan ekspresi gelisah.

Menurut Michael Kugelman, Wakil Direktur Program Asia di Wilson Centre, komunitas Uighur di Pakistan mengkhawatirkan Cina, meskipun jumlahnya sangat kecil.

“Cina tahu bahwa nasib orang Uighur telah menghasilkan berita utama dan berdampak negatif terhadap citra globalnya. Jadi, mereka tidak ingin orang Uighur di Pakistan, di mana mereka memiliki lebih banyak kebebasan untuk berbicara, membawa lebih banyak perhatian pada masalah yang ingin dipertahankan oleh Beijing,” katanya.

Perlu diketahui, baru-baru ini berita tentang seorang wanita Uighur yang menjadi istri pengusaha Pakistan dikurung di kamp-kamp interniran di Cina membuat marah masyarakat.

“Pakistan adalah teman terbesar (Cina). Lebih tinggi dari langit, lebih dalam dari lautan,” kata Raheem.

Beberapa anggota komunitas mengatakan mereka mulai menghadapi pelecehan dan intimidasi di Pakistan karena terlalu vokal. Salah satunya adalah Abdul Rehman, yang meminta nama aslinya tidak diungkapkan karena risiko untuk dirinya sendiri dan anggota keluarganya di Cina.

“Pemerintah Cina telah menempatkan orang-orang di sini. Kita takut satu sama lain. Kita tidak bisa berbicara secara terbuka,” katanya.

“Masalahnya di sini adalah bahwa ada tekanan pada pemerintah Pakistan dari Cina, dan pemerintah Pakistan menekan kami agar kami tidak membicarakan (masalah) Uighur di media di sini,” kata Rehman.

“Agen-agen di sini menekan kami dari sisi mereka. Mereka menangkap kami. Mereka telah membawa banyak ke rumah-rumah aman. Aku salah satunya. Aku ada di sana selama 12 hari tahun lalu,” ia melanjutkan dengan suara pelan.

“Mereka bertanya kepada kita tentang CPEC, apa pendapat kita tentang hal itu. Apa pendapat yang harus kita pegang tentang CPEC?”

Menurut Kugelman, CPEC adalah salah satu alasan utama mengapa komunitas sekarang ini mengalami tekanan yang meningkat di Pakistan.

“Beijing memiliki banyak pengaruh atas banyak hal di Pakistan, ata seringnya pemberian dan kepercayaan yang dinikmati di Islamabad. Pengaruh Cina semakin meningkat ketika membangun CPEC, sebuah proyek infrastruktur besar yang sangat penting bagi Pakistan,” katanya.

Namun Cina juga telah berulang kali meningkatkan pengawasan tentang apa yang disebutnya “teroris Uighur”, yang diyakini merencanakan serangan dari wilayah perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan.

Pada 2015, Pakistan mengatakan “hampir semua” pejuang telah dieliminasi dalam operasi militer.

BACA JUGA  Pasca Kedubes Cina Didemo, Sejumlah Ormas Islam Diajak ke Cina Diperlihatkan Kamp Uighur Tapi Palsu

Menurut Kugelman, jumlah pejuang Uighur biasa. “Membesarkan ancaman yang ditimbulkan oleh Uighur memberi Beijing alasan yang berguna untuk menindak mereka,” katanya.

Mohammad Umer Khan, pendiri organisasi bernama Umer Uighur Trust di Rawalpindi, mengatakan masalah warga Uighur di Pakistan telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Ada bahaya bagi kita semua di Pakistan sekarang,” katanya. “Siapa pun yang mulai mengatakan aku Uighur, aku orang Turkistani, dalam bahaya.”

Dia mengatakan masalah dimulai pada 2006. Laki-laki, yang dia pikir berasal dari agen intelijen Pakistan, secara berkala menjemputnya dan menahannya selama satu atau dua hari.

“Pada 2010, otoritas Pakistan menutup sebuah sekolah yang ia dirikan untuk mengajarkan bahasa Uighur kepada anak-anak masyarakat,” katanya.

“Mereka menggunakan kekerasan terhadap saya dan mereka meletakkan nama saya di ECL (daftar kontrol keluar) sehingga saya tidak bisa bepergian ke mana pun,” kata Khan. Namanya akhirnya dihapus dari daftar pada tahun 2014 setelah ia membawa masalah tersebut ke Mahkamah Agung.

Sekitar setahun yang lalu, dia dijemput lagi dan ditahan selama sekitar dua minggu. Khan mengaku dipukuli yang meninggalkan bekas luka permanen di lengan kirinya. Dia kemudian diminta untuk menandatangani dokumen perjanjian untuk tidak lagi memprotes kebijakan Cina.

“Mereka mengatakan saya merusak persahabatan antara Cina dan Pakistan,” katanya. Namun Khan mengatakan masalah sebenarnya bukan pada pemerintah Pakistan. “Pasti (orang Cina) punya andil di dalamnya,” katanya.

Situasi ini, kata para analis, tidak mungkin berubah menjadi lebih baik selama Cina terus memegang kendali di Pakistan.

“Sangat mengejutkan bahwa sementara Pakistan sering menyesali nasib buruk Muslim Rohingya, Suriah, Kashmir, dan Palestina.. Anda jarang mendengar Islamabad membuat pernyataan solidaritas dengan Uighur,” kata Kugelman.

“Dunia Muslim secara keseluruhan, dengan beberapa pengecualian, telah mengambil posisi diam karena tidak ingin mengecewakan pemain global utama (Cina) yang menawarkan investasi dan manfaat bermanfaat lainnya.”

Orang-orang Uighur menyadari hal ini dan perlahan mulai kehilangan harapan. “Kami menjadi sangat kecewa dengan negara-negara Muslim, terutama negara-negara Arab,” kata Khan.

“Setelah itu, kami memiliki banyak harapan dari Turki, tetapi sejauh ini mereka belum melakukan hal sebesar itu. Ketika datang ke Pakistan, kami bahkan tidak memiliki harapan bahwa mereka akan mengangkat suara mereka (untuk kami).”

Terlepas dari ancaman itu, Khan berniat untuk terus berbicara tentang masalah komunitasnya.

“Saya tidak menentang Pakistan atau CPEC. Tetapi ketidakadilan dilakukan terhadap bangsa saya, kerabat saya. Saya berbicara untuk hak-hak mereka,” katanya menantang.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi
Nasib Uighur dan Jerat Investasi Cina di Pakistan - Kiblat

Harga Tiket Pesawat Hanya Turun Setengah Tiang 
Selasa, 15 Januari 2019 23:56 

Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (foto: Tempo).

Entah ada hubungannya dengan “petisi menolak harga tiket pesawat naik”  atau tidak, namun tampaknya para pendukung petisi tersebut lumayan bergembira ketika Indonesia National Air Carrier Association (INACA) dan semua maskapai dalam negeri telah sepakat menurunkan harga tiket setelah menaikkannya dengan persentase penurunan harga sekitar 20-60 %.

Memang kabar tersebut bagaikan setetes aqua dingin membasahi kerongkongan yang sedang kering. Namun mari kita simak baik-baik pernyataan Ketua Umum INACA berikut ini, “Kami sudah menurunkan 20-60 %. 

Komposisi atau slot yang diberikan masing-masing maskapai itu adalah 30 %. Itu adalah batas yang bisa mereka toleransi, supaya tidak rugi,” kata Ketua Umum INACA Ari Askhara, dalam diskusi bertajuk “Apakah Harga Tiket Pesawat Saat Ini Wajar?”, di Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).
Mari kita ulang bersama-sama, “Kami sudah menurunkan 20-60 %. 

Komposisi atau slot yang diberikan masing-masing maskapai itu adalah 30 %”, turun 20-60% alhamdulillah ya Allah, eits tunggu-tunggu apa maksudnya yang di belakang itu, kok ada tiga puluh tiga puluh persennya.

Jadi begini maksudnya, harga tiket pesawat memang diturunkan, namun kuota harga tiket pesawat yang diturunkan hanya 30 persen, dengan catatan di luar prime time.

“Misalnya, Jakarta-Yogyakarta pagi dan sore harga tinggi, siang pasti rendah,” ujar Ari. Adapun terkait kuota 30%, Ari menjelaskan bahwa hal itu berlaku untuk setiap penerbangan.

BACA JUGA  Mengintip Celah (De)legitimasi Pemilu 2019

“Kuota itu per flight. Jadi, misalnya, kapasitas Garuda Indonesia 160 kursi, 30% dari itu sekitar 40 kursi,” kata Ari.

Maka bisa dipastikan, bahwa pada jam-jam tidak favorit kita sudah bisa menikmati harga tiket yang memang tidak sepenuhnya murah, namun setidaknya kita terhibur dengan kata diturunkan.

Ari yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia mengatakan bahwa Garuda Indonesia sudah menurunkan harga tiket. “Tadinya Rp3.020.000 di Aceh, sekarang menjadi Rp1.6 juta, tapi hanya jam tertentu. Kalau pagi masih sekitar Rp3 juta.”

Dari sekian penjelasan Ari, nampaknya kita boleh menyimpulkan bahwa penurunan harga tiket hanya setengah tiang. Fenomena orang-orang Aceh yang membuat paspor untuk pergi ke pulau Jawa sepertinya masih berlanjut.

Oh iya, sebagian dari kalian pasti bingung kan mengapa orang Aceh harus membuat paspor segala untuk ke Jawa. 

Jadi begini ceritanya, ada penerbangan Aceh ke Bandung biaya tiketnya lebih dari 3 juta rupiah, namun untuk tiket yang transit Kuala Lumpur justru hanya 900 ribu rupiah. Duh siapa yang tidak tergiur, sudah murah bisa cekrak cekrak buat postingan instagram dengan tag lokasi luar negeri, double kill!!!

Penulis: Bang Azzam
Harga Tiket Pesawat Hanya Turun Setengah Tiang - Kiblat

SELASA, 15 JANUARI 2019
MB Johor bawa masuk kroni dalam agensi kerajaan
Dhia Hani
xyayasan1-681x908
Senarai Lembaga Pengarah Yayasan Pelajaran Johor sebelum jawatan-jawatan politik diubak kepada Ahli Lembaga Pengarah YPJ.

SEBELUM ini di peringkat Persekutuan kecoh mengenai pelantikan ahli lembaga pengarah Khazanah Nasional Berhad dalam kalangan ahli politik.

Isu ini menjadi hangat disebabkan perkara tersebut sangat bertentangan dengan janji dalam manifesto Pakatan Harapan (PH) dalam Pilihan Raya Umum ke-14 yang lalu.

Yang mana dalam manifesto PH ada menyatakan bahawa “kerajaan PH akan memastikan pelantikan ahli lembaga pengarah dalam GLC nasional dan negeri adalah dari kalangan golongan profesional dan bukan berdasarkan kaitan politik mereka”.

Malangnya manifesto ini hanya sekadar dijadikan perhiasan oleh Pakatan Harapan.

Apa tidaknya, perkara yang sama juga terjadi di peringkat negeri yang mana pelantikan dua ahli lembaga pengarah Yayasan Pelajaran Johor turut dilantik daripada kalangan ahli politik.

Sehinggakan Ahli Parlimen Rembau, Khairy Jamaluddin membuat troll dan menyindir pelantikan dua ketua bahagian Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).

Tweet Khairy Jamaluddin menjadi tular apabila beliau turut memuat naik risalah sebagai bukti dengan tulisan “Pelantikan lembaga baharu Yayasan Pelajaran Johor. Sekurang-
kurangnya ‘coverlah’ sikit jawatan politik tu. Letaklah jawatan NGO kangkung mana-mana pun. Ni dah tak kisah nak cover, dah tak segan. Parti menguasai kerajaan! Hidup Malaysia
Baharu”.

Tetapi yang kelakarnya selepas disindir teruk oleh Khairy Jamaluddin, ‘askar-askar’ Yayasan Pelajar Johor dengan sepantas kilat telah menukar jawatan dua ahli politik ini dalam laman rasmi (website) Yayasan Pelajaran Johor.

Dari jawatan politik Ketua Bahagian PPBM Tanjung Piai dan Johor Bahru bertukar serta merta menjadi ahli Lembaga Pengarah YPJ.

Walau bagaimanapun ini bukan masalah besar bagi Osman Sapian yang tidak kisah dengan semua itu.

Yang lebih penting sekarang ini baginya adalah jawatan Menteri Besar Johor yang sedang disandangnya ketika ini. Dengan jawatannya itu, Osman Sapian bebas untuk lakukan apa sahaja termasuk melanggar manifesto Pakatan Harapan sekalipun.

Jadi sekarang apa yang ingin saya mempersoalkan, adakah kedua-dua Ketua Bahagian PPBM yang dilantik sebagai lembaga pengarah Yayasan Pelajaran Johor ini memang benar-benar layak?

Apa justifikasi yang ditetapkan sehingga memboleh mereka ini dilantik sebagai ahli lembaga pengarah? Persoalannya sudah tidak adakah seorang pun yang benar-benar layak dari golongan
profesional dan bukan orang politik untuk menyandang jawatan tersebut?

Atau sebenarnya pelantikan mereka ini hanya sekadar lantikan kroni semata-mata?

Almaklumlah Menteri Besar Johor dan mereka ini dari parti politik yang sama.

Nampaknya sudah jelas Pakatan Harapan Johor mengamalkan budaya kroni kerana perkara ini boleh dilihat sendiri melalui lantikan ketua-ketua kampung, ahli majlis dan lain-lain lantikan lagi sebelum ini.

Mana perginya janji-janji yang kononnya mereka ini tidak mengamalkan langsung kroni dan hanya akan lebih telus serta terbuka dalam segala hal?

Sekarang sudah terbuktilah kesemua janji itu sekadar retorik politik sebelum berkuasa untuk memancing undi rakyat.

Tetapi hakikatnya selepas berkuasa tiada apa-apa pun yang boleh dibanggakan oleh rakyat.

Apa-apapun lantikan ini sememangnya jelas melanggar janji mereka kepada rakyat khususnya rakyat Johor. Yang pastinya, rakyat Johor sangat kecewa dan marah dengan tindakan ini kerana ia seolah-olah pengkhianat kepercayan rakyat terhadap kerajaan Pakatan Harapan.

Tiba masanya rakyat Johor mula menilai kerajaan Pakatan Harapan ini dari sekarang.

Sedarlah kita sebagai rakyat yang sebenarnya berkuasa bukannya mereka kerana tangan-tangan kita semua yang berhak memberikan mereka kuasa ataupun tidak.

*Dhia Hani, Persatuan Pemikir Muda Johor

DIALOG RAKYAT: MB Johor bawa masuk kroni dalam agensi kerajaan

16 January 2019
Bila belalang kata akulah helang...
Related image
Dalam semua parti politik ada belalang yg meracau berlagak seperti helang. Mereka berlagak seperti orang yang paling berkuasa, paling populer dan kononnya disayangi bos pihak atasan. Mereka orang kerdil, jiwa hamba, ilmu sekangkang ayam jantan pondan, tapi berlagak seperti ahli JKKK yang baru dilantik. 

Dari kawan-kawan yang berhempas pulas memperjuangkan BERSATU nampak sekali rasa kecewa bila berbincang dengan mereka. Kata mereka BERSATU sudah dikuasai oleh kutu-kutu jalanan, yang berpura-pura sebagai orang perjuangan tetapi sebaliknya oportunis kelas kambing dan lembu kerbau. 

Dulu banyak cybertrooper sukarelawan BERSATU dalam facebook membela Tun dan BERSATU. Sekarang yang ada pun cuma melepaskan batuk dalam lif saja. Tak ada oomph, dan tak mampu menentang serangan dari macai-macai UMNO dan PAS..

Mereka perlu belajar mengapa rakyat menolak UMNO/BN yg sudah berkuasa 61 tahun. Dalam perjuangan kita perlu bijak menilai berbagai peristiwa dalam sejarah untuk menjadi iktibar. Jangan cepat gila kuasa, lupa asal usul masing-masing. 
No photo description available.
Tok jangan dok buat cam ni aihhh...

Minum sisa teh Tun M tidak bermakna orang itu sama status dengan ketokohan negarawan tersebut. Bergambar dengan Tun atau TSMY atau mana-mana menteri sekali pun tidak bermakna kamu sahabat karib dengan mereka. Seorang berjiwa jembalang, korup, macai akan terserlah wataknya yang sebenar walaupun dia pernah minum sisa pembesar negara.

Pucuk pimpinan BERSATU khasnya perlu awasi jembalang-jembalang dan kutu-kutu yang mencari peluang mudah memperkayakan diri atau menjadi budak suruhan pihak tertentu. Hati-hati musuh dalam selimut, telunjuk lurus kelingking berkait.

Kemasukan bekas JASA akan membawa padah pada parti kelak. INGAT SEMANGAT YANG MENGHIDUPNA BERSATU DAN PH SEBAGAI KERAJAAN IALAH TUN MAHATHIR, BUKAN ORANG LAIN. Tanpa Tun belum tentu Pakatan Harapan mempunyai harapan untuk menang pada PRU 15 akan datang.

Sebagai ingatan kepada pucuk pimpinan BERSATU agar berhati-hati dengan tindak-tanduk dan mainan politik kongkolikong setengah juak-juak yang mengaku diri mereka helang di awan, dan bukan belalang di padang. 

BERSATU mesti memperkemaskan jentera pengurusannya dan jangan mudah lupa sumbangan para pejuang yang kini terpinggir akibat mainan politik puak oportunis, macai kelas kambing yang memburu keuntungan pribadi, dan bukan memperkasakan parti. Ingat kalau sekali hilang kuasa jangan mimpi BERSATU akan mudah kembali berkuasa. - Yahaya Ismail
Malaysia’s Prime Minister Mahathir Bin Mohamad and Singapore’s Prime Minister Lee Hsien Loong. Photo: EPA
Malaysia-Singapore air and sea tensions explained...

Asia watchers are used to watching neighbours Singapore and Malaysia lightheartedly lob insults at each other over the provenance of their joint cuisine. But the Southeast Asian countries ended 2018 with a far more sombre dispute than their decades-old food fight – one that has continued into the new year.

The row over airspace and maritime boundaries has given rise to jingoism on both sides, and observers say the bilateral relationship is currently at its worst state in two decades.

The downturn comes after veteran politician Mahathir Mohamad, 93, returned as prime minister last May after an election in which his scandal-haunted predecessor and one-time protégé Najib Razak was roundly trounced. 

Just last January, ahead of the polls, Najib had declared that the “confrontational diplomacy” between the neighbours that marked Mahathir’s first stint in power from 1981 to 2003 was firmly in the past. He spoke too soon.
SEA DISPUTE

As one of the world’s busiest maritime hubs, Singapore is expectedly finicky about its maritime boundaries – especially when they are challenged. For the Port of Singapore to continue to thrive, waters within the port limits need to be clearly defined and not subject to territorial disputes.

But this was exactly what happened on October 25 last year. Malaysia, through a government proclamation called a gazette, declared that it was extending the boundary of its Johor Bahru port into waters Singapore deemed its own. The Lion City claims the disputed waters are outside Malaysia’s most extensive maritime boundaries – which the island nation also rejects.

Instead, Singapore says “since at least 1999” it has been exercising its jurisdiction in the waters Malaysia claims now as within the Johor Bahru port limit. In a response to the Malaysian declaration, Singapore on December 6 declared the disputed waters to be part of its port limits.

It also filed a declaration under the United Nations Convention of the Law of the Sea (Unclos) that bars any party from unilaterally initiating arbitration or adjudication on the dispute. Unclos defines how coastal states can establish sovereignty over territorial seas.

The “Article 298” declaration made by Singapore allows countries to trigger an opt-out from compulsory arbitration and adjudication. It is made when a concerned party prefers to deal with a dispute bilaterally. China, involved in the South China Sea dispute, triggered a similar declaration in 2006.

Singapore’s declaration means it and Malaysia must agree to jointly seek third-party recourse before any further action can be taken. Malaysia has said there is absolutely no basis for Singapore’s assertions about the waters as the new port limits declared in October “are within Malaysia’s territorial sea”.
AIR DISPUTE

The air dispute centres on Singaporean air traffic controllers’ stewardship of a portion of air space in the southern Malaysian state of Johor. Singapore has managed that air space since 1974.

On December 4, Malaysia’s Transport Minister Anthony Loke revealed the Malaysian government was unhappy with Singapore’s decision to begin broadcasting an Instrument Landing System (ILS), at its secondary civilian airport, Seletar.

The ILS would require planes landing at Seletar Airport to make their approach over Johor – inconveniencing residents and jeopardising a seaport there. Malaysia’s position was that Singapore had used its stewardship of Malaysian air space in Johor to unilaterally implement the ILS from January.

Singapore vehemently denied this, and released correspondence showing it had repeatedly made its intentions known to its larger neighbour – both before and after Malaysia’s May 9 election. The city state also disputed Malaysia’s assertions about the negative impact of the ILS, stating instead that the procedure merely codified existing flight paths.

Malaysia in the meantime said it wanted to retake control of the air space in a four-year window beginning this year. Caught in the middle of this technical row over radar systems and air boundaries was the Malaysian airline Firefly, which had agreed to move its operations from Singapore’s main Changi Airport to Seletar. The move was part of Singapore’s plan to relocate all turboprop flights to Seletar.

However in the midst of the government-to-government dispute, Malaysian civil aviation authorities did not sanction the move. Firefly meanwhile lost its slots in Changi Airport. It previously had offered 20 daily flights from Changi to various Malaysian destinations.

Malaysia meanwhile declared the air space Singapore had been administering – which was crucial for the operation of the ILS – a restricted military training area. This move made the operation of the ILS untenable.
WHAT HAPPENS NEXT?

Malaysia’s Foreign Minister Saifuddin Abdullah and his Singaporean counterpart Vivian Balakrishnan in a January 8 statement said they had instructed senior officials to study the dispute and provide “a basis for further discussions and negotiations”, with a two-month deadline.

Media reports have said Malaysian government vessels remain within the disputed waters after the foreign ministers’ meeting. Singaporean coastguard vessels continue to patrol the waters.

Following the meeting between Balakrishnan and Saifuddin on January 8, the two sides agreed to two things: 
  • - Malaysia would suspend the restricted status of the affected air space for a period of one month, while 
  • - Singapore would suspend the implementation of the ILS, also for a month. Transport Minister Anthony Loke and Khaw Boon Wan are slated to meet soon to discuss the way forward in this particular dispute.
Local media reports this week said Firefly was losing 20 million ringgit (US$4.9 million) a week because of the suspension of operations out of Seletar. - Bhavan Jaipragas,scmp

Image may contain: 5 people, text
That's how BN Ministers became rich...
Image may contain: one or more people and text
PAS mencuci tangki septik UMNO dengan harapan ianya berbau wangi... 
No photo description available.

Image may contain: 1 person, sitting

Image may contain: 4 people, people smiling
UMNO/BN bagi wang sewaktu hari mengundi tu bukan rasuah ke Najib?
Image may contain: 3 people, meme, text and food

cheers. 
tumpang sekole...?: Bila belalang kata akulah helang...

Rabu, 31 Oktober 2018

Dulu zaman dia penguasa. 8568.


Mentelaah artikal di bawah, teringat dulu di Malaysia siapa yang repot kesalahan pemimpin kerajaan atau kuncu-kuncunya, akan didapati bersalah - bersalah sebab cuba menjatuhkan kerajaan. Xcaya? tanya naJIB. Itu juga antara sebab buat rakyat bosan. Baru-baru ini Menteri Luar Arab Saudi pun sudah menafikan dan ertinya derma 2.6 billion dari Arab Saudi adalah kisah fantasi, rekaan dan khabar itu adalah palsu. Xcaya tanya Utusan Meloya. Zaman Malaysia Baru "APA" pun kena jumpa Polis atas dakwaan cabul budak bawah umo. Nauzubillahminzalik. Astaghfirullahalazim. 

Artikel Terkait

Zalim Plus Ashobiyah, Hukum Hanya Tajam ke Bawah dan ke LawanPosted on by 
Ilustrasi
Ancaman bagi yang mengenakan hukum hanya terhadap orang lemah

Seorang wanita mencuri di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat perang Fathu Makkah, maka kaumnya takut dan mendatangi Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu untuk meminta syafa’at, ketika Usamah memintakannya ampunan, wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berubah warna dan bersabda:

«أَتُكَلِّمُنِي فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ»

“Engkau memintakan ampunan pada salah satu hukuman dari hukuman Allah?”
Usamah berkata: Mintakanlah ampu untukku ya Rasulullah!
Kemudian keesokan harinya Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri berkhutbah, maka ia memuji Allah sebagaimana mestinya kemudian bersabda:

” أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ النَّاسَ قَبْلَكُمْ: أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ” [صحيح البخاري]

“Amma ba’du, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah karena jika orang yang mulia dari mereka mencuri mereka biarkan dan jika orang lemah dari mereka yang mencuri mereka menjalankan hukuman. Demi Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri maka aku akan memotong tangannya”. [Sahih Bukhari]
***

Bahaya Ashobiyah – fanatisme golongan

Fanatisme golongan alias ‘ashobiyah betapa ruginya. Karena Nabi shallalu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dengan tegas.

وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

Dan barangsiapa mati di bawah bendera kefanatikan buta, dia marah karena fanatik kesukuan, atau menyeru kepada ashobiyah (fanatisme golongan),  atau karena ingin menolong (berdasarkan) fanatisme golongan kemudian dia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. (HR Muslim No. 3436).

وَمَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِلْعَصَبَةِ وَيُقَاتِلُ لِلْعَصَبَةِ فَلَيْسَ مِنْ أُمَّتِي

 Barangsiapa terbunuh di bawah bendera fanatisme buta, marah /balas dendam karena fanatic golongan, dan berperang karena fanatisme golongan, maka dia tidak termasuk dari ummatku. (HR Muslim No. 3437)

حَدَّثَنَا هُرَيْمُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنْ جُنْدَبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

Barangsiapa terbunuh karena membela bendera fanatisme buta yang menyeru kepada ‘ashobiyah (fanatik golongan) atau mendukung ‘ashobiyah (fanatik golongan), maka matinya seperti mati Jahiliyah. [HR. Muslim No.3440].

حَدَّثَنَا – سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، قَالَ: سَمِعَ عَمْرٌو جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَقُولُ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ، فَكَسَعَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ، رَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ، فَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ: يَا لَلْأَنْصَارِ، وَقَالَ الْمُهَاجِرِيُّ: يَا لَلْمُهَاجِرِينَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا بَالُ دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ؟» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ كَسَعَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ، رَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ، فَقَالَ: «دَعُوهَا، فَإِنَّهَا مُنْتِنَةٌ»

Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dia berkata; dia mendengar ‘Amru Jabir bin ‘Abdullah berkata; “Kami pernah menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu peperangan. Tiba-tiba seorang sahabat dari kaum Muhajirin mendorong punggung seorang sahabat dari kaum Anshar. LaIu sahabat Anshar itu berseru; ‘Hai orang-orang Anshar kemarilah! ‘ Kemudian sahabat Muhajirin itu berseru pula; ‘Hai orang-orang Muhajirin, kemarilah! ‘ Mendengar seruan-seruan seperti itu, Rasulullah pun berkata: ‘Mengapa kalian masih menggunakan cara-cara panggilan jahiliah? ‘ Para sahabat berkata; ‘Ya Rasulullah, tadi ada seorang sahabat dari kaum Muhajirin mendorong punggung seorang sahabat dari kaum Anshar.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tinggalkanlah panggilan dengan cara-cara jahiliah, karena yang demikian itu akan menimbulkan efek yang buruk.’  (HR Muslim).
Hadits di atas adalah salah satu dalil tentang terlarangnya Ta’ashub/ fanatik terhadap kelompok, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengkategorikannya sebagai seruan Jahiliyah.
Secara Istilah Ta’ashub berarti membela kaumnya, kelompoknya atau orang yang satu keyakinan dengannya, tidak peduli apakah orang yang dibela tersebut benar atau salah, dan apakah yang dibela itu zhalim atau terzhalimi.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata, “Dua nama ini: ‘al-Muhajirin’ dan ‘al-Anshar’ merupakan dua nama yang syar’i, terdapat di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Allah Azza wa Jalla-lah yang memberi nama mereka dengan keduanya, sebagaimana Allah Azza wa Jalla telah menamai kita dengan al-Muslimin sejak dahulu dan di dalam Al-Qur’an ini. Penyandaran seseorang kepada al-Muhajirin dan al-Anshar merupakan penyandaran yang baik lagi terpuji di sisi Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak sekadar sesuatu yang mubah yang berfungsi sebagai pengenal seperti penyandaran terhadap suku dan negeri, dan tidak pula termasuk penyandaran yang makruh atau haram seperti penyandaran terhadap sesuatu yang mengantarkan kepada bid’ah atau maksiat lainnya. Meskipun demikian, tatkala masing-masing dari dua orang tersebut saling menyeru kelompoknya (walau dengan sebutan Muhajirin dan Anshar, red.) untuk meminta bantuan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingkarinya dan menamakannya dengan ‘seruan jahiliah’.” (Iqtidha’ush Shirathil Mustaqim, hlm. 241)/ Untaian Hikmah
***

Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas dan teman

Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas hingga yang dikenai hukuman hanya orang-orang biasa, tidak menimpa orang-orang terkemukanya, itu saja sudah mengakibatkan hancurnya orang-orang sebelum Islam, menurut sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bagaimana lagi ketika masih ditambah, hukum  hanya menyasar ke lawan golongannya, dan tidak dikenakan kepada yang termasuk golongannya. Ini mengakibatkan pelakunya ketika mati seperti mati jahiliyah.
Bagaimana pula ketika yang dianggap golongannya itu melecehkan Islam, misalnya kalimah Tauhid, Laa ilaaha illallaah, tapi masih dibela pula?
Itu pelanggaran berganda-ganda, dan sudah menyangkut agama yang sangat dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Kemuliaan agama itu dibuktikan, siapapun yang mengimani dan taat patuh dengan agama Allah yang mulia ini yaitu Islam, maka diberi khabar gembira, masuk surgaNya. Sebaliknya, yang mengingkarinya, termasuk melecehkannya (termasuk melecehkan apa-apa yang menjadi bagian darinya), maka diancam masuk neraka.
Sadarilah bahwa kekuasaan di dunia, bila justru untuk memusuhi Islam dan Umat Islam dengan aneka cara dan bentuknya, tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan yang tiada habisnya  di akherat kelak.
Firman Allah Ta’ala:

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin [as-Sajdah/32:12]
Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka [al-An’âm/6:28]
Seakan-akan ayat itu terasa baru saja turun hari ini. Allahu Akbar!
Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018/ 22 Shafar 1440H
Oleh Hartono Ahmad Jaiz
(nahimunkar.org)
(Dibaca 133 kali, 133 untuk hari ini)
Zalim Plus Ashobiyah, Hukum Hanya Tajam ke Bawah dan ke Lawan
https://www.nahimunkar.org/zalim-plus-ashobiyah-hukum-hanya-tajam-ke-bawah-dan-ke-lawan/

TABIK SPRING

noreply@blogger.com (Tukar Tiub) pada Tukar Tiub - 20 minit yang lalu
TABIK SPRING Memang hebat. Tersangatlah sangat sangat hebat. Dikumpulkan segala producer dan pengarah terhebat dari Hollywood dan Bollywood pun tak terbuat skrip cerita sehebat ini. Tabik spring kepada panglima bugis, puteri minang, pahlawan jawa, taukay cina, loyar koling, banker yahudi, pak arab mabuk dan semua penyamun tarbus. Mega production box office in the making. on *HUBAYA HUBAYA DEEPAK BUKA CERITA* Publish | Delete | Spam dr chenor on 10/31/18 -----------------

Amalan terima wakil rakyat Umno tak sihat, DAP gesa gubal akta halang lompat parti

AMIR Wartawan Rasmi LR pada WARTAWAN RASMI LAMAN REFORMASI - 25 minit yang lalu
Pada 31 Oktober 2018oleh RoketKini DAP menyifatkan tindakan parti komponen Pakatan Harapan (Harapan) menerima ahli Parlimen yang pernah menjadi ahli UMNO sebagai amalan yang ‘tidak sihat’. Pengerusinya, Tan Kok Wai berkata demikian mengulas keputusan ahli Parlimen Jeli Datuk Seri Mustapa Mohamed untuk menyertai Bersatu. Terdapat juga ura-ura 40 ahli Parlimen UMNO akan mengikut jejak langkah Mustapha seperti yang didakwa Ahli Majlis Tertinggi Bersatu Datuk A Kadir Jasin. “DAP tidak pasti sama ada lebih ramai Ahli Parlimen UMNO akan menyertai parti komponen Harapan termasuk DAP sendi... lagi »

Kes pembunuhan Altantuya akan terus hantui Najib

AMIR Wartawan Rasmi LR pada WARTAWAN RASMI LAMAN REFORMASI - 26 minit yang lalu
Pada 31 Oktober 2018oleh Foto: Hasful Zainuddin Bekas perdana menteri Datuk Seri Najib Razak cuba menghalang proses keadilan di negara ini apabila menggesa kerajaan Pakatan Harapan berhenti mencari kesalahan dirinya, kata Ahli Parlimen Iskandar Puteri, Lim Kit Siang. “Adakah Najib mencadangkan bahawa Pakatan Harapan tidak harus membuka semula siasatan ke atas kes pembunuhan Altantuya Shaariibuu bagi mencari motif pembunuhan tersebut, sesuatu yang gagal dilakukan oleh pentadbiran Najib sebelum ini, atau menyiasat skandal 1MDB?” katanya dalam kenyataan, hari ini. Beliau berkata demiki... lagi »

‘Baju Komunis’ Chin Tong: Kementerian beri penjelasan jawab fitnah netizen

AMIR Wartawan Rasmi LR pada WARTAWAN RASMI LAMAN REFORMASI - 27 minit yang lalu
Pada 31 Oktober 2018oleh RoketKini Kementerian Pertahanan menafikan tuduhan bahawa Timbalan Menteri Pertahanan Liew Chin Tong “dengan sengaja” memakai pakaian tentera Komunis ketika membuat Pemeriksaan Kawalan Kuarter. Menurut kementerian tersebut, pakaian yang dipakai oleh Timbalan Menteri Pertahanan itu adalah baju korporat rasmi (Bush Jacket) yang disediakan khas untuk Menteri dan Timbalan Menteri Pertahanan bagi tujuan lawatan kerja khususnya ke markas formasi dan kem. “Ianya juga sebagai mematuhi arahan Menteri Pertahanan YB Tuan Hj Mohamad bin Sabu bahawa pakaian seragam tente... lagi »

Penjara Di Brazil Mengangkat Nilai Kemanusiaan

Natirah Azira pada Tazkirah - 32 minit yang lalu
“Impian saya lebih besar dari kesalahan yang saya lakukan”, kata Renato Da Silva. Walaupun masih perlu melalui 10 tahun lagi hukuman di penjara, cita-cita untuk menjadi seorang peguam tidak pernah padam. Beliau merupakan seorang penghuni dan juga pelajar di Persatuan Perlindungan dan Bantuan Kepada Banduan atau lebih dikenali sebagai Association for Protection and Assistance to […]

5 Destinasi Menarik Dan Mesra Muslim Untuk Percutian Hujung Tahun

Natirah Azira pada Tazkirah - Sejam yang lalu
Penghujung tahun semakin menghampiri. Tinggal dua bulan lagi berbaki sebelum kita menjengah tahun baru 2019. Cuti sekolah juga tidak lama lagi akan bermula. Jika anda merancang untuk melancong ke luar negara, lima destinasi di bawah sangat menarik dan mesra muslim untuk dimasukkan di dalam jadual perjalanan anda. #1- Iceland Siapa yang tidak terpegun apabila melihat […]

Insulting Prophet Muhammad (PBUH) In Europe Can Land A Person In Jail

Staff Desk pada The Islamic Information - Sejam yang lalu
Insulting Prophet Muhammad (PBUH) is now punishable in Europe. If anyone utters anything bad about Prophet Muhammad PBUH then he is going to jail! The Integrity Foundation for Humanitarian and Human Rights (Hayat Haq) has articulated its backing for the verdict of the European Court of Human Rights, which measured that insulting Prophet Muhammad (PBUH) [...] The post Insulting Prophet Muhammad (PBUH) In Europe Can Land A Person In Jail appeared first on The Islamic Information.

Hargailah sahabat

Editor pada Ahmad Sanusi Husain.Com - Sejam yang lalu

Sabar itu terbahagi kepada 3

Editor pada Ahmad Sanusi Husain.Com - Sejam yang lalu

Janganlah malu untuk bertaubat

Editor pada Ahmad Sanusi Husain.Com - Sejam yang lalu

NOVEMBER FEST

noreply@blogger.com (Tukar Tiub) pada Tukar Tiub - Sejam yang lalu
NOVEMBER FEST Panggil la juga Raja Petra balik... kononnya untuk memeriahkan acara minum beer baru...November fest . Cekup dia dan picit buah pelir dia sampai juling mata...pastu put him in the dock to testify.... untuk suka-suka saja....cakap orang seperti Petra ni bukan boleh pakai pun.... on *ROSMAH ADA SAMA* Publish | Delete | Spam Jigit at 3:56 PM --------------

‘Baju Komunis’ Chin Tong: Kementerian beri penjelasan jawab fitnah netizen

Roketkini pada roketkini.com - Sejam yang lalu
Kementerian Pertahanan menafikan tuduhan bahawa Timbalan Menteri Pertahanan Liew Chin Tong “dengan sengaja” memakai pakaian tentera Komunis ketika membuat …

TAK SUKA UMNO

noreply@blogger.com (Tukar Tiub) pada Tukar Tiub - 2 jam yang lalu
PASAL APA TAK SUKA UMNO tt apasal lu tak suka sama itu umno aa Itu parti banyak jasa woo. Lu tengok sejarah. Pas asal dari umno. Semangat 46 asal dari umno tapi sudah mati Pkr parti brader wal tok sheikh pun asal dari umno. Terkini bersatu pun asal dari umno. Siap dengan bekas presiden dengan pm sekali. Lu patut kasi respek lebih sama umno. on *JERUNG MASUK BERSATU* Publish | Delete | Spam dr chenor on 10/31/18 ---------------

TENGKIU JAMAL

noreply@blogger.com (Tukar Tiub) pada Tukar Tiub - 2 jam yang lalu
TENGKIU JAMAL Terima kaseh juga pada jamal, terima kaseh rizal bibik mah, terima kaseh keruak, terima kaseh azez eeee, terima kaseh nazri, terima kasih komidi, terima kasih maselan ehhh banyak lagi lah... ter Now plak terima kaseh lokoman adam.. on *TERIMA KASEH ROSMAH MANSOR* Publish | Delete | Spam Anonymous on 10/31/18 ----------------

AHLI PARLIMEN UMNO INTAI SERTAI PKR?

AMIR Wartawan Rasmi LR pada WARTAWAN RASMI LAMAN REFORMASI - 2 jam yang lalu
Di sebalik riuh rendah khabar angin seramai 40 Ahli Parlimen UMNO mahu menyeberang menyertai Bersatu, kini timbul pula desas-desus menyatakan ada antaranya sedang mengintai untuk menyertai PKR. Salah seorang Ahli Parlimen UMNO dari Utara dikatakan sedang giat mendekati pemimpin tertentu dalam PKR untuk memudahkan laluannya menyertai parti itu. Adalah dijangka sebaik saja selepas pemilihan PKR pada bulan November nanti, maka Ahli Parlimen itu akan segera mengisi borang keahlian menyertai PKR. Sebab utama mengapa Ahli Parlimen berkenaan lebih memilih PKR berbanding Bersatu ialah ... lagi »

JANGAN SERTAI PH UNTUK TUTUP SIASATAN

AMIR Wartawan Rasmi LR pada WARTAWAN RASMI LAMAN REFORMASI - 2 jam yang lalu
[image: Jangan sertai PH untuk tutup siasatan] Jangan sertai PH untuk tutup siasatan Posted By: Pentadbiron: October 31, 2018 Print Email Berita mengenai kemasukan anggota-anggota Parlimen BN ke dalam Pakatan Harapan (HARAPAN) tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup siasatan atau kes terhadap mereka, kata Pengarah Komunikasi PKR, Fahmi Fadzil. Fahmi berkata, perkara itu diputuskan oleh Biro Politik PKR yang telah bermesyuarat pada malam ini. “Biro Politik PKR sedar bahawa rakyat Malaysia telah membuat pilihan yang sangat jelas pada Pilihan Raya Umum ke-14, iaitu mengangkat agenda ... lagi »

Biografi Atha bin Abi Rabah

ابوعكاشة pada Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy - 2 jam yang lalu
Biografi Atha bin Abi Rabah (Judul Asli : *Kemuliaan Hakiki*) Anugerah berupa ilmu dan amal saleh adalah anugerah terindah yang tak ternilai dengan harta duniawi seberapa pun banyaknya. Allah mengaruniakan nikmat besar ini kepada siapa pun yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dengannya pula Allah memuliakan hamba betapapun statusnya dalam pandangan manusia dan inilah yang Allah janjikan dalam ayat-Nya yang artinya, *“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berimlu beberapa derajat.”* [Q.S. Al Mujadalah: 11] Tatkala Allah azza waja... lagi »

AHLI PARLIMEN UMNO INTAI SERTAI PKR?

Shahbudin Husin pada Shahbudin dot com - 2 jam yang lalu
Di sebalik riuh rendah khabar angin seramai 40 Ahli Parlimen UMNO mahu menyeberang menyertai Bersatu, kini timbul pula desas-desus menyatakan ada antaranya sedang mengintai untuk menyertai PKR. Salah seorang Ahli Parlimen UMNO dari Utara dikatakan sedang giat mendekati pemimpin tertentu dalam PKR untuk memudahkan laluannya menyertai parti itu. Adalah dijangka sebaik saja selepas pemilihan PKR pada bulan November nanti, maka Ahli Parlimen itu akan segera mengisi borang keahlian menyertai PKR. Sebab utama mengapa Ahli Parlimen berkenaan lebih memilih PKR berbanding Bersatu iala... lagi »

BACA LAGI DISIINI

noreply@blogger.com (Tukar Tiub) pada Tukar Tiub - 3 jam yang lalu
BACA LAGI DISINI *https://www.malaysiakini.com/columns/449731* Norrihan Abdullah Saya kupasan yg amat profesional. Boleh dicatat dalm buku sejarah modern Malaysia . Suka · Balas · 1j Syamsul Muhammad TQ tukartiub Suka · Balas · 2j Steve Ong Well written. Keep up the good work. Suka · Balas · 3j Elain Mashi kerana 2 watak ini rakyat malaysia buat perubahan.2 pelakon ini sangat pandai berlakon,byk peminat singkirkan mereka,kerana lakonan terlebih sangat.bagaimanapun harap2 mendapat pengampunan org atas dan dpt masuk syurga. -----------------

Zalim Plus Ashobiyah, Hukum Hanya Tajam ke Bawah dan ke Lawan

Nahimunkar.com pada Nahimunkar.org - 3 jam yang lalu
Ilustrasi Ancaman bagi yang mengenakan hukum hanya terhadap orang lemah Seorang wanita mencuri di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat perang Fathu Makkah, maka kaumnya takut dan mendatangi Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu untuk meminta syafa’at, ketika Usamah memintakannya ampunan, wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berubah warna dan bersabda: «أَتُكَلِّمُنِي فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ» “Engkau memintakan ampunan pada... Read More 'Zalim Plus Ashobiyah, Hukum Hanya Tajam ke Bawah dan ke Lawan' dapat dibaca di Nahimunkar.org. Related posts: ... lagi »

Hadits-hadits yang Masyhur tetapi Sanadnya Dha’if

Nahimunkar.com pada Nahimunkar.org - 3 jam yang lalu
ilustrasi Posted on 12 Januari 2017 – by Nahimunkar.com Ihsan al-‘Utaibi بسم الله الرحمن الرحيم Muqaddimah Segala puji bagi Allah, semoga selawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah, Wa Ba’d Inilah 100 buah hadis dla’if (lemah) maudlu’ (palsu) yang tersebar luas di kalangan khatib dan muballigh. Sedangkan di dalam hadis yang shahih telah cukup bagi seorang muslim sehingga... Read More 'Hadits-hadits yang Masyhur tetapi Sanadnya Dha’if' dapat dibaca di Nahimunkar.org. Related posts: 1. Hukum tentang makan hidangan acara natalan dan hari raya kafirin 2. Ketika Bau Rokok... lagi »

Puteri UMNO desak kerajaan tolak ratifikasi ICERD

siti hafidah pada Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb - 3 jam yang lalu
BANGI, 22 Safar 1440H, Rabu – Puteri UMNO mendesak kerajaan tidak tunduk kepada pihak yang berniat jahat untuk meratifikasi enam triti hak asasi manusia termasuk Konvensyen Antarabangsa Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Kaum (ICERD) pada suku pertama tahun depan. Ketuanya, Zahida Zarik Khan berkata, tindakan meratifikasi ICERD ini adalah usaha halus pihak tertentu bagi menggugat … The post Puteri UMNO desak kerajaan tolak ratifikasi ICERD appeared first on Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb.

UMMAH tolak diskriminasi tapi…

RZ pada Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb - 3 jam yang lalu
Oleh Ainul Illia Meor Suzurudin KUALA LUMPUR, 22 Safar 1440H, Rabu – Gerakan Pembela UMMAH, gabungan lebih 300 pertubuhan bukan kerajaan (NGO) seluruh negara, sentiasa komited menentang sebarang bentuk diskriminasi tidak adil, tanpa mengira kaum atau agama. Presiden Ikatan Muslimin Malaysia (Isma) yang juga Pengerusi UMMAH, Haji Aminuddin Yahaya berkata, bagaimanapun, pada masa sama semua … The post UMMAH tolak diskriminasi tapi… appeared first on Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb.

Memorandum bantah ICERD

RZ pada Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb - 3 jam yang lalu
BANTAHAN Ratifikasi International Convention on Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD) kerana bercanggah dengan Perlembagaan Persekutuan. 1. Gerakan Pembela UMMAH sebagai gabungan lebih daripada 300 badan-badan bukan kerajaan (NGO) di seluruh negara memandang berat kenyataan yang dikeluarkan oleh Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Waytha Moorthy dan Mujahid Yusof Rawa, bahawa kerajaan bercadang untuk … The post Memorandum bantah ICERD appeared first on Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb.

Parti politik setuju had umur mengundi 18 tahun

tyrazalhe pada Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb - 3 jam yang lalu
PUTRAJAYA, 22 Safar 1440H, Rabu – Sebanyak 32 parti politik berdaftar di negara ini bersetuju dengan cadangan menurunkan umur layak mengundi daripada 21 tahun kepada 18 tahun, kata Pengerusi Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR), Azhar Azizan Harun. Beliau berkata, kesemua parti politik tersebut adalah sebahagian daripada keseluruhan 51 parti politik berdaftar yang menghantar wakil mereka dalam … The post Parti politik setuju had umur mengundi 18 tahun appeared first on Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb.

ICERD: Kerajaan Pakatan jual tanggungjawab jaga Islam

RZ pada Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb - 3 jam yang lalu
Oleh Ainul Illia Meor Suzurudin KUALA LUMPUR, 22 Safar 1440H, Rabu – Kerajaan Malaysia di bawah Pakatan Harapan (PH) dibidas kerana menjual tanggungjawab menjaga agama jika Konvensyen Antarabangsa Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Kaum (ICERD) diratifikasikan. Pengerusi Biro Islamiyat Ikatan Muslimin Malaysia (Isma), Ustaz Omar Kassim berkata, tanggungjawab untuk mempertahankan agama Islam itu sebenarnya telah … The post ICERD: Kerajaan Pakatan jual tanggungjawab jaga Islam appeared first on Portal Islam dan Melayu | ISMAWeb.

MEMPERINGATI 501 TAHUN LAHIRNYA KRISTEN PROTESTAN

KASKUS - Forum Threads - 3 jam yang lalu
[img]https://s.kaskus.id/images/2018/10/31/10033053_20181031034833.jpg[/img] Haiiiii !!!! :ultahhoreSis and Agan-agan semua nah... jadi Tepat pada hari ini pada tanggal 31 Oktober kita memperingati lahirnya Sebuah Era Baru yakni Reformasi Gereja yang diprakasai Oleh [b][i]Martin Luther[/i][/b] ,yang lebih tepatnya terjadi 501 Tahun lalu yakni Tanggal [i][b]31 Oktober 1517 [/b][/i] yang sebagai Awal mula terbentuknya Kaum Protestan di Eropa terkhusus Jerman. [quote]Di daratan Eropa sejak abad ke-5 Gereja Katolik Roma menjadi pusat politik dan budaya Kekristenan yang amat dominan. Namu... lagi »