Seulanga dan Jeumpa Penghuni Baru Makam Kehormatan Belanda
Kamis, 26 Maret 2020 09:30
OLEH CUT PUTRI ALYANUR, PNS asal Aceh di Jakarta, melaporkan dari Ancol, Jakarta
BELUM lama ini saya bersama seorang teman mengunjungi sebuah tempat yang sangat berpengaruh dalam jejak langkah wisata ziarah kami. Tempat itu adalah sebuah makam kehormatan Belanda yang dikelola oleh sebuah yayasan dan berada di wilayah Jakarta.
Kami datang ke makam ini dengan membawa sebatang bibit pohon kenanga (seulanga) dan cempaka (jeumpa). Penjaga makam dengan sukacita menerima pemberian kami sehingga jadilah kedua bunga khas Aceh itu menjadi penghuni baru di Makam Kehormatan Belanda tersebut.
Di pintu masuk rumah yayasan ini tertulis: Mereka layak beristirahat dengan tenang. Begitulah arti sederhana dari tulisan berbahasa Belanda itu: Opdat zij met eere morgen rusten.
Rumah yayasan yang dibangun oleh Pemerintah Belanda di Indonesia ini bernama Oorlog Graven Stichting yang berarti Makam Kehormatan Belanda. Biasa disingkat OGS.
Selama ini OGS telah menjembatani pertemuan historis antara keluarga korban perang masa Jepang (1942-1945) dengan para korban pada masa itu yang terbunuh dan tewas akibat perang sehingga menimbulkan sedih, perih, dan luka di hati para keluarga dan bangsa.
Ada tujuh Makam Kehormatan Belanda di Pulau Jawa. Konsentrasi pengelolaan lokasinya berpusat di Jakarta, yaitu di Menteng Pulo dan Ancol. Di Bandung (Pandu), di Cimahi (Leuwigajah ), di Semarang (Kali Banteng dan Candi ), dan di Surabaya (Kembang Kuning). Di Aceh juga ada, yakni Makam Kerchoff di kawasan Sukaramai (Blower) Banda Aceh.
Semua lokasi makam dikelola dan dirawat dengan baik sekali oleh OGS, untuk menghormati semua korban perang masa Jepang (1942-1945), terutama korban dari Ambon, Aceh, Manado, Padang, Cepu, Banjarmasin, Kalimantan Barat, Kendari, dan Bojonegoro.
Makam Kehormatan Belanda yang berlokasi di Ancol adalah tujuan kami sebagai peziarah umum yang mulanya hanya ingin mengetahui secuil cerita sejarah yang kami dengar tentang makam kehormatan ini. Untuk menuju ke Makam Kehormatan Belanda, kami mulai dengan mengunjungi tempat wisata Taman Impian Jaya Ancol (TIJA ). Ancol ternyata memberi tempat yang sangat layak untuk para pejuang dan korban perang masa Jepang yang difasilitasi oleh Pemerintah Belanda di Indonesia.
Ada 2.000 makam berbaris rapi di sini, bercat putih dalam lambang dan tanda nisan yang dapat dikenali bila datanya lengkap dan tertulis di buku registrasi pengelola makam dari OGS.
Berdasarkan catatan resmi di buku registrasi OGS, F Hadi Susilo, pemandu yang mendampingi kami menyampaikan kondisi wilayah yang dikawalnya itu setiap hari sejak pagi hingga sore.
Makam Kehormatan Belanda seluas 3 ha ini berada sekitar 50 cm di atas permukaan laut Ancol, sehingga apabila musim pasang para petugas bekerja keras memompa air banjir untuk dialirkan ke saluran lainnya yang lebih rendah agar makam tak tergenang.
Hadi juga menyampaikan, untuk mengenal makam para penghuni, ada tanda nisan khusus bagi makam yang beragama Kristen/Katolik. Yakni dengan tanda salip, lalu untuk penganut Buddha ada tanda ○ di nisannya, sedangkan penganut agama Islam tanda nisannya mirip kubah masjid.
Di setiap makam yang bercat putih itu ada pula data tentang prediksi tahun kelahiran yang ditandai dengan lambang * (bintang) dan tahun kematian dengan lambang + (tambah), serta lokasi eksekusinya. Meski lokasi makam ini adalah lokasi makam korban kejamnya perang, tetapi lokasi ini menurut kami, para peziarah, bukan seperti lokasi korban pembantaian.
Suasananya, benar seperti namanya “Makam Penghormatan“. Di sini terdapat 1.456 makam dengan identitas pria dan 18 makam terindentifikasi sebagai makam wanita.
Setelah perang usai, Belanda berinisiatif memakamkan kembali semua korban perang yang merupakan rakyatnya atau korban yang dieksekusi di wilayah makam yang dikelola oleh Pemerintah Belanda di Indonesia, melalui Yayasan OGS Indonesia.
Hadi terus memandu kami mengitari areal makam, sehingga sampailah kami pada sebuah makam massal yang diperkirakan berisi 10 penghuni dalam makam beridentitas + dan bernama Hasan Geulumpang Payong bersama lima nama lainnya yang agak berbau Aceh: Tengku Rahmat, Tengku M Rizaal, Tengku Nain Osman, Teuku Sulaiman, dan Teuku Ahmad Polem.
Hati, jiwa, dan air mata saya tumpah tak terbendung membacanya. Tokoh-tokoh Aceh itu tertulis lokasi pembantaian/eksekusinya adalah di Berastagi, Medan. Makam M Hasan Geulumpang Payong, berada satu makam dengan tentara KNIL dan Ambon, tertulis lahir 1893 dan tewas (+) 15-11-1943 berada di VAK 5, NR 168-169. Saat dimakamkan kembali pun tidak diketahui secara pasti, siapakah mereka, dan siapa pula Hasan Geulumpang Payong yang dipindahkan oleh Pemerintah Belanda dari Berastagi ke Ancol, Jakarta?
Hasan Geulumpang Payong adalah nama seorang intelektual, uleebalang, dan bangsawan Aceh yang sangat terkenal kiprahnya. Di buku registrasi OGS, tertera Hasan Geulumpang Payong, Teuku M, lahir 1893 geboren dan overleder 15-11-1943.
Sebagai seorang tokoh besar yang membawa pembaruan di Aceh, pada masa pemerintahan Belanda, berdasar sejarah yang ditelusuri dan informasi dari keluarga, Teuku Hasan Geulumpang Payong juga dikenal dengan sebutan Teuku Hasan Dik (Dik = gemuk ) dan merupakan tokoh pergerakan perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Namanya ditabalkan sebagai nama jalan di Banda Aceh, tepatnya dari Simpang Jambo Tape ke arah Beurawe.
M Hasan Geulumpang Payong atau Hasan Dik dikenal juga sebagai pemimpin gerakan sosial serta Konsul Muhammadiyah pertama di Aceh. Sebagai Ambtenar di Kantor Gubernur Aceh pada masa Gubernur Van Acken, beliau terkenal sangat berani. Dengan lantang ia menentang Jepang yang menerapkan kerja paksa pada rakyat Indonesia. Bersama tokoh masyarakat Aceh lainnya yang juga tak sepakat dengan pola intervensi Jepang, Hasan Geulumpang Payong pun bergabung bersama gerakan bawah tanah anti-Jepang yang dinamakan Victory.
Aktivitas bersama gerakan ini pula yang diredam Jepang, dengan cara menangkapnya dan berakhir dengan kematian tragisnya dihukum mati bersama tokoh anti-Jepang lainnya.
Kini Hasan Geulumpang Payong terbaring bersama 2.000 makam di lahan kehormatan itu. Perang hanya menimbulkan luka yang abadi. Hanya pejuang sejati yang berani mengatakan,”ya atau tidak!” untuk berjuang dan berkorban.
Mati itu pasti, di sudut areal makam kehormatan itu sebuah pohon surga (Hemellboom) menjadi saksi keberanian itu nyata adanya. Dalam sebuah prasasti, ada puisi yang sangat inspiratif untuk dihayati oleh mereka yang menikmati kemerdekaan ini.
Mereka tidak akan menua/ sebagaimana kita yang tertinggal menua/ Usia tidak akan melelahkan mereka/Apalagi, tahun-tahun mengutuk/ Saat matahari terbenam dan di pagi hari kita akan mengenang mereka.
Kini dan setiap hari nanti kutitip harum seulanga dan jeumpa untuk menemanimu, wahai Opa Oma yang terkubur di sini. Juga kepada siapa pun engkau para pemberani, orang-orang tanpa dosa yang sangat berjasa untuk bangsa ini. Selalu akan ada harum seulanga dan semerbak jeumpa yang kubawa dari negeri para syuhada untuk menghiasi rumah singgahmu menuju takhta Tuhan di arasy sana.
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Seulanga dan Jeumpa Penghuni Baru Makam Kehormatan Belanda, https://aceh.tribunnews.com/2020/03/26/seulanga-dan-jeumpa-penghuni-baru-makam-kehormatan-belanda. Editor: bakri
UMNO ONLINE PUTRAJAYA – Tan Sri Muhyiddin Yassin berkata satu pakej rangsangan ekonomi prihatin rakyat yang lebih menyeluruh dan akan memberikan manfaat kepada semua lapisan masyarakat dalam menghadapi cabaran wabak COVID-19, akan diumum Jumaat ini. Perdana Menteri berkata pegawai di Kementerian Kewangan pada masa ini sedang bekerja bertungkus lumus dalam menyediakan pakej berkenaan. “Sama ada anda pemandu teksi, pemandu Grab, petani, pengusaha restoran, penjual nasi lemak, penjual goreng pisang, penjual burger, pekerja harian, kerajaan akan berusaha sedaya upaya untuk pastikan ...
Pada 26 Mac 2020oleh Ghafar NS *Oleh Ghafar NS* Keputusan kerajaan membenarkan pencarum mengeluarkan wang sebanyak RM500 dari Akaun 2 Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) selama 12 bulan dengan alasan kononnya untuk ‘membantu’ rakyat mengharungi krisis wabak Covid-19, mendapat tentangan banyak pihak termasuk badan bukan kerajaan (NGO) serta beberapa agensi. Pengumuman oleh Perdana Menteri, Muhyiddin Yassin ini dilihat ramai pihak seolah-olah menunjukkan kerajaan membiarkan rakyat terkapai-kapai untuk menyelamatkan diri sendiri dengan menggunakan wang simpanan yang sepatutnya dig...
Unknown, DIALOG RAKYAT - 12 minutes ago
AMIR Wartawan Rasmi LR, WARTAWAN RASMI LAMAN REFORMASI - 13 minutes ago
AMIR Wartawan Rasmi LR, WARTAWAN RASMI LAMAN REFORMASI - 16 minutes ago
AMIR Wartawan Rasmi LR, WARTAWAN RASMI LAMAN REFORMASI - 26 minutes ago
noreply@blogger.com (Tukar Tiub), Tukar Tiub - 38 minutes ago
noreply@blogger.com (Tukar Tiub), Tukar Tiub - 53 minutes ago
Suaraviral Staff, Suara Viral Malaysia - 1 hour ago
Muhaimin, SINDOnews | Berita Terkini dan Terpercaya | RSS - 23 minutes ago
noreply@blogger.com (Tukar Tiub), Tukar Tiub - 8 minutes ago
noreply@blogger.com (Tukar Tiub), Tukar Tiub - 23 minutes ago
Kosong Kosong Kosong Kosong Knn
Betul ke kerajaan tak ada duit seperti digemburkan oleh PH?
Mac 26, 2020
PH semasa jadi pemerintah, siang malam pagi petang teriak kerajaan takde duit sebab kena samun dengan Najib dan 1MDB. Pelbagai bantuan yang rakyat dapat semasa era Najib/BN sama ada dmansuhkan atau dipotong.
Masa tu mulalah ungkapan jangan jadi pemalas dan mengharapkan bantuan dari kerajaan sahaja. Bantulah kerajaan untuk mengurangkan bebanan hutang kononnya. Peliknya, tak sampai sebulan jadi pembangkang, tetiba cergas pula desak kerajaan PN berikan pelbagai bentuk bantuan sampai syorkan agar kerajaan gunakan wang rizab negara. Jangan kedekut kata PH. Ini betul-betul mangkuk ayun tulen pekat punya perangai. Saya ULANG!!!
TENKIU
#MuafakatNasional
#PerikatanNasional
#RakyatSejahtera
#StayAtHome
Hanisya Abdul Hamid
MR : Mereka sengaja nak tunjuk Najib rompak duit negara... Mereka kencing rakyat
https://mindarakyat.blogspot.com/2020/03/betul-ke-kerajaan-tak-ada-duit-seperti.html
Unknown, Ahmad Sanusi Husain.Com - 6 minutes ago
editor@merdeka.com (Editor), Merdeka.com - 31 minutes ago
editor@merdeka.com (Editor), Merdeka.com - 31 minutes ago
Daftar Isi Al-Quran dan Terjemahan - Silakan Klik untuk membacanya:
- Surat Al Fatihah (Pembukaan)
- Surat Al Baqarah (Sapi Betina)
- Surat Ali 'Imran (Keluarga 'Imran)
- Surat An Nisa' (Wanita)
- Surat Al Ma'idah (Hidangan)
- Surat Al An'am (Binatang Ternak)
- Surat Al A'raf (Tempat Tertinggi)
- Surat Al Anfal (Rampasan Perang)
- Surat At Taubah (Pengampunan)
- Surat Yunus (Nabi Yunus A.S.)
- Surat Hud (Nabi Huud A.S.)
- Surat Yusuf (Nabi Yusuf A.S.)
- Surat Ar Ra'd (Guruh)
- Surat Ibrahim (Nabi Ibrahim A.S.)
- Surat Al Hijr (Daerah Pegunungan)
- Surat An Nahl (Lebah)
- Surat Al Israa' (Memperjalankan Di Malam Hari)
- Surat Al Kahfi (Gua)
- Surat Maryam (Maryam)
- Surat Thaha (Thaahaa)
- Surat Al Anbiya' (Kisah Para Nabi)
- Surat Al Hajj (Ibadah Haji)
- Surat Al Mu'minun (Orang Mukmin)
- Surat An Nur (Cahaya)
- Surat Al Furqaan (Pembeda)
- Surat Asy Syu'ara' (Penyair)
- Surat An Naml (Semut)
- Surat Al Qashash (Cerita)
- Surat Al 'Ankabuut (Laba-Laba)
- Surat Ar Ruum (Bangsa Rumawi)
- Surat Luqman (Luqman)
- Surat As Sajdah ((Sujud)
- Surat Al Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
- Surat Saba' (Kaum Saba')
- Surat Fathir (Pencipta)
- Surat Yaasiin
- Surat Ash Shaffat (Yang Bershaf-Shaf)
- Surat Shaad
- Surat Az Zumar (Rombongan-Rombongan)
- Surat Al Mu'min (Orang Yang Beriman)
- Surat Fushshilat (Yang Dijelaskan)
- Surat Asy Syuura (Musyawarah)
- Surat Az Zukhruf (Perhiasan)
- Surat Ad Dukhaan (Kabut)
- Surat Al Jaatsiyah (Yang Berlutut)
- Surat Al Ahqaaf (Bukit Pasir)
- Surat Muhammad (Nabi Muhammad SAW)
- Surat Al Fath (Kemenangan)
- Surat Al Hujuraat (Kamar-Kamar)
- Surat Qaaf
- Surat Adz Dzaariyaat (Angin Yang Menerbangkan)
- Surat Ath Thuur (Bukit)
- Surat An Najm (Bintang)
- Surat Al Qamar (Bulan)
- Surat Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah)
- Surat Al Waaqi'ah (Hari Kiamat)
- Surat Al Hadid (Besi)
- Surat Al Mujadilah (Wanita Yang Mengajukan Gugatan)
- Surat Al Hasyr (Pengusiran)
- Surat Al Mumtahanah (Wanita Yang Diuji)
- Surat Ash Shaff (Barisan)
- Surat Al Jumu'ah (Hari Jum'at)
- Surat Al-Munafiqun (Orang-Orang Munafik)
- Surat At Taghabun (Hari Ditampakkan Kesalahan-Kesalahan)
- Surat Ath Thalaaq (Talak)
- Surat At Tahrim (Mengharamkan)
- Surat Al Mulk (Kerajaan)
- Surat Al Qalam (Pena)
- Surat Al Haqqah (Kiamat)
- Surat Al Ma'arij (Tempat-Tempat Naik)
- Surat Nuh (Nabi Nuh A.S)
- Surat Al Jin (Jin)
- Surat Al Muzzammil (Orang Yang Berselimut)
- Surat Al Muddatstsir (Orang Yang Berselimut)
- Surat Al Qiyamah (Hari Kiamat)
- Surat Al Insaan (Manusia)
- Surat Al Mursalat (Malaikat-Malaikat Yang Diutus)
- Surat An Naba´ (Berita Besar)
- Surat An Naazi´ (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut)
- Surat 'Abasa (Bermuka Masam)
- Surat At Takwir (Menggulung)
- Surat Al Infithar (Terbelah)
- Surat Al Muthaffifiin (Orang-Orang Yang Curang)
- Surat Al Insyiqaaq (Terbelah)
- Surat Al Buruuj (Gugusan Bintang)
- Surat Ath Thaariq (Yang Datang Di Malam Hari)
- Surat Al A´Laa (Yang Paling Tinggi)
- Surat Al Ghaasyiyah (Hari Kiamat)
- Surat Al Fajr (Fajar)
- Surat Al Balad (Negeri)
- Surat Asy Syams (Matahari)
- Surat Al Lail (Malam)
- Surat Adh Dhuhaa (Waktu Dhuha)
- Surat Alam Nasyrah /Al Insyirah (Bukankah Kami Telah Melapangkan)
- Surat At Tiin (Buah Tin)
- Surat Al 'Alaq (Segumpal Darah)
- Surat Al Qadr (Kemuliaan)
- Surat Al Bayyinah (Bukti Yang Nyata)
- Surat Al Zalzalah (Goncangan)
- Surat Al 'Adiyat (Kuda Perang Yang Berlari Kencang)
- Surat Al Qari'ah (Hari Kiamat)
- Surat At Takatsur (Bermegah-Megahan)
- Surat Al 'Ashr (Masa)
- Surat Al Humazah (Pengumpat)
- Surat Al Fiil (Gajah)
- Surat Quraisy (Suku Quraisy)
- Surat Al Ma'un (Barang-Barang Yang Berguna)
- Surat Al Kautsar (Nikmat Yang Banyak)
- Surat Al Kafirun (Orang-Orang Kafir)
- Surat An Nashr (Pertolongan)
- Surat Al Lahab (Gejolak Api)
- Surat Al Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah)
- Surat Al Falaq (Waktu Subuh)
- Surat An Naas (Manusia)






Tiada ulasan:
Catat Ulasan