Google+ Badge

Sabtu, 13 Jun 2015

5338. Kesenangan bagi dia, tetapi kesengsaraan bagi yang lainnya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  , الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,  مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ , إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ , اهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيمَ  , صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ , غَيْرِ المَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين
Meja www.peceq.blogspot.com  

Lia Rojas: Jika Ajal Datang, Saya Ingin Meninggal dalam Keadaan Islam
Written By canang on Sabtu, 13 Jun 2015 | 6/13/2015 10:01:00 PTG


  • SEBELUM masuk Islam, Lia Rojas adalah seorang Katolik yang taat. Wanita yang berencana menjadi pengajar di gereja ini tinggal di Dallas, Texas Amerika. 

    Rojas menceritakan kisahnya bagaimana bertemu dengan Islam. 

    Ketika itu ia harus mempersiapkan materi saat akan mengajar di gereja katolik. Saat persiapan itu, ia harus mempelajari Islam. Dan mulailah ia meneliti Islam. 

    Tanpa diduga ia bertemu dengan teman-teman lama yang ternyata beragama Islam. Sebelumnya, ia sama sekali tidak tahu jika ada beberapa temannya yang beragama Islam. 

    Ia menceritakan rencananya menjadi guru katolik yang mengharuskan mempelajari Islam. Lalu temannya memberikan Al-Qur’an pada Rojas. Ia menerima Al-Qur’an itu dan hanya membaca satu surat saja. Ya, karena ia tak bisa membacanya. 

    Ada kejadian aneh yang dialami Rojas. Ketika itu ia sudah membaca Al-Qur’an tapi masih seorang katolik. Hari itu ia berniat membeli sesuatu ke sebuah toko di kota. Ia mengenakan celana pendek dan baju tipis. Saat hendak turun dari mobil, ia merasa malu. Berulang kali ia mencoba turunkan kakinya, tapi ada perasaan malu yang hinggap di hatinya. 

    Akhirnya, ia mengurungkan niatnya dan kembali ke rumah. Ia menangis, hatinya ternyata sudah menerima Islam tapi dirinya belum menyadari hal itu. 

    Setelah kejadian tersebut, ia memutuskan untuk mempelajari Islam. Kurang lebih satu tahun ia mempelajarinya. Setelah merasa mantap, dia membaca syahadat di Masjid terdekat. Dan ia mendapat kejutan dari teman-teman saat menyatakan keIslamannya. Ia semakin yakin bahwa Islam adalah sebuah kebenaran. 

    Seperti Mualaf pada umumnya. Ia juga mendapat masalah dengan keluarga saat mengakui dirinya telah masuk Islam. Keluarganya terkejut. Bahkan teman-temannya mulai menghindar dari Rojas. Tetapi sebagian yang lain mendukungnya. 

    Rojas menceritakan, selama 40 tahun ia merasa bodoh. Dalam agama sebelumnya, ia diharuskan berdoa pada Maria dan Yesus. Padahal Maria dan Yesus bukan tuhan. Dan itu adalah kebodohan terbesar baginya. 

    Ia berpesan kepada mereka yang belum masuk Islam. “Lihatlah dalam Al Kitab tertulis dengan jelas Jangan ada Allah lain dihadapan-Ku. Jangan hanya melakukan apa yang diajarkan kepada kalian. Kalian harus mencari kebenaran sendiri,” pungkas Rojas. 

    Ia menuturkan bahwa Islam bisa dipelajari dengan mudah. Banyak website yang menyediakan informasi seputar Islam. “Infoislam.com misalnya bagi yang berbicara bahasa Spanyol, atau watchislam.com di mana Anda dapat melihat dan belajar,” tutur Rojas. 

    Rojas sangat bersyukur dirinya dipertemukan dengan Islam. Ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai. “Hari ini, jika saya akan meninggal pun, saya akan meninggal dalam keadaan Islam, bukan katolik.” [] 

    Sumber: Onislam
    Sumber: btmmari.blogspot.com
    Nota:

    Amat jauh berbeza dengan manusia yang sikap dan tutur kata yang langsung tidak boleh dijadikan contoh. Diikut jangan. Hati penuh dengan kesakitan. Penuh dengan hasad dengki serta berkhianat. Hipokrit memang jadi mainan. Akhirnya terperangkap dalam kesesatan, tetapi sayangnya manusia jenis ini segan silunya tiada. Entah bila baris-baris keinsafan memahkotakan diri di jiwanya. Mungkin satu hari nanti.
    MY Dashboard.
    IP
    s3v3n

    s3v3n

Test

Tiada ulasan: