Ahad, 21 Oktober 2018

Semua akan mati. Persiapkan diri sebelum die. 8489.


Islam peradaban hidup menurut Perintah dan Larangan Allah Subhanahu Wa taalla sebagaimana yang disampaikan melalui Nabi Muhammad, Nabi Junjungan, Nabi Akhir Zaman, Rasulullah  ﷺ. Aamiin. 
Foto Rahmat Rahman.
KEMANA ARAH TUJU ROH SELEPAS MATI?

Dari Al-Barra’ bin Azib, dia bercerita: “Kami berangkat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengiringi seorang jenazah Ansar. Kemudian kami tiba di perkuburan. Ketika tanah digali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk dan kami pun duduk di sekitarnya, sedang tangan beliau membawa dahan yang beliau pukulkan ke tanah. Beliau mendongak kepala beliau ke langit dan berkata: “Mintalah kalian perlindungan kepada Allah dari siksa kubur (beliau mengucapkannya dua atau tiga kali).”

Kemudian beliau bersabda: “Seorang hamba Mukmin jika berpisah dari dunia dan menghadapi alam akhirat, malaikat dari langit turun menemuinya dengan wajah putih seolah-olah wajah mereka matahari. Mereka membawa sebuah kafan dari kafan syurga dan minyak wangi dari minyak wangi syurga hingga duduk di sisinya (yang besarnya malaikat tersebut) sejauh mata memandang. Kemudian Malaikat Maut ‘alaihissalam datang hingga duduk di sisi kepalanya dan berkata: “Wahai jiwa yang tenang, sambutlah olehmu keampunan Allah dan keredhaan-Nya.” Kemudian (roh) jenazah tersebut mengalir sebagaimana titisan air mengalir dari mulut kendi dan malaikat mencabutnya. Jika malaikat mencabutnya, ia tidak membiarkannya di tangannya sekelip mata pun hingga ia cabut rohnya dan ia masukkan dalam kafan dan minyak wangi tersebut. Maka si mayat meninggal dunia sebagaimana halnya aroma minyak wangi paling harum yang ada di muka bumi.

Malaikat tersebut terus membawa naik jenazah itu (ke langit), hingga tidaklah mereka melalui sekawanan malaikat selain mereka bertanya: “Oh, roh siapa yang wangi ini?” Para malaikat menjawab: “Oh, ini roh si Fulan anak si Fulan”, dan mereka sebut dengan nama terbaiknya yang manusia pergunakan untuk menyebutnya ketika di dunia, begitulah terus hingga mereka sampai ke langit dunia dan mereka meminta dibukakan pintu langit, lantas dibukakan. Para malaikat ahli taqarrub mengkhabarkan berita kematiannya kepada penghuni langit berikutnya hingga sampai ke langit ke tujuh, lantas Allah ‘Azza Wajalla bertitah: “Tulislah catatan hamba-Ku di Iliyyin dan kembalikanlah dia ke bumi, sebab daripadanyalah Aku mencipta mereka dan ke dalamnya Aku mengembalikan, serta daripadanya Aku membangkitkan sekali lagi.”

Maka rohnya di kembalikan ke jasadnya, kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukkannya lalu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Dia menjawab: “Tuhanku Allah.” Tanya keduanya lagi: “Apa agamamu?” Dia menjawab: “Agamaku Islam.” Keduanya bertanya: “Bagaimana pendapatmu tentang laki-laki yang diutus kepada kamu ini?” Si mayit menjawab: “Oh, dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Keduanya bertanya: “Dari mana kamu tahu?” Dia menjawab: “Aku membaca Kitabullah sehingga aku mengimaninya dan membenarkannya.” Kemudian ada Penyeru di langit berkata: “Hambaku benar, hamparkanlah syurga baginya dan berilah pakaian syurga, dan bukakanlah pintu baginya menuju syurga.”

Maka hamba itu memperoleh bau harum dan wangian syurga dan kuburannya diperluas sejauh mata memandang. Lantas dia didatangi oleh laki-laki berwajah tampan, pakaiannya indah, wanginya semerbak, dan dia berucap: “Bergembiralah dengan khabar yang menggembirakanmu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu.” Si mayit bertanya: “Siapa kamu ini sebenarnya, rupanya wajahmu adalah wajah yang mendatangkan kebaikan!” Si laki-laki tampan menjawab: “Oh, aku adalah amalan solehmu.” Lantas hamba tadi meminta: “Ya Rabbku, tolong jadikan Kiamat sekarang juga sehingga aku boleh kembali menemui keluargaku dan hartaku.”

Sebaliknya si hamba kafir jika berpisah dari dunia (meninggal) dan menemui alam akhirat, dia ditemui malaikat langit yang wajahnya buruk yang membawa kafan yang berwarna hitam legam terbuat dari rambut. Mereka duduk di sisinya dan malaikat tersebut besarnya sejauh mata memandang. Lantas Malaikat Maut datang hingga duduk di kepalanya seraya membentak: “Wahai roh yang keji, keluarlah kepada kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.” Lalu jasadnya tercarik-carik, dan malaikat tersebut mencabut rohnya bagaikan pengait bermata banyak yang mencarik-carik kain basah lantas mencabutnya. Jika malaikat telah mencabutnya, ia tidak membiarkannya sekelip mata pun hingga ia bungkus dalam kain hitam kelam dari rambut dan roh tersebut pergi dengan bau busuk paling menyengat di muka bumi.

Para malaikat kemudian menaikkannya, dan tidaklah mereka membawanya kepada sekawanan malaikat di langit selain malaikat langit berkata: “Siapa roh busuk ini?” Para malaikat yang membawanya menjawab” “Ini adalah si Fulan anak si Fulan”, dan mereka sebut nama terburuknya yang sering manusia pergunakan untuk memanggil di dunia hingga mayit tersebut sampai ke langit dunia dan langit dunia diminta dibukakan. Dan, langit dunia tidak dibuka. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: ‘Tidak sekali-kali akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk Syurga sehingga unta masuk di lubang jarum (Al-A’raf:40)’.

Kemudian Allah ‘Azza Wajalla berfirman: “Catatlah catatannya dalam Sijjin pada bumi paling rendah. Lalu rohnya dibuang sejauh-jauhnya, kemudian beliau membaca ayat: ‘Dan sesiapa yang mempersekutukan sesuatu yang lain dengan Allah maka seolah-olah dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau dihumbankan oleh angin ke tempat yang jauh (yang membinasakan) (Al-Hajj:31)’. Maka rohnya dikembalikan dalam jasadnya. Kedua malaikat lantas mendatanginya dan mendudukkannya dan bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Dia menjawab: “Ahhh, aku tidak tahu!” Kedua malaikat itu bertanya lagi: “Apa agamamu?” Dia menjawab: “Ahhh, aku tidak tahu!” Kedua malaikat bertanya lagi: “Bagaimana pandanganmu mengenai laki-laki ini yang diutus kepada kamu?” Si mayit menjawab: “Aku tidak tahu!”

Lalu ada Penyeru di langit berkata: “Dia betul-betul telah berdusta! Hamparkan baginya Neraka!” Maka malaikat membuka pintu Neraka baginya dan dia mendatanginya dengan segala panasnya dan letupannya. Sedang kuburnya menghimpitnya hingga tulang-tulangnya remuk. Kemudian dia didatangi oleh laki-laki yang wajahnya menyeramkan, pakaiannya lusuh, baunya busuk dan dia berkata: “Bergembiralah engkau dengan segala hal yang menyusahkanmu. Inilah harimu yang dijanjikan bagimu.” Lantas si mayit bertanya: “Siapa kamu dengan wajahmu yang sedemikian menyeramkan dan membawa keburukan ini?” Lantas si laki-laki itu menjawab: “Aku adalah amalan jahatmu.” Maka dia berdoa: “Ya Rabb, jangan kau jadikan Kiamat sekarang!” (Musnad Ahmad, no. 17803)


Rahmat Rahman - Subhanallah, Inilah Mukjizat Al-Quran tentang...
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=615375848605453&set=a.521244958018543&type=3&theater
Foto Rahmat Rahman.
Warkah buat Sungai Nil di Mesir

Ketika Amru bin Al-Ash menjadi Gabenor Islam di Mesir yang dilantik oleh Sayyidina Umar Al-Khattab radhiallahu ‘anhu, beliau menghadapi satu cabaran iaitu musim kemarau yang menyebabkan keringnya Sungai Nil yang merupakan sumber utama bekalan air ke seluruh negara tersebut.

Memang menjadi tradisi orang-orang Qibti yang merupakan masyarakat pribumi negara Mesir, untuk mengadakan upacara korban dalam sesuatu tempoh untuk ‘penunggu’ yang kononnya ditugaskan menjaga sungai Nil. Kononnya dengan cara itu mereka akan mendapat keberkatan rezeki.

Ditakdirkan pula, berlaku kemarau. Ini menyebabkan penduduk-penduduk memohon untuk mengadakan upacara tersebut bagi mengelak keadaan kemarau yang lebih teruk.

Amru bin al-Ash berusaha menghentikan perbuatan mungkar tersebut di atas prinsip Islam yang mengharamkan upacara memuja syaitan dan jin. Dia segera memaklumkan kejadian itu kepada Khalifah Umar Al-Khattab radhiallahu ‘anhu di Madinah.

Sayyidina Umar segera menghantar surat maklum balas, bersama sepucuk surat lain dan meminta Amru bin al-Ash supaya mencampakkan surat yang alamatnya ditulis “Buat sungai Nil” itu ke dalam sungai Nil.

Isi kandungan surat itu tertulis: “Dari hamba Allah, Amirul Mukminin kepada Nil, Mesir. Segala puji buat Allah, selawat dan salam ke atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika engkau mengalir kerana kehendakmu semata-mata, maka janganlah engkau mengalir lagi. Tetapi jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang mengalirkanmu, maka kami memohon kepada Allah agar mengalirkan kamu semula!”

Dengan karamah Sayyidina Umar radhiallahu ‘anhu, pada hari yang sepatutnya penduduk Mesir kembali melakukan amalan syirik itu, sungai Nil menjadi lebih luas dan mengalir lebih banyak airnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mentakdirkan agar tradisi syirik itu berakhir di tangan Khalifah yang sangat dicintai oleh semua umat Islam, Sayyidina Umar Al-Khattab radhiallahu ‘anhu.

Penulis: Ustaz Hj. Zahazan Mohamed
Sumber: Majalah Solusi
Rujukan: Tafsir Al-Qurtubi dan Hasyiat al-Sawiy ‘ala al-Jlalain, tafsir ayat 57-58 Surah Asy-Syu’ara.

Rahmat Rahman - Subhanallah, Inilah Mukjizat Al-Quran tentang...
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=617742788368759&set=a.521244958018543&type=3&theater
Foto Rahmat Rahman.
BOLEHKAH PEREMPUAN MEMINANG LELAKI?

Ringkasan :

Dalam pandangan Masyarakat bahawa yang meminang seharusnya harus berasal dari laki-laki. Sehingga menganggap hal yang memalukan apabila ternyata wanitalah yang meminang laki-laki. Bagaimanakah sebenarnya hukum wanita meminang laki-laki?

Tabukah untuk dilakukan?

Syariat membolehkan wanita meminang laki-laki untuk menjadi suaminya. Disebutkan, jika dia dari golongan orang-orang yang memiliki keutamaan maka dibolehkan meminang laki-laki untuk menjadi suaminya. Bahkan ada sebagian ulama yang mengatakan: Ini termasuk perkara-perkara yang disunahkan.
Kisah berikut ini menunjukkan bolehnya seorang wanita meminta laki-laki agar mau menikahinya:
Ada seorang wanita menemui Rasulullah Shalallahu ”Alaihi wa Sallam, lalu berkata: Aku datang untuk menyerahkan diriku kepada paduka. Tetapi beliau tidak berkenan menikahinya.

Meskipun Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak berkenan menikahinya namun beliau tidak mengingkari perbuatannya. Seandainya perbuatan ini tidak dibolehkan niscaya beliau akan mengingkarinya. Karena Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan membiarkan perkara-perkara yang diingkari oleh syariat.

Dibolehkan juga bagi para wali menawarkan anak perempuannya kepada laki laki yang memiliki keutamaan demi kebaikan anaknya. Hal ini pernah dilakukkan oleh salah seorang sahabat Rasulullah yang utama Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu pernah menawarkan anak perempuannya (Hafsah) kepada Usman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu. Karena Usman menolaknya, ditawarkan kepada kepada Abu Bakar ASShiddiq Radhiyallahu ‘anhu. Tetapi Abu bakar juga menolak.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengetahui apa yang dilakukan Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu tetapi beliau tidak mengingkarinya, bahkan akhirnya beliau sendiri yang meminang putri Umar untuk dirinya sendiri.

Apa yang dilakukkan Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu adalah dalil bolehnya seorang wali menawarkan anak perempuannya kepada laki-laki yang memiliki keutamaan. Kalau seandainya tidak boleh, niscaya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mengakuinya. Bahkan dibolehkan bagi wanita menawarkan diri (agar dinikahi) kepada laki-laki yang memiliki sifat-sifat baik dan keutamaan.

Sumber : Fikih Wanita Muslimah, Pustaka Arafah.

Rahmat Rahman - Subhanallah, Inilah Mukjizat Al-Quran tentang...
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=618202234989481&set=a.521244958018543&type=3&theater
Foto Rahmat Rahman.
🌽🍌🍈🍠🍐🍏🔮

FALSAFAH BUAH2AN..
Oleh Ustaz Datuk Tuan Ibrahim Tuan Man..

🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽
1. Jadilah buah JAGUNG, jangan jadi buah GAJUS..
Jagung membungkus bijinya yg banyak, sedangkan buah gajus menunjukkan bijinya yg cuma ada satu..
MAKSUDNYA : Jangan suka menunjuk-nunjuk harta, ilmu dan sebagainya..

🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌
2. Jadilah POKOK PISANG..
Pokok pisang kalau berbuah hanya sekali, kemudian mati..
MAKSUDNYA : Kesetiaan dalam perkahwinan..

🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈
3. Jadilah buah DURIAN, jangan buah KEDONDONG..
Walaupun di luarnya penuh dengan kulit yang berduri tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Berbeza dengan kedondong, luarnya licin tapi rasanya masam dan didalamnya ada biji yg berduri..
MAKSUDNYA : Don’t Judge a Book by The Cover.. JANGAN MENILAI ORANG DARI LUARNYA SAHAJA..

🍠🍠🍠🍠🍠🍠🍠
4. Jadilah UBI KAYU..
Walaupun hidup dalam tanah, tetapi isinya putih bersih..
MAKSUDNYA : Jagalah hati walau di mana kita berada, walau di tmpat yg penuh kekotoran..

🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐
5. Jadilah seperti tangkai PETAI, bukan tangkai MEMPELAM..
Tangkai petai memberi makanan yg sama rata ke biji petainya, semua seimbang, tidak seperti mempelam, ada yg kecil dan ada yg besar..
MAKSUDNYA : Selalulah bersikap adil..

🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏
6. Jadilah seperti KELAPA
Semakin tua semakin pekat santannya..
MAKSUDNYA : Semakin tua semakin bijaksana dan berguna..

🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮
7. Jadilah seperti MANGGIS..
Berapa banyak kelopak bunga di luar kulit, sebanyak itulah juga ulas isi didalam..
MAKSUDNYA : kena jujur, apa yg ditunjukkan di luar sama seperti apa yg diniatkan di dalam hati.

Kongsilah utk manfaat kita.....
🍁 🍁 🍁 🍁 🍁 🍁 🍁 🍁 🍁 🍁


Rahmat Rahman - Subhanallah, Inilah Mukjizat Al-Quran tentang...
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=618556324954072&set=a.521244958018543&type=3&theater

Tiada ulasan: