Ahad, 21 Oktober 2018

Sulteng. 8484.


Innalillahiwainnailaihirojiun. 

Update Korban Bencana Sulteng: 2.113 orang meninggal dan 1.309 hilang


Foto: Kerusakan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah akibat gempa dan tsunami, Jumat (28/09/2018)
KIBLAT.NET, Jakarta- Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memberikan perkembangan soal korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Ia memaparkan, bahwa tercatat 2.113 orang meninggal dan 1.309 orang hilang.
“Hingga Sabtu (20/10), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka. Dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik,” katanya kepada Kiblat.net pada Sabtu (20/10/2018).
Menurutnya, sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala  171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. “Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga,” paparnya
Dari 2.113 orang korban meninggal dunia, kata dia, sudah termasuk 1 orang warga Korea Selatan yang meninggal dunia di reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu. Ia membantah berita yang menyebutkan 2 orang warga Belanda yang juga menjadi korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan Hotel Roa-Roa.
“Tim Posko Kementerian Luar Negeri dan Basarnas sudah menelusuri berita tersebut, bahwa berita tersebut tidak benar. Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas hanya menemukan 1 jenasah warga negara asing yaitu warga negara Korea Selatan pada 4/10/2018. Tidak ada warga negara Belanda,” tukasnya.
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Update Korban Bencana Sulteng: 2.113 orang meninggal dan 1.309 hilang - Kiblat
https://www.kiblat.net/2018/10/21/update-korban-bencana-sulteng-2-113-orang-meninggal-dan-1-309-hilang/

TITIAN

HOT TOPICS

FOKUS

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA


Warga Taiwan Gelar Demonstrasi Tuntut Referendum Kemerdekaan dari Cina
 Sabtu, 20/10/2018 16:15   0  

Aa Gym Resmikan Rumah Tangguh Lombok
 Sabtu, 20/10/2018 10:48   0  

Masih menurut Jaksa Agung, penyelidikan terhadap orang yang terlibat pengeroyokan Khashoggi berlanjut. Jumlah mereka sebanyak 18 orang, semuanya warga Negara Saudi.
 Sabtu, 20/10/2018 07:13   0  

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi sorotan setelah presiden Joko Widodo mengeluhkan utang lembaga itu yang mencapai triliunan rupiah
 Jum'at, 19/10/2018 18:40   0  

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa militan ISIS baru-baru ini menangkap sekitar 700 sandera di sebuah wilayah di Suriah yang dikuasai oleh pasukan Kurdi yang didukung AS.
 Jum'at, 19/10/2018 18:00   0  

Chengdu, sebuah kota di provinsi Sichuan barat daya, sedang mengembangkan "satelit penerangan" yang diklaim akan bersinar bersamaan dengan bulan asli dan delapan kali lebih terang.
 Jum'at, 19/10/2018 17:12   0  

Berpidato di hadapan para akademisi negara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendorong para ilmuwan muda Iran untuk "melihat ke Timur."
 Jum'at, 19/10/2018 16:12   0  

"Apakah kita sekarang pada tahap 'cinta Israel', sementara ratusan seniman dari seluruh dunia bersatu dengan Palestina dan menolak untuk pergi atau berurusan dengan entitas Zionis?" kata Malik Khoury.
 Jum'at, 19/10/2018 14:22   0  

Membaca itu sangatlah penting. Kalimat “membaca” bagi kita sudah bukan barang asing lagi bagi telinga para pembaca.
 Jum'at, 19/10/2018 13:36   0  

Oposisi sendiri melihat antara Turki dan Rusia masih berbeda penafsiran dalam memahami poin-poin kesepakatan
 Jum'at, 19/10/2018 12:00

Memasuki Musim Hujan, Ini Kebutuhan Mendesak Korban Bencana Sulteng

KIBLAT.NET, Jakarta- Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memaparkan bahwa hunian sementara (Huntara) menjadi kebutuhan mendesak bagi korban bencana Sulteng. Sebab, saat ini telah memasuki musim penghujan.
“Pembangunan hunian sementara dan tenda-tenda terus dilakukan untuk pengungsi. Begitu juga sarana prasana kebutuhan MCK, air bersih, dan sanitasi dibangun di sekitar tempat pengungsian. Mendekati musim penghujan kebutuhan huntara dan tenda yang layak untuk pengungsi menjadi kebutuhan mendesak,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Sabtu (20/10/2018).
Ia juga memaparkan bahwa masih banyak kebutuhan mendesak untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak masih diperlukan hingga saat ini. Kebutuhan mendesak antara lain beras, gula, makanan bayi, susu anak, susu ibu hamil, kantong plastic, tenda, selimut (bayi, anak-anak, dewasa), minyak kayu putih.
“Selain itu ada pula sabun mandi, pasta gigi, minyak goring, seragam anak sekolah, buku dan peralatan sekolah, air bersih, MCK, penerangan di pengungsian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya,” paparnya.
Sutopo memaparkan bahwa masa tanggap darurat bencana masih diberlakukan hingga 26/10/2018. Beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana.
“Pemulihan Base Transmission Station (BTS) untuk komunikasi di Sulawesi Tengah dari total 3.519 BTS, mencapai 96,1 persen. Jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen, begitu juga dengan pasokan listrik. Tujuh gardu induk, 2.086 gardu distribusi dan 45 unit penyulang serta 70 dari 77 unit genset telah dioperasikan,” ulasnya. 


Saat ini, lanjutnya, pembersihan puing-puing bangunan terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama relawan. Sebanyak 251 unit alat berat dikerahkan untuk pembersihan lingkungan dan lainnya, baik alat berat yang dibawah kendali TNI sebanyak 64 unit maupun di bawah kendali Kementerian PUPR sebanyak 187 unit.
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Memasuki Musim Hujan, Ini Kebutuhan Mendesak Korban Bencana Sulteng - Kiblat
https://www.kiblat.net/2018/10/21/memasuki-musim-hujan-ini-kebutuhan-mendesak-korban-bencana-sulteng/

Musibah, Bala, Azab, Peringatan Allah, Muhasabah diri kerana Allah Subhanahu Wa ta'alla. In Syaa Allah. Aamiin. 

Tiada ulasan: