Rabu, 28 November 2018

Akhir Zaman Negara Islam jadi Tapak Perang. 8737.


Kesemuanya berpunca pihak kafir menceroboh Negara Islam, dengan alasan mengada-ngada. Alasan berunsur fitnah, adu dumba dan bertujuan menguasai petrolium, uranium dan sebagainya. Allah takdirkan Negara Islam kaya dengan sumber alam.

Tapak perang utama ialah Tanah Palestin yang diceroboh oleh yahudi laknatullah dengan membonekakan negara barat dan USA. Sedia maklum Negara Barat dan USA ialah tali barut yahudi laknatullah dengan gerakan freemason, iluminati, zionis dan lain-lain badan atau pertubuhan yahudi laknatullah yang tersembunyi.

Tentara Saudi dan UEA Dikabarkan Berada Suriah


Foto: Ilustrasi
KIBLAT.NET, Ankara – Kedutaan Saudi di Turki, Selasa (27/11), membantah laporan media yang menyebut adanya pasukan militer Kerajaan Saudi di Suriah.

Melalui pernyataan resmi yang diterbitkan di website kedutaan, Dubes Saudi untuk Turki menegaskan tidak ada pasukan negaranya di Suriah. Kabar-kabar yang menyebutkan hal itu tidak benar.

“Kedutaan menekankan kabar tersebut tidak benar sama sekali. Tidak ada tentara Saudi satupun yang berada di Suriah,” tegas pernyataan itu.
Pernyataan tersebut pun meminta media untuk mengonfirmasi pihak terkait sebelum mempublikasikan laporan.

Sebelumnya, sumber Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengatakan bahwa Pasukan Arab Teluk berpartisipasi dalam pertempuran menghadapi Daulah Islamiyah (ISIS) di wilayah terakhir mereka di pedesaan Deir Zour. 

Selain menerjunkan tentara, Pasukan Arab juga menurunkan senjata berat.
Koran Turki, Yeni Shafak, Rabu lalu, mengungkap adanya pergerakan militer Saudi-UEA di daerah Eufrat timur di dekat perbatasan Turki. Koran itu mengatakan, informasi yang beredar adanya pergerakan tentara Saudi dan UEA menuju daerah kontrol milisi Kurdi di timur laut Suriah.

Yeni Shafak menambahkan, pasukan tersebut menyebar di wilayah kontrol milisi Kurdi dengan dikawal kekuatan udara koliasi AS, yang ada di situ. 

Perkembangan itu bersamaan persiapan operasi militer besar yang melibatkan faksi Free Syrian Army (FSA) menyerang basis terakhir ISIS di Suriah.

Sumber: Shaam Network
Redaktur: Sulhi El-Izzi
Tentara Saudi dan UEA Dikabarkan Berada Suriah
https://www.kiblat.net/2018/11/28/tentara-saudi-dan-uea-dikabarkan-berada-suriah/


BERITA TERKAIT


TITIAN


Tiga Tentara AS Tewas Terkena Ranjau Taliban


Foto: Ilustrasi
KIBLAT.NET, Ghazni – Korban tentara Amerika Serikat dalam perang Afghanistan terus bertambah. Misi militer NATO, Selasa (27/11), mengumumkan bahwa tiga tentara AS kembali tewas dan tiga lainnya luka-luka akibat serangan bom pinggir jalan di provinsi Ghazni.

NATO hanya mencukupkan kabar tersebut tanpa memberi keterangan rinci. Namun juru bicara pemerintah Ghazni, Muhammad Arif Nury, mengunkapkan bahwa mobil lapis baja yang ditumpangi para tentara AS terkena bom di jalan daerah Shabhaz pada Selasa pagi.

Ia menambahkan, serangan itu terjadi di saat pasukan khusus AS menjalankan misi bantuan dengan pasukan lokal di sekitar kota Ghazni sejak Senin.

Pejuang Taliban dalam pernyataannya yang dinukil Reuters mengaku bertanggung jawab. Bom rakitan tersebut sengaja dipasang di pinggir jalan untuk menargetkan kendaraan lapis baja pasukan asing.

Komandan Taliban wilayah Ghazni menunjukkan bahwa pasukan AS dan militer Afghanistan tengah menggulirkan operasi di sekitar provinsi. 

Menurutnya, pasukan gabungan itu sudah mulai frustasi untuk merebut kembali Ghazni. Sudah banyak operasi diluncurkan namun tidak mendapat hasil, justeru kerugian pasukan yang didapat.

Beberapa hari sebelumnya, seorang tentara AS juga tewas akibat serangan Taliban. Sejak awal tahun, total tentara AS yang tewas di Afghanistan sudah mencapai 11 tentara. Tak semua korban tewas di pertempuran. Sebagian ditembak oleh pasukan lokal di markas militer pemerintah. 


Taliban sempat menduduki pusat kota Ghazni dalam serangan besar tahun ini namun kembali menarik diri. Akan tetapi, mayoritas kota di provinsi itu di bawah kendali Taliban. Pasukan pemerintah dan AS hanya mempertahankan kota besar untuk mencitrakan mereka masih mengendalikan provinsi.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

BERITA TERKAIT

El Nino Akan Terjadi Tahun 2019, Siapkah Indonesia?

El Nino Akan Terjadi Tahun 2019, Siapkah Indonesia?
Fenomena El Nino menimbulkan cuaca ekstrim. Photo: Getty Images

Dalam bulan terakhir ini diberbagai wilayah di Indonesia mulai dilanda cuaca ekstrim seperti hujan deras dan banjir. Banyak kalangan yang mengatakan bahwa hal ini merupakan hal yang biasa karena Indonesia mulai memasuki musim penghujan.

Benarkah demikian?

Badan meteorologi dunia (The World Meteorological Organization) meramalkan bahwa peluang terjadinya El Nino dalam waktu 3 bulan ke depan mencapai 75-80%.

Berdasarkan pemantauan suhu permukaan laut Pasifik yang mencapai 0.8 oC to 1.2 oC ini Badan Meteorologi dunia ini memastikan El Nino akan terjadi antara bulan Desember 2018-Februari 2019 mendatang.
El Nino Akan Terjadi Tahun 2019, Siapkah Indonesia?
Suhu permukaan dan kelembaban dunia tahun 2018/2019. Sumber: WMO

Hal yang sama juga diramalkan oleh The Australian Bureau of Meteorology, bahkan biro ini memprediksi El Nino akan datang lebih awal yaitu mulai bulan Desember ini atau paling lambat bulan Januari mendatang dan peluangnya mencapai 90%.

El Nino terjadi akibat perubahan suhu di lautan Pacific yang berdampak pada perubahan iklim dunia. Biasanya El Nino ditandai dengan banjir dan kekeringan yang terjadi di belahan bumi yang berbeda.

Peningkatan suhu permukaan Lautan Pacific ini disertai dengan melemahnya pertukaran angin. Fenomena El Nino ini biasanya terjadi setiap 2-7 tahun dengan lama terjadinya sekitar 6-24 bulan.

Bagi Indonesia prediksi dua badan meterologi ternama ini tentunya tidak dapat dianggap angin lalu saja karena hamparan wilayah Indonesia di tropis sangat rentan terhadap perobahan cuaca ekstrim ini.

Fenomena El Nino yang melanda dunia pada tahun 2015-2016 lalu memberikan dampak besar terhadap kerusakan lingkungan seperti terjadinya kekeringan, banjir, pemucatan terumbu karang di wilayah yang berbeda di bumi ini. Kejadian El Nino ini mempengaruhi lebih dari 60 juta penduduk dunia yang berakibat sebanyak 23 negara memerlukan bantuan internasional senilai US$5 milyar.
El Nino Akan Terjadi Tahun 2019, Siapkah Indonesia?



Skenario El Nino (atas) dan El Nina (bawah) tahun 2018/2019. Sumber: Climate.gov

Sudah Siapkah Indonesia?

Fenomena El Nino yang diperkirakan melanda dunia termasuk Indonesia dalam waktu 3 bulan ke depan tentunya harus diantisipasi dampaknya.

Diperkirakan dalam kurun waktu tersebut akan terjadi curah hujan yang ekstrim dan juga perubahan suhu yang tidak saja berdampak langsung pada kehidupan kita seperti terjadinya banjir dan tanah longsor, namun juga memiliki dampak panjang.

Cuara ekstrim ini tentunya akan berdampak pada keamanan pangan karena berdampak pada hasil panen pertanian akibat gagal panen atau kerusakan sebagian dari hasil panen. Jika hal ini.tidak diantisipasi, maka bukan tidak mungkin akan terjadi kekurangan stok pangan nasional.

Menurut badan pangan dunia (FAO) El Nino tahun 2018-2019 ini akan berdampak pada keamanan dan ketersediaan pangan di wilayah Afrika Selatan, Afrika Utara, Asia dan Pasific termasuk Amerika Latin.

Kelembaban di atas normal diperkirakan akan terjadi di wilayah Amerika Utara, sebagian Amerika tenggara, barat laut Amerika, Asia Tengah dan barat daya dan sebagian Eropa.

Hal lain yang harus diantisipasi adalah dampak cuaca ektrim ini dampaknya bagi kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan wabah penyakit. Disamping itu cuaca ektrim yang akan melanda Indonesia ini tentunya akan berdampak pada pengelolaan sumber air nasional.

El Nino yang mulai menunjukkan tanda tanda ketibaannya di Indonesia tidak hanya berdampak langsung pada 3 bulan mendatang, namun diperkirakan oleh Badan Meteorologi Dunia akan memiliki dampak panjang terhadap pola cuaca di berbagai wilayah dunia termasuk Indonesia.

Keberhasilan Indonesia untuk mengantisipasi dampak jangka pendek dan jangka panjang fenomena El Nino ini tentunya akan sangat tergantung pada kesiapan sistem peringatan dini (early warning systems) yang dapat menganalisis perubahan cuaca sekaligus meramalkan kondisi cuaca yang akan dihadapi Indonesia dalam waktu dekat ini.

Kesiapan inilah yang akan menentukan seberapa buruk El Nino yang akan menimpa Indonesia dan potensi resiko yang harus diantisipasi.

Sumber

Diubah oleh matthysse76
El Nino Akan Terjadi Tahun 2019, Siapkah Indonesia? | KASKUS
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfe1e28d44f9f56568b4592/el-nino-akan-terjadi-tahun-2019-siapkah-indonesia




Tiada ulasan: