Google+ Badge

Jumaat, 10 Julai 2015

5575. Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.


♡ ﺑِﺴْــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ ♡
◆▬▬▬▬▬ஜ  ஜ▬▬▬▬▬◆
☆•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•★´¨`*•.¸¸.•★
♡ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه ♡
◆◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙ஜ۩۩  ۩۩ஜ◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◆

اللهُــــــم ۩★۩ صَـلٌ ۩★۩ علَى سَــيدنـا مُحـمَّـدْ ۩★۩ وعلَى آل ســيدنا مُحـمَّـدْ ۩★۩ كما صلٌيت علَى ســيدنـا إِبْرَاهِيـمَ ۩★۩ وعلَى آل سًــيدنــُا إِبْرَاهِيـمَ ۩★۩ وبارك علَى ُسَــيدنـُا مُحــمَّـدْ ۩★۩ وعلَى آل سَـيدنا مُحـمَّــدْ ۩★۩ كما باركت علَى سًـيدنا إِبْرَاهِيمَ ۩★۩ وعلَى آل ًسيدنا إِبْرَاهِيمَ ً۩★۩ فى الْعَالَمِينَ ۩★۩ إن ك حَمِيدٌ مَجِيدْ

♡ ﷺ ♡ ﷺ ♡ ﷺ ♡ ﷺ ♡ ﷺ ♡

◆◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙ஜ۩۩ ♡ ۩۩ஜ◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◙◆

♡  الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين
“”
استغفر الله لا إله إلا هو الذي الحي القيوم واتوب إليه
استغفر الله لا إله إلا هو الذي الحي القيوم واتوب إليه
استغفر الله لا إله إلا هو الذي الحي القيوم واتوب إليه
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ , الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ , مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ , إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ , اهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيمَ , صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ , غَيْرِ المَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم
آمين...آمين... آمين... ياالله يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِن
ﺑِﺴْــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ
 •
“”
*

SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM QUBUR

Merinding (menggigil) bacanya .. Semoga kita termasuk di dalam golongan orang ini

.. Aamiin

Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 Malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”

Lalu ia berpaling kepad sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

Setelah para Malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini.

Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

Allah … terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah SWT. Aamiin ..

Prof. DR. Ahmad Sathori Ismail.
Link: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=866266653454503&set=a.753153564765813.1073741825.100002135284027&type=1&theater)







Rahasia Doa

Doa adalah cara seorang hamba bercengkrama dengan tuhannya. Melalui doa, makhluk yang lemah ini mengadu, meminta dan memohon kepada Dzat yang telah Menciptakannya. Doa adalah bukti kesadaran bahwa segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa seizin-Nya.

Sayangnya, banyak orang yang tidak mengerti kenapa harus berdoa. Selama ini doa hanya menjadi solusi terakhir untuk semua masalah kita. Selagi masih bisa diatasi kenapa harus berdoa?

Terkadang kita menganggap doa adalah opsi kedua. Jika masih bisa berusaha, jika masih ada yang membantu, buat apa berdoa? Doa hanyalah pilihan terakhir setelah kita sudah mentok dan tidak punya jalan lagi.

Sadar atau tidak, kita sering berpikir seperti ini. Padahal doa itu memiliki peran yang dahsyat dalam hidup kita. Tanpa adanya doa, kita akan menjadi orang yang paling cepat putus asa dan menjadi orang yang paling dibenci Allah. Karena orang yang enggan berdoa telah sombong dihadapan-Nya dan menganggap kemampuannya sudah cukup untuk meraih segala sesuatu.

Doa Adalah Langkah Pertama

Allah memang menciptakan hukum sebab akibat di alam ini. Siapa yang berusaha pasti akan mendapatkan hasilnya. Namun pernahkah kita berpikir, berapa kali rencana matang yang sudah kita siapkan tiba-tiba gagal dan menelan kerugian?

Orang yang tidak mengenal doa akan mudah frustasi dan putus asa karena ia menganggap semua jalan telah ia lalui tapi masih saja tidak berhasil. Dia lupa bahwa tidak ada di alam ini yang bisa mewujudkan sesuatu yang kita harapkan kecuali Allah swt.

Sementara orang mukmin, dari awal telah meyakini bahwa semua yang terjadi di alam ini bergantung pada izin Allah swt. Langkah pertamanya adalah pasrah dan berdoa kepada Allah untuk mewujudkan harapannya. Dia sangat yakin bahwa Allah pasti mengabulkan jika itu baik untuk dirinya. Tidak ada kesempatan bagi frustasi dan putus asa untuk masuk ke dalam hatinya.

وَلاَ تَيْأَسُواْ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ -٨٧-

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”
(Yusuf 87)

Coba perhatikan, adakah makhluk yang lebih mulia dari Rasulullah saw? Adakah yang memiliki keutamaan melebihi beliau? Allah telah memberikan segalanya kepada beliau.

Rasul mampu melihat kebelakang. Pohon dan bebatuan mengucap salam kepadanya. Kerikil pun bertasbih ditangannya. Jarinya mampu mengeluarkan air untuk umatnya. Segala sesuatu telah diberikan Allah kepadanya. Namun ketika duduk bersimpuh dihadapan Tuhannya, beliau hanya berkata,

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ -١٨٨-

Katakanlah (Muhammad), ”Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang Dikehendaki Allah.”
(Al-A’raf 188)

Jika seorang yang memiliki segala sesuatu saja berkata seperti ini, adakah yang masih merasa mampu melakukan sesuatu tanpa perlu berdoa kepada Allah swt? Adakah yang masih menganggap doa adalah langkah terakhir ketika sudah terjepit?

Seorang mukmin seharusnya menjadikan doa sebagai langkah pertamanya. Setiap akan melangkah ia berdoa,

“Ya Allah, tidak ada yang mampu menyelesaikan urusanku selain Engkau, maka bantulah aku dan kabulkan doaku”

Jika kita masih mengandalkan kemampuan diri kita saja, maka jangan heran jika banyak kegagalan yang menanti. Karena semua yang terjadi adalah kehendak-Nya.

Aku Dekat !

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ -١٨٦-

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”
-(Al-Baqarah 186)

-(وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ) Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.

-Ada 13 pertanyaan yang direkam dalam Al-Qur’an. Dan ketika hendak menjawab pertanyaan itu, Allah selalu menggunakan perantara Rasulullah saw untuk menjawabnya. Seperti firman-Nya,

-وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ -٢١٩-

Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).”
(Al-Baqarah 219)

Ketika hendak menjawab pertanyaan para sahabat Nabi, Allah menggunakan kalimat “maka katakanlah (Wahai Muhammad)”. Allah tidak menjawabnya langsung namun melalui perantara Baginda Rasulullah saw.

Namun pada ayat yang berbicara tentang doa, Allah berfirman,

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.

Allah langsung menjawabnya tanpa melalui perantara Nabi. Tidak ada lagi perintah “Katakanlah (Wahai Muhammad)” untuk menjawab pertanyaan ini. Allah sendiri yang langsung menjawabnya, seakan ingin menjelaskan bahwa tidak ada hijab dan penghalang antara Allah dengan hamba-Nya.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي (Dan apabila hamba-hamba-Ku)

Allah memulai ayat ini dengan kata-kata mesra yang memanjakan hamba-hamba-Nya. Dengan lembut Allah menyebut hamba-Ku yang dinisbatkan langsung pada Dzat-Nya yang Maha Suci.

فَإِنِّي قَرِيبٌ (Maka sesungguhnya Aku dekat)

Saat Allah menjelaskan kedekatannya kepada hamba-Nya, Allah menggunakan banyak Ta’kid (penekanan) yaitu dengan menggunakan Inna dan tidak menggunakan Fi’il (kata kerja) pada kalimat “dekat”. Penekanan ini menujukkan begitu dekatnya Allah dengan para hamba-Nya.

إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ -٦١-

“Sesungguhnya Tuhan-ku sangat dekat dan Mengabulkan (doa hamba-Nya).”
(Huud 61)

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ -١٦-

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

Seakan Allah ingin berkata,

“Hai hamba-Ku, janganlah engkau bertanya dimana Aku. Dimanapun kau berada, disitulah Aku bersamamu. Aku adalah dzat yang paling dekat denganmu”

Bahkan ketika ada seseorang yang sedang sakarotul maut, para keluarga dan kerabat berkumpul di samping ranjangnya, Allah hanya berfirman,

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لَّا تُبْصِرُونَ -٨٥-

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kalian, tetapi kalian tidak melihat.”
(Al-Waqi’ah 85)

Memang tidak ada pemisah antara Allah dengan hamba-Nya, namun pada ayat ini Allah berkhitob kepada Rasulullah saw untuk menegaskan bahwa beliau adalah pemimpin umat ini. Dan alangkah baiknya ketika ingin mengetuk pintu Allah, kita melalui makhluk yang paling dicintai Allah ini.

Seperti dalam ayat lain yang mengajarkan bahwa ketika seorang hamba ingin mendapat ampunan dari Allah swt, maka ia harus melalui kekasih-Nya terlebih dahulu.

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّاباً رَّحِيماً -٦٤-

“Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya (berbuat dosa) datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”
(An-Nisa’ 64)

Iyyaaka Na'budu Wa Iyyaaka Nasta'iin. —•

Pautan: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=866250370122798set=a.753153564765813.1073741825.100002135284027type=1&theater)







Bismillahirrahmaanirrahiim

!~Tazkirah~!

1. Diantara sikap yang boleh melahirkan perasaan kasih sayang seorang saudara kepada anda ialah memberi salam terlebih dahulu.Anda memanggilnya dengan nama yang paling digemarinya dan anda melapangkan tempat di dalam sesuatu majlis untuknya..

2. Harta benda akan menjadi sengketa kalau rahmat Allah tertahan.harta yang sedikit boleh menjadi rahmat kalau pandai menggunakannya.

3. Hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia adalah menguji keteguhan iman seseorang. Malangnya bagi mereka yg hanya mengikut kehendak hati tidak sanggup menerima penderitaan.


Link: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1606931546261821&set=a.1385008431787468.1073741830.100008349730466&type=1&theater&notif_t=like_tagged)

Hard grind to unravel MH370 mystery
  (¯`• ßý: ¤§º£¡Ð™¤ •´¯)
Kerana Allah kita berusaha untuk hidup dan kemudiannya mati
dan 
kepada Allah kita berdoa supaya Allah perkukuhkan Iman 
kita semua hamba-Nya manusia yang hanya bersifat makhluk. 

Aamiin Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim Ya Rob...
*

Tiada ulasan: